Pahlawan Devisa

tetes-tetes air mata
selalu dalam alur cerita
buruh migrein INDNONESIA
tanpa kendali
terpuruk didalam semu duniawi

kesepian…..
ocehan-ocehan para juragan
sedikit-demi sedikit
iman terkikis habis
akan dunia bebas yang bengis

walau sering mencoba
beranjak dari semuanya
kelelahan jiwa
kembali menyeret kelubang yang menganga

masih pantaskah……?
menyandang gelaor pahlawan devisa
sedangkan tubuh tak seharum pahlawan
sedangkan raga
tercemar lumpur-lumpur dosa

From:


If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Comments

pertama tama mo minta maaf sama pengarangnya karena puisinya di kutip u/ pelajaran sekolah

saya mau minta maaf ama pengarangnya, karena puisinya aku kutip untuk tugas sekolah.
maaf ya !
puisinya keren LHO !!!

Lan, puisinya bagus tuh :)
terus berkarya !

salam buat Banyu ya :)

Leave a comment

(required)

(required)