Sajak Harimau Betina

Tuesday, August 18, 2009 19:44
Artikel ini di Kirim Oleh:
Comments Off

kamu mengadu
bukan tempat biasa kamu bilang
kamu bukanlah sendiri
kamu cuma ingin bilang
bukan ini tempat yang dicari

kamu mengadu
kepada siapa kamu hidup
bersandarkan dimana tangga kehidupan
kamu bukanlah ingin lepas
tangga kehidupanmu sedang sulit dipijak

Kamu mengadu
tiada tempat bagiku
dunia ini tidak luas
ada api disekelilingku
ada duri menghalangi jalanku
kamu bukannya tidak senang,
kamu adalah sangat senang.

Kamu mengadu.
Aku tempat beradu.
Kamu mengaduh.
Aku dengar kamu bilang,”Aduh.”

Sini aku bantu
Kamu mengadu.
Bukan kamu tidak tahu.
Kamu bilang ini cuma aku.
Siapa bilang itu bukan kamu.
Aku tahu Kamu tahu.
Semua aku tahu.

Jangan hari ini.
Aku mengadu.
Adakah di kamu
Gaung ini rindu
Bukan saatnya tapi.
Kamu bilang kamu mau bantu.

Jangan
Bukan
Jangan
Bukan

Di awan yang hitam
Di situ hujan mau keluar
Dingin sudah
Kamu mengadu
Apinya sudah padam kan?
Aku mengadu
Mau apa lagi kamu?

Biar
Biar
Biar saja
Mungkin hati kamu
sudah jadi batu.

Both comments and pings are currently closed.

Choreography Blogs - BlogCatalog Blog DirectoryDirectory of Archaeology BlogsArts Blogs - Blog Rankings Visit blogadda.com to discover Indian blogsBlog Search, Blog Directory
Blog DirectoryPowered by Stats 21blogarama - the blog directoryCheck PageRankGoogle bot last visit powered by Gbotvisit.comYahoo bot last visit powered by  Ybotvisit.comMsn bot last visit powered by ScriptmeAdd to Technorati Favorites
puisi, cinta, alam, milis, buma, bunga, matahari, sejuta, kasih, bebas, sastra, sastra nusantara, poem, sajak, syair, kata cinta, sejuta cinta, sejuta puisi, cerpen, cerita, cerita pendek, cerita panjang, cerbung, cerita bersambung, nusantara, sastra nusantara, pontianak, puisi pontianak, kalbar puisi, pantun, seni, seniman, cerita pendek, cerpen, cerita panjang, cerita bersambung, cerbung, cerita remaja, cerita dewasa, cerita orang tua, cerita dongeng, cerita anak, cerita indonesia, cerita melayu, cerita adat, puisi melayu, puisi malaysia, puisi negara, poem, puisi alam