Tetesan garam | Puisi Nusantara

Tetesan garam

Post: 6 July 2009 Oleh: (1) Comment

Derasnya aliran brasa gram yang mengalir melewati wajah sahdu.

Tak kunjung ada yang menghapus dan terus mengalir.

Entah sampai kapan aliran ini bisa berhenti, bendungn pun tak kunjung kering.

Aliran dari gumpalan beku yang mati tak terbias dari keARIFan sang angin.

Aku hanya manusia tak punya daya untuk melawan perihnya yang telah terpendam dhati.

Biarlah aku pelihara perih ini bersama hati yang terluka

by enmi

Categories: Puisi Umum


 

If You Like This Post, Share it With Your Friends & Peers

Digg
stumbleupon
Delicious
facebook
twitter
reddit
rss feed bookmar
   

One Comment to “Tetesan garam”

  1. Aroel says:

    ketika..asa tiada..dan ketika dunia serasa hampa…yang ada hanya duka dan guliran air garam…

    Jangan berhenti melangkah…jangan berhenti mengharap….kamu tidak sendiri..kamu tidak harus merasa sepi…

    Biarkan aku … basuh buliran air garam itu..agar tiada lagi perih mngiris hatimu…

    Izinkan aku merengkuh mimpi yang tak dapat kau gapai..agar kelak…kau tak lagi sendiri…disini…

Leave your comment here: