Pahlawan Devisa | Puisi Nusantara

Pahlawan Devisa

Post: 30 April 2009 Oleh: (5) Comment

tetes-tetes air mata
selalu dalam alur cerita
buruh migrein INDNONESIA
tanpa kendali
terpuruk didalam semu duniawi

kesepian…..
ocehan-ocehan para juragan
sedikit-demi sedikit
iman terkikis habis
akan dunia bebas yang bengis

walau sering mencoba
beranjak dari semuanya
kelelahan jiwa
kembali menyeret kelubang yang menganga

masih pantaskah……?
menyandang gelaor pahlawan devisa
sedangkan tubuh tak seharum pahlawan
sedangkan raga
tercemar lumpur-lumpur dosa

From:

Incoming Search

geguritan pahlawan,puisi pahlawan devisa,contoh geguritan pahlawan,geguritan kepahlawanan,contoh geguritan kepahlawanan,kumpulan pantun pahlawan,contoh puisi kepahlawanan,contoh pantun pahlawan,puisi tentang pahlawan devisa,puisi kepahlawanan,pantun pahlawan,pengertian pahlawan devisa,cara tanam bawang putih di polybag,pantun kepahlawanan,kumpulan puisi untuk tkw,geguritan tentang TKI,contoh puisi tentang tki,puisi untuk pahlawan devisa,contoh puisi pahlawan,pdf geguritan pahlawan

Categories: Alunan Sajak, Cerita Pendek, Puisi Sedih, Puisi Umum, Sajak Cinta


 

If You Like This Post, Share it With Your Friends & Peers

Digg
stumbleupon
Delicious
facebook
twitter
reddit
rss feed bookmar
   

5 Comments to “Pahlawan Devisa”

  1. sunari says:

    haiiiiiiiiii semua,,siapa yang mau nikahan?

    pesen untuk buat UNDANGAN NIKAHAN ke aq aja ya temen2!!!!!!!! pesen catering jg bisa

  2. sunari says:

    Di atas gema sumbar tawa besar harapan kerja perah keringat dapat upah
    Erat menjerat nafas cekat pekik kami buruh migrant di tempat tuan
    Segenggam luka tuan tabur di dada terbakar perih tiada terkira
    Injak harkat dan martabat dengan derita tertoreh dalam raga

  3. Okti Li says:

    Lan, puisinya bagus tuh :)
    terus berkarya !

    salam buat Banyu ya :)

  4. JoOn says:

    saya mau minta maaf ama pengarangnya, karena puisinya aku kutip untuk tugas sekolah.
    maaf ya !
    puisinya keren LHO !!!

  5. LaDy says:

    pertama tama mo minta maaf sama pengarangnya karena puisinya di kutip u/ pelajaran sekolah

Leave your comment here: