Seloka Perawan Merana | Sastra Nusantara

Seloka Perawan Merana

Post: 26 December 2010 Oleh: (1) Comment

Sloka atau seloka (huruf e nya dibaca seperti pada kata ”memberi”, bukan seperti kata ”selokan”) adalah kumpulan pantun yang saling berkait. Bait kedua pada sampiran pantung pertama dijadikan bait pertama pada sampiran pantun kedua, lalu bait kedua pada isi pantun pertama dijadikan bait pertama pada pantun kedua, lalu bait kedua di pantun kedua pada sampiran dan isi dijadikan hal yang sama pada bait pertama pantun ketiga dan seterusnya. Cukup sulit sih, karena isinya harus selalu berhubungan.

Tumbuh cendawan di kayu ara
Cendawan berduri robekkan kain
Anak perawan bermuram durja
Pikirkan diri yang belum kawin

Cendawan berduri robekkan kain
Ambil tambang diikat sebelah
Pikirkan diri yang belum kawin
Adakah kumbang bersedia singgah

Ambil tambang diikat sebelah
Robek menganga si kain perca
Adakah kumbang bersedia singgah
Taman bunga mekar ceria

Robek menganga se kain perca
Buat tambalan kain pengganti
Taman bunga mekar ceria
Sudah tentukan si hari jadi

Buat tambalan kain pengganti
Kain usang jadikan celana
Sudah tentukan si hari jadi
Kumbang terbang entah kemana

Kain usang jadikan celana
Jangan dilap mencuci lampin
Kumbang terbang entah kemana
Rupanya hinggap di bunga lain

Lampin adalah alas tidur bayi.

Anshari Taslim, 22 Maret 2010.

Incoming search terms:

  • cara pemberantasan virus citrus van phloem degeneration (CVPD) secara kimiawi
  • pantun merana
  • kumpulan pantun 2009
  • contoh sloka
  • kumpulan pantun tentang tanah
  • pestisida rampas 200 ec
  • puisi perawan
  • pantun pelestarian lingkungan
  • pantun perawan
  • siklus hidup penyakit antraknosa buah kakao

Categories: Kumpulan Pantun, Pantun Melayu


 

If You Like This Post, Share it With Your Friends & Peers

Digg
stumbleupon
Delicious
facebook
twitter
reddit
rss feed bookmar
   

One Comment to “Seloka Perawan Merana”

  1. semakin mantap aja nih puisinya…salam kenal

Leave your comment here: