Pahlawan Devisa

Thursday, April 30, 2009 15:09
Artikel ini di Kirim Oleh: penyair cinta

tetes-tetes air mata
selalu dalam alur cerita
buruh migrein INDNONESIA
tanpa kendali
terpuruk didalam semu duniawi

kesepian…..
ocehan-ocehan para juragan
sedikit-demi sedikit
iman terkikis habis
akan dunia bebas yang bengis

walau sering mencoba
beranjak dari semuanya
kelelahan jiwa
kembali menyeret kelubang yang menganga

masih pantaskah……?
menyandang gelaor pahlawan devisa
sedangkan tubuh tak seharum pahlawan
sedangkan raga
tercemar lumpur-lumpur dosa

From:
You can leave a response, or trackback from your own site.

3 Responses to “Pahlawan Devisa”

  1. LaDy says:

    May 2nd, 2009 at 7:03 AM

    pertama tama mo minta maaf sama pengarangnya karena puisinya di kutip u/ pelajaran sekolah

  2. JoOn says:

    September 3rd, 2009 at 2:32 PM

    saya mau minta maaf ama pengarangnya, karena puisinya aku kutip untuk tugas sekolah.
    maaf ya !
    puisinya keren LHO !!!

  3. Okti Li says:

    September 9th, 2009 at 12:58 PM

    Lan, puisinya bagus tuh :)
    terus berkarya !

    salam buat Banyu ya :)

Leave a Reply


Choreography Blogs - BlogCatalog Blog DirectoryDirectory of Archaeology BlogsArts Blogs - Blog Rankings Visit blogadda.com to discover Indian blogsBlog Search, Blog Directory
Blog DirectoryPowered by Stats 21blogarama - the blog directoryCheck PageRankGoogle bot last visit powered by Gbotvisit.comYahoo bot last visit powered by  Ybotvisit.comMsn bot last visit powered by ScriptmeAdd to Technorati Favorites
puisi, cinta, alam, milis, buma, bunga, matahari, sejuta, kasih, bebas, sastra, sastra nusantara, poem, sajak, syair, kata cinta, sejuta cinta, sejuta puisi, cerpen, cerita, cerita pendek, cerita panjang, cerbung, cerita bersambung, nusantara, sastra nusantara, pontianak, puisi pontianak, kalbar puisi, pantun, seni, seniman, cerita pendek, cerpen, cerita panjang, cerita bersambung, cerbung, cerita remaja, cerita dewasa, cerita orang tua, cerita dongeng, cerita anak, cerita indonesia, cerita melayu, cerita adat, puisi melayu, puisi malaysia, puisi negara, poem, puisi alam