Search Results   ak sayang km | Sastra Nusantara

Ayah by Ida Lestari

Posted on 25 December 2011 by (1) Comment

Ayah by Ida Lestari
2 Oktober 2011

ayah kamu dimana???
ayah apakah engkau tak rindu aku???
ayah apa kamu ngk sayang aku?
ayahh skrng apa kabarmuu?

ayah sungguh tega km tinggalkan aku ma ibukkuuu
ayah mana taggung jawabmu sebagai kepala keluargamu?
ayahh sungguh aku ingin tau wajah diriu
ayahh aku butuh kash cinta dareimu

mungkin rasa keceewa ini akan ku buang jauh2 dari hatiku
aku ngkkan benci kamu ayahku
stelah apa yang ayak lakukuan sama aku n ibuku…

ayah kembalilah supaya aku merasakan hangatya kasih darimu
ayahh walau kau jauh disana..
doakukan slalu mengiringi dirimu

Incoming search terms:

  • puisi pahlawan
  • puisi semangat
  • puisi tema semangat
  • alunan puisi sastra nusantara
  • puisi ws rendra tentang pahlawan
  • puisi bertema bendera merah putih
  • puisi tentang kebudayaan
  • contoh puisi lama karya chairil anwar
  • puisi pemandangan alam ws rendra
  • puisi bunda yang bersajak

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Pahlawan, Puisi Sahabat, Puisi Semangat



Puisi Setangkai Ilalang

Posted on 28 January 2011 by (1) Comment

Setangkai Ilalang
Karya: Huda M Elmatsani

Di hamparan perbukitan cahaya hijau bergelombang
kita nikmati waktu yang terselip di pucukpucuk daun teh
kugenggam jemarimu kaugapit lenganku
menyusuri celah sempit perkebunan.

Berdua bermesraan menikmati pemandangan alam
lerenglereng indah, nyanyian prenjak yang berpindahpindah
lalu lalang kita tumbuh menjelma bunga ilalang
menghiasi jalan setapak memperindah jejak kenangan.

Kupetik setangkai, erat kugenggam di jarimu
senyummu terurai, sesaat terdengar bisik sayang
cahaya senja tetirah di punggung perbukitan
tebing doa kita panjat hingga puncaknya.

2009

Incoming search terms:

  • puisi ilalang
  • puisi pemandangan alam
  • puisi 2009
  • puisi pemandangan matahari terbenam
  • puisi sedih yang bertama hewan
  • pencitraan puisi chairil anwar hampa
  • karet polybag okulasi tunas menghadap ketimur matahari terbit
  • puisi pemandangan kebun teh
  • puisi tentang pemandangan alam
  • puisi setangkai ilalang

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum



Cerita Nabi Adam a.s

Posted on 23 December 2010 by (0) Comment

Cerita dan Kisah Nabi Adam a.s

Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya, laut-lautannya dan tumbuh – tumbuhannya, menciptakan langit dengan mataharinya,bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yangdiciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak Allah s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya,mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.

Kekhawatiran Para Malaikat.

Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu, mereka khuatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yang lain itu,disebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari. Berkata mereka kepada Allah s.w.t.: “Wahai Tuhan kami! Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami,padahal kami selalu bertasbih,bertahmid,melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya,sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu,nescaya akan bertengkar satu dengan lain,akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya,sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu.”

Incoming search terms:

  • kata kata kesal
  • kata-kata kesal
  • puisi buka hatimu
  • kata kesal
  • analisis puisi balada penantian
  • puisi buka hati
  • kumpulan puisi karya hamka
  • puisi kesal tentang cinta
  • puisi cinta hamka
  • syair kesal

Categories: Cerita Islami, Kisah Nabi, Sebuah Cerita



Kutitipkan Cintaku pada Mentari

Posted on 4 July 2010 by (2) Comment

Judul: Kutitipkan Cintaku pada Mentari
From: Rizky Anggreini

Sayang,
ku titip kan cinta ini pada matahari yang selalu setia menyinari bumi,
walaupun dia kadang enggan bersinar,
tapi kan selalu ada mendampingi bumi.
Begitu juga dengan cintaku.

