WIJAYA 28: SEBUAH CATATAN
Lekaslah bergegas,
Malam ganas menyentuh panas api tubuh kita bertindih di sepanjang reka adegan yang sama, beberapa hari silam. Hasrat pada setiap jeda detik ke menit menuju jam yang akhirnya berpulang pada gerai rambutmu terurai. napas tersengal memburu lekuk jemari dan erangan kecil dengan telingaku ketika sepotong lagu tercipta dari sajak –sajak ungu
Menarilah pada ujung pena
mencatat langkah gemulai musim yang sempat terencana sebagai hari perkawinan subuh dan tahajud tubuh. Meneletantarkan pasrah saat itu seperti menitip maut di sekujur darah. Dan desir menjadi saksi ketika rintih percobaan pada mula pertama kita membaca: malam sebagai laknat yang nikmat
Dan kamar itu, kuresahkan rebah ingatan tentang sekumpulan anak riang berwajah rembulan, semburat yang menitik di sela remang kelambu jendela kecoklatan dan derit-derit irama ranjang tengah menangis memperjuangkan nasibnya kepada masa, lajang yang jalang
Sumenep, Februari 2011
by AMIN BASHIRI
Incoming search terms:
- contoh puisi bersajak abab
- contoh gegurit rembulan
- geguritan bersajak a-b-a-b
- analisis lapisan bunyi pada puisi sebuah kamar karya chairil anwar
- kumpulan geguritan jawa sajak a b a b
- Kumpulan geguritan terkenal
- kumpulan puisi ab ab
- kumpulan puisi cinta bersajak
- kumpulan puisi puisi ab ab
- puisi a b ab
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Malam







No Comment to “WIJAYA 28: SEBUAH CATATAN”