Pecandu Rindu
Judul: Pecandu Rindu
Karya Sarah El Zohrah
Sebuah epidemi saat jiwa mengakui kesakitan
Lengang sudut hati ini saat kutengok
Lembab berlumut saat kubelai
Rapuh sekali jejak rasa yang dia tinggalkan
Menyihirku menjadi not-not bisu yang terbakar lemas
Saat dimana aku datangi kubur masa laluku
Darah akan terasa lendir nanah
Gemuruh nafas akan terasa wewangi muntah
Hingga hati tersihir jingga…
Kutemukan kau dalam dunia semantis
Euforia barat dan timur yang merajai langkah
Memaksaku menjamah aphelium menjaraki kita
Siapa dapat menerjemahkan sayap camar yang mengelabuiku?
Aku pun rindu…
Menghampirimu dengan kecepatan angular yang tak terbatas
Intan dan tiara berkilau menarikan propaganda pengetam
Bagai tetes minyak milikan jatuh menjadi sumbu pertikaian
Terpampang jelas mengoyakku tanpa mantra penyangga
Hingga terpaksa kuenyahkan dengan kutukan tak termaafkan
Aku masih rindu…
Dengan pasak pilar yang takkan tergoyahkan
Mengasihani tongkang hati yang lama tak berlabuh
Biarkan masa itu habis ditelan veela simpananmu
Atau jasadku kandas tenggelam dalam bumi pertiwi
Kehadiran mereka adalah bahasa waktu yang enggan kugenggam
Aku akan selalu rindu…
Sebab perasaanku tak terbendung oleh friksi
Namun, kepada siapakah?
Perkamen hidup dimana disitu tak ada siapa-siapa
Sebab yang kurindukan meneriakiku bukan siapa-siapa
Jadi, rindu ini untuk siapa?
Tak ada siapa-siapa yang inginkan menjadi siapa
Timur Laut, 20 November 2010
Incoming search terms:
- gugus fungsi nornuciferine
- koloid memiliki daya serap yang tinggi benarkah? mengapa?
- puisi cinta untuk intan
- Puisi tak termaafkan
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum







No Comment to “Pecandu Rindu”