Sayang kutitipkan cinta ini,
pada matahari dengan harapan suatu saat nanti kau bisa menatap matahari dan bisa membaca bahwa ada cintaku disana…

Sayang mungkin aku tidak bisa bermuluk-muluk padamu,
karna kuyakin suatu saat kau tau bahwa aku kan setia selagi aku mampu.

Sayang cintaku ini seperti matahari,
walaupun suatu saat kujenuh padamu,
tapi yakinlah aku selalu ada untukmu..

Sayang,
kutitipkan cinta ini pada matahari,
berharap kau bisa menatap matahari itu,
dan kau kan tau…

Sayang,
ku akan tetap menitipkan cinta ini pada matahari,
walaupun nantinya kau tak kan pernah menatapnya,
kuyakin pasti ada yang lebih pantas tuk menatap matahari itu dan tau ada cinta yang tulus dariku…

Incoming search terms:

  • puisi sunda kidung keindahan alam
  • puisi sunda kidung putus cinta

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum



Perjalanan

Posted on 27 January 2010 by (0) Comment

tetap setia dengan apa yang ku pegang dalam perjalanan ini,
telah menjadi kunci bagi ku,
untuk terus tegar,
ku kan slalu mengingat semuanya.

apakah betul,
semua yang ku jalani ini.
berkat hancurnya hidupku,
dalam 16 tahun lalu,

berawal dari perpisahan mereka,
ku jalani tanpa beban,
namun,
dengan segudang tanya
muncul di benakku,
satu tanya yang ku jawab sendiri,
tanpa mengharap kritik
dan anggapan dari yang lain.
“SIAPA yang salah dalam kehidupan ku ini?”

Incoming search terms:

  • puisi sindiran untuk pemerintah
  • puisi panjang nusantara
  • puisi sindiran untuk pemerintah 2010
  • puisi pergaulan bebas 2010
  • sajak tegar dengan fitnah
  • sajak sindiran cinta 2010
  • puisi sindiran untuk sahabat
  • contoh pantun dengan tema sindiran terhadap pemerintah
  • puisi sindiran terhadap pemerintah
  • sindiran untuk pemerintah 2010

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan



Dakwah Rasulullah SAW Ke Thaif

Posted on 29 December 2009 by (0) Comment

Setelah Sembilan tahun Muhammad diangkat sebagai Rasulullah, beliau masih menjalankan dakwah di kalangan kaumnya sendiri disekitar kota Makkah untuk memperbaiki pola hidup mereka. Tetapi hanya sebagian kecil saja orang yang bersedia memeluk agama Islam atau bersimpati kepadanya, selebihnya selalu berusaha dengan segala daya upaya untuk mengganggu dan menghalangi beliau dan pengikut-pengikutnya. Di antara mereka yang bersimpati dengan perjuangan Nabi adalah Abu Thalib, paman beliau sendiri, namun sayangnya ia tidak pernah memeluk agama Islam sampai akhir hayatnya.

Pada tahun kesepuluh setelah kenabian Abu Thalib wafat. Dengan wafatnya Abu Thalib ini, pihak kafir Quraisy merasa semakin leluasa mengganggu dan menentang Nabi saw.

Tha’if merupakan kota terbesar kedua dikawasan Hijaz. Di sana terdapat Bani Tsaqif, suatu kabilah yang cukup kuat dan besar jumlah penduduknya. Rasulullah saw pun berangkat ke Tha’if dengan harapan dapat membujuk Bani Tsaqif untuk menerima Islam, dengan demikian beliau akan mendapatkan tempat berlindung bagi pemeluk-pemeluk Islam dari gangguan kafir Quraisy. Beliau pun berharap dapat menjadikan Tha’if sebagai pusat kegiatan dakwah. Setibanya disana, Rasulullah saw mengunjungi tiga tokoh Bani Tsaqif secara terpisah untuk menyampaikan risalah Islam. Namun yang terjadi, mereka bukan saja menolak ajaran Islam, bahkan mendengar pembicaraan Nabi saw pun mereka tidak mau. Rasulullah saw diperlakukan secara kasar dan biadab. Sikap kasar mereka itu sungguh bertentangan dengan kebiasaan bangsa Arab yang selalu menghormati tamunya. Dengan terus terang mereka mengatakan bahwa mereka tidak senang Rasulullah saw dan pengikutnya tinggal di kota mereka. Semula Rasulullah membayangkan akan mendapat perlakuan yang sopan diiringi tutur kata yang lemah lembut, tetapi ternyata beliau diejek dengan kata-kata kasar.

Salah seorang diantara mereka berkata sambil mengejek, “Benarkah Allah telah mengangkatmu menjadi pesuruh-Nya?”. Yang lain berkata sambil tertawa, “Tidak dapatkah Allah memilih manusia selain kamu untuk menjadi pesuruh-Nya?”.

Incoming search terms:

  • puisi orang ketiga
  • dakwah di thaif
  • konversi pupuk bokashi 3 ton
  • puisi perjalanan nabi muhammad
  • puisi tentang orang ketiga
  • puisi untuk orang ketiga
  • sejarah nabi muhammad Hijrah ke thaif dan habasyah
  • mengapa kadar air berat basah dikurang berat kering dan dibagi kembali dengan berat keringpada tanah
  • tips memperbesar botol minyak 35liter menjadi 50 liter
  • paman nabi yang kapir mendukung perjuangan

Categories: Cerita Sahabat



Hijrahnya Kaum Muslimin Ke HABASYAH

Posted on 24 December 2009 by (2) Comment

HIJRAHNYA KAUM MUSLIMIN KE HABASYAH

Permusuhan dengan kaum kafir menyebabkan penderitaan dan kesu-sahan kaum Muslimin semakin bertambah. Akhirnya Rasulullah saw. meng-izinkan mereka meninggalkan Makkah. Banyak para sahabat yang hijrah ke negeri Habasyah, walaupun pada saat itu Habasyah dipimpin oleh seorang raja Nasrani pada waktu itu dia belum memeluk Islam yang terkenal karena kasih sayang dan keadilannya.

Pada bulan Rajab tahun ke-5 sejak Rasulullah saw. menjalankan dakwah, rombongan pertama telah diberangkatkan ke Habasyah. Rombongan itu berjumlah kurang lebih 12 orang lelaki dan 5 orang wanita. Orang-orang kafir Quraisy pun segera mengejar untuk menghalangi kaum muslimin, namun mereka tiba di pelabuhan setelah kapal kaum muslimin bertolak.

Setibanya di Habasyah, rombongan kaum muslimin mendengar kabar burung bahwa seluruh orang Quraisy telah memeluk Islam dan Islam telah mendapat kemenangan. Mendengar berita itu, mereka sangat gembira. Mereka pun memutus-kan untuk kembali ke tanah air mereka. Tetapi ketika hampir tiba di Makkah mereka mendapati bahwa berita itu hanya tipuan belaka. Karena ternyata gangguan dan permusuhan terhadap orang-orang Islam tidak berkurang sedikit pun. Dengan terpaksa mereka segera berlayar kembali ke Habasyah, sedangkan sebagian dari mereka terus memasuki kota Makkah dengan perlindungan orang yang berpengaruh. Peristiwa ini dikenal dengan nama hijrah ke Habasyah yang pertama.

Incoming search terms:

  • hijrah ke habasyah
  • kisah hijrah nabi muhammad ke habasyah yang ke dua
  • hijrah ke habsyah
  • kalau tak untung
  • cerita novel kalau tak untung
  • hijrah nabi muhammad ke habasyah
  • puisi darah pelajar
  • puisi bulan rajab
  • perjalanan nabi ke habasyah
  • orang yang ikut hijrah pertama ke habsyah

Categories: Cerita Islami, Cerita Sahabat



TakdirMu

Posted on 7 December 2009 by (0) Comment

Judul: TakdirMu
Oleh: Rizky Anggreini

Takdir telah berkata,
Ya Allah berikanlah kami kekuatan
Walau air mata tak henti tertahan
biarkan kami bisa menerimanya…

