Tetesan garam

Monday, July 6, 2009 9:14
Artikel ini di Kirim Oleh:

Derasnya aliran brasa gram yang mengalir melewati wajah sahdu.

Tak kunjung ada yang menghapus dan terus mengalir.

Entah sampai kapan aliran ini bisa berhenti, bendungn pun tak kunjung kering.

Aliran dari gumpalan beku yang mati tak terbias dari keARIFan sang angin.

Aku hanya manusia tak punya daya untuk melawan perihnya yang telah terpendam dhati.

Biarlah aku pelihara perih ini bersama hati yang terluka

by enmi

You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Tetesan garam”

  1. Aroel says:

    July 22nd, 2009 at 10:14 AM

    ketika..asa tiada..dan ketika dunia serasa hampa…yang ada hanya duka dan guliran air garam…

    Jangan berhenti melangkah…jangan berhenti mengharap….kamu tidak sendiri..kamu tidak harus merasa sepi…

    Biarkan aku … basuh buliran air garam itu..agar tiada lagi perih mngiris hatimu…

    Izinkan aku merengkuh mimpi yang tak dapat kau gapai..agar kelak…kau tak lagi sendiri…disini…

Leave a Reply


Choreography Blogs - BlogCatalog Blog DirectoryDirectory of Archaeology BlogsArts Blogs - Blog Rankings Visit blogadda.com to discover Indian blogsBlog Search, Blog Directory
Blog DirectoryPowered by Stats 21blogarama - the blog directoryCheck PageRankGoogle bot last visit powered by Gbotvisit.comYahoo bot last visit powered by  Ybotvisit.comMsn bot last visit powered by ScriptmeAdd to Technorati Favorites
puisi, cinta, alam, milis, buma, bunga, matahari, sejuta, kasih, bebas, sastra, sastra nusantara, poem, sajak, syair, kata cinta, sejuta cinta, sejuta puisi, cerpen, cerita, cerita pendek, cerita panjang, cerbung, cerita bersambung, nusantara, sastra nusantara, pontianak, puisi pontianak, kalbar puisi, pantun, seni, seniman, cerita pendek, cerpen, cerita panjang, cerita bersambung, cerbung, cerita remaja, cerita dewasa, cerita orang tua, cerita dongeng, cerita anak, cerita indonesia, cerita melayu, cerita adat, puisi melayu, puisi malaysia, puisi negara, poem, puisi alam