Untuk Perempuan yang Menyimpan Lembut Cahaya Bulan di Matanya
Judul: Untuk Perempuan yang Menyimpan Lembut Cahaya Bulan di Matanya
Oleh: Doddy Setiawan Al Bhanjari
Mengenangmu, perempuanku..
Seperti berkelana jauh menjelajah bintang
memetik setiap noktah-noktah cahayanya
yang membentuk wajahmu dirangka langit
lalu melukiskannya kembali
di kanvas hati, dengan lembut cahaya bulan
yang terbit dari indah matamu
Mengenangmu, perempuanku..
Bagai menikmati setiap tetes bening embun
yang menyebar rata pada rumput pekarangan
lalu menuainya satu-satu
dan kupintal rapi bersama desir rindu
yang terus mengalun meski mata sudah terjaga
dari rangkaian mimpi indah tentangmu
Mengenangmu, perempuanku..
Laksana menikmati larik pelangi dibatas cakrawala
Yang melengkung sempurna serupa senyummu
lalu dari sana, kujadikan setiap bilah warnanya
menjadi seikat puisi, yang kukirimkan padamu
bersama derai gerimis dan desah pilu tak berkesudahan
Mengenangmu, perempuanku
Seperti mengayuh sampan kecil di danau yang sepi
Dimana setiap kali kayuhnya yang jatuh
memercik menerpa air
Adalah detak-detak jantungku
yang telah lelah menghitung waktu
sejak dirimu berlalu
dan meninggalkan jejak lembut cahaya bulan
juga serpih kenangan,
mengendap didasar hati,
dari matamu…
Incoming Search
SAJAK WANITA,sajak Pilu,sajak untuk wanita,syair perempuan,sajak cahaya bulan,sajak wanita suci,sajak untuk wanita suci,puisi danau yang indah,sajak perempuanku,sajak perempuan,puisi danau yg indah,syair perempuankuCategories: Alunan Puisi







No Comment to “Untuk Perempuan yang Menyimpan Lembut Cahaya Bulan di Matanya”