Ya Allah ini adalah kehendakMu,
maka semuanya kami kembalikan kepadaMu,
semuanya mempunyai batas,
maka berikanlah pula kami kekuatan yang tak terbatas dalam hal ini…

Orang yang kami sayang,
yang selama ini menjadi bagian dari hidup kami,
kini menghadapMu…
Berilah kemudahan untuknya,
lapangkanlah tempatnya disisiMu,
Ya…Rabb…
Kami tau ini yang terbaik,
maka berikanlah kesempatan kepada kami untuk bisa menerimanya…

Ya Rabb,kami menangis bukan karena tidak menerima takdirMu,
Kami menangis bukan karena tidak beriman kepadaMu,
Tapi kami hanya butuh waktu,
butuh waktu untuk menenangkan diri dari keterkejutan kami,

Ya Rabb..Bimbing lah kami…

Tags: Puisi Ilahi, puisi rabb, puisi sayang, puisi pencipta, puisi islam, sastra islam, puisi takdir, syair islam

Incoming search terms:

  • kumpulan syair lama
  • syair lama
  • contoh syair lama
  • contoh puisi dan penciptanya
  • Puisi sastra islam
  • kumpulan puisi dan penciptanya
  • buku syair dan sastra
  • puisi takdir ilahi
  • puisi tentang pencipta
  • sair lama cinta

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum



Tentang sayang ku

Posted on 7 December 2009 by (0) Comment

Judul: Tentang sayang ku
Oleh: Rizky Anggreini

Kamu tau sayang, aku sayang kamu
kamu tau sayang, sampai kapanpun akan begitu…
walaupun kau mengiris sebagian dari hatiku,
walaupun kau sayat-sayat jantungku,
aku kan tetap sayang kamu sayang…

Walaupun amarah ku memuncak,
walaupun suatu waktu aku meninggalkanmu,
percayalah sayang itu hanya sementara,
aku bakal kembali padamu..

Aku sayang kamu, sayang
tak hirau buatku apakah kau tau hal ini,
apakah berarti untukmu keberadaanku, perhatianku, aku kan tetap pada hatiku,
pernahkan kau tau cara membohongi hati sendiri ?
sakit bukan ?

Aku sayang kamu sayang,
walaupun kau kan menyakitiku,
karena ku tak mau menyakiti diriku…

Tags: Puisi sayang, puisi sayang kamu, aku sayang kamu, puisi perhatian, puisi pengorbanan, puisi demi cinta, puisi kembali, puisi mengenalmu

Incoming search terms:

  • puisi ingin mengenalmu
  • puisi marah tapi sayang
  • puisi mengenalmu
  • islam puis pendeki
  • puis hati
  • puisi sendiriku hanya di temani gitar
  • puisi sedih yang ingin meninggalkan orang yang disayang
  • puisi sakit hati yang pendek
  • puisi pendek tentang sakit hati
  • Puisi mengenalmu sampai jadi milikku

Categories: Puisi Cinta, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum



Harum Meruntuh…

Posted on 13 November 2009 by (0) Comment

Judul: Harum Meruntuh…
Oleh: Galuh

Hitam, kuning, putih, hijau, biru, merah…
Ditanam… Berkerumun tanpa hakekat.
Bergerak perlahan jauh mendekat.
Mencoba meraba diri tersurat.

Tunai waktu panen setengah.
Tiada matang dapat dinikmat.
Menyisa satu…
Hanya satu…?
Ya…
Tinggal satu…!!
Tinggal satu tekad hakekat
Bulat, sehat, kuat…

Semerbak indah lalui indra…
Harum rasuki jiwa…
Segar tanpa gentar…
Menyebar, menjalar, menuju hati dituju.

Sayang…
Tiada asa mampu dinikmat.
Tiada tanggap harap didekap.

Incoming search terms:

  • puisi kiasan
  • contoh puisi kiasan
  • contoh kiasan puisi
  • puisi yang menyindir pemerintah
  • puisi kiasan lucu
  • puisi kiasa
  • puisi khiasan jiwa
  • Puisi khiasan
  • puisi isi kiasan
  • Puisi iba

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat