Puisi Kehidupan | Puisi Nusantara

Puisi Kehidupan

Post: 12 October 2009 Oleh: (3) Comment

Judul: Puisi Kehidupan
From: “Rahmat Halim

Guratan nasib terukir di dalam sebuah lembaran
Sunyi, senyap, sedih, silih bergantian
Menghiasi hari seperti mengolok
Membuka sisi kelam di sebuah kehidupan

Tak punya arti jiwa ini tercipta
Berkelumit dengan indahnya dunia fana
Tertawa terbahak melihatnya
Tangisan rintih jiwa menjalaninya

Kemanakah jiwa harus pergi
Meninggalkan hari-hari yang sepi
Menjalani hidup yang lebih berarti
Mengusir rasa sedih yang ada di hati
Tuk menjadi hamba yang lebih diberkati

Cinta datang membawa arti tenang
jiwa hilang telah kembali pulang
kenangan kelam tersibak oleh cahaya terang
seakan surga yang tiba-tiba datang

mimpi…
Apakah semua itu buah dari sebuah mimpi
apakah semua yang telah kulalui ini hanya sebuah ilusi
mimpikah jiwa yang ingin mempunyai arti

oh, sungguh pantaskah meratapi sebuah mimpi
Kekosongan yang belum sempat dijalani

Namun akhirnya satu hal yang hamba sadari
Jiwa dicipta bukan untuk bermimpi, jiwa dicipta untuk mengejar mimpi
Membuat sebuah ilusi mempunyai arti
Sampai datang panggilan ILLAHI

Incoming Search

puitis kehidupan,puisi kehidupan,syair kehidupan,syair puisi kehidupan,contoh syair kehidupan,puisi syair kehidupan,kumpulan syair kehidupan,syair-syair kehidupan,syair kehidupan kelam,puisi kehidupan kelam,puisi indah nya dunia,puisi persahabatan yang telah merelakanmu,puisi tentang hidup kelam,kumpulan puisi kelam,puisi hidup yang diberkati,kehidupan puisi,sastra puisi kelam,syair puisi kegagalan hidup,puisi sedih dan artinya,puisi sedih beserta artinya

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum, Sajak Syair


 

If You Like This Post, Share it With Your Friends & Peers

Digg
stumbleupon
Delicious
facebook
twitter
reddit
rss feed bookmar
   

3 Comments to “Puisi Kehidupan”

  1. ghaida.mastura says:

    Hi there. Have to comment. Awesome job ;;) keep writing ok

  2. [...] Puisi Romantis Lompat ke Komentar [...]

Leave your comment here: