Tetesan garam

Derasnya aliran brasa gram yang mengalir melewati wajah sahdu.

Tak kunjung ada yang menghapus dan terus mengalir.

Entah sampai kapan aliran ini bisa berhenti, bendungn pun tak kunjung kering.

Aliran dari gumpalan beku yang mati tak terbias dari keARIFan sang angin.

Aku hanya manusia tak punya daya untuk melawan perihnya yang telah terpendam dhati.

Biarlah aku pelihara perih ini bersama hati yang terluka

by enmi



If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Comments

ketika..asa tiada..dan ketika dunia serasa hampa…yang ada hanya duka dan guliran air garam…

Jangan berhenti melangkah…jangan berhenti mengharap….kamu tidak sendiri..kamu tidak harus merasa sepi…

Biarkan aku … basuh buliran air garam itu..agar tiada lagi perih mngiris hatimu…

Izinkan aku merengkuh mimpi yang tak dapat kau gapai..agar kelak…kau tak lagi sendiri…disini…

Leave a comment

(required)

(required)