-memoriam-

Monday, July 6, 2009 9:16
Artikel ini di Kirim Oleh:

tawa angin membelai rabutku
sementara aku duduk bersimpuh
sambil mainkan butiran pasir

tak lama,
kulihat dari kejauhan
pita kecil dari bibir yg tak pernah ku kenal

canda tawa di hamparan permadani
buatku terhipnotis
tuk ikut mengalun dalam melodinya

tak jarang kerikil menyandung lutut
rumput ilalang membelit tangan
sang lebah pun tak kalah menyengat mulut

sampai malam membisik telingaku,
mendesah mimpi-mipiku
kita tertawa terisak bersama
walau tak panjang

dan satu alasan, satu keputusan
buat kita jauh terlontar ke dua galaxi yg berbeda
bukan seperti magnet utara selatan
melainkan utara utara atau sebaliknya

mulut tak lagi mengucap
hati tak lagi merasa
tawar bubur semakin hambar

hanya senyum kecil
tiap kita bertemu
walau hati berkata lain

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply


Choreography Blogs - BlogCatalog Blog DirectoryDirectory of Archaeology BlogsArts Blogs - Blog Rankings Visit blogadda.com to discover Indian blogsBlog Search, Blog Directory
Blog DirectoryPowered by Stats 21blogarama - the blog directoryCheck PageRankGoogle bot last visit powered by Gbotvisit.comYahoo bot last visit powered by  Ybotvisit.comMsn bot last visit powered by ScriptmeAdd to Technorati Favorites
puisi, cinta, alam, milis, buma, bunga, matahari, sejuta, kasih, bebas, sastra, sastra nusantara, poem, sajak, syair, kata cinta, sejuta cinta, sejuta puisi, cerpen, cerita, cerita pendek, cerita panjang, cerbung, cerita bersambung, nusantara, sastra nusantara, pontianak, puisi pontianak, kalbar puisi, pantun, seni, seniman, cerita pendek, cerpen, cerita panjang, cerita bersambung, cerbung, cerita remaja, cerita dewasa, cerita orang tua, cerita dongeng, cerita anak, cerita indonesia, cerita melayu, cerita adat, puisi melayu, puisi malaysia, puisi negara, poem, puisi alam