Pecandu Rindu | Sastra Nusantara

Pecandu Rindu

Post: 22 November 2010 Oleh: (0) Comment

Judul: Pecandu Rindu
Karya Sarah El Zohrah

Sebuah epidemi saat jiwa mengakui kesakitan

Lengang sudut hati ini saat kutengok
Lembab berlumut saat kubelai
Rapuh sekali jejak rasa yang dia tinggalkan
Menyihirku menjadi not-not bisu yang terbakar lemas
Saat dimana aku datangi kubur masa laluku
Darah akan terasa lendir nanah
Gemuruh nafas akan terasa wewangi muntah

Hingga hati tersihir jingga…

Kutemukan kau dalam dunia semantis
Euforia barat dan timur yang merajai langkah
Memaksaku menjamah aphelium menjaraki kita
Siapa dapat menerjemahkan sayap camar yang mengelabuiku?

Aku pun rindu…
Menghampirimu dengan kecepatan angular yang tak terbatas

Intan dan tiara berkilau menarikan propaganda pengetam
Bagai tetes minyak milikan jatuh menjadi sumbu pertikaian
Terpampang jelas mengoyakku tanpa mantra penyangga
Hingga terpaksa kuenyahkan dengan kutukan tak termaafkan

Aku masih rindu…
Dengan pasak pilar yang takkan tergoyahkan

Mengasihani tongkang hati yang lama tak berlabuh
Biarkan masa itu habis ditelan veela simpananmu
Atau jasadku kandas tenggelam dalam bumi pertiwi
Kehadiran mereka adalah bahasa waktu yang enggan kugenggam

Aku akan selalu rindu…
Sebab perasaanku tak terbendung oleh friksi

Namun, kepada siapakah?
Perkamen hidup dimana disitu tak ada siapa-siapa
Sebab yang kurindukan meneriakiku bukan siapa-siapa

Jadi, rindu ini untuk siapa?
Tak ada siapa-siapa yang inginkan menjadi siapa

Timur Laut, 20 November 2010

Incoming search terms:

  • gugus fungsi nornuciferine
  • koloid memiliki daya serap yang tinggi benarkah? mengapa?
  • puisi cinta untuk intan
  • Puisi tak termaafkan

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum


 

If You Like This Post, Share it With Your Friends & Peers

Digg
stumbleupon
Delicious
facebook
twitter
reddit
rss feed bookmar
   

No Comment to “Pecandu Rindu”

  1. No Comment yet. Be the first to comment...

Leave your comment here: