Search Results   apa arti sebuah impian | Sastra Nusantara

Ketika Derita Mengabadikan Cinta

Posted on 14 December 2008 by (0) Comment

Penulis : Habiburrahman El Shirazy

“Kini tiba saatnya kita semua mendengarkan nasihat pernikahan untuk kedua mempelai yang akan disampaikan oleh yang terhormat Prof. Dr. Mamduh Hasan Al-Ganzouri . Beliau adalah Ketua Ikatan Dokter Kairo dan Dikrektur Rumah Sakit Qashrul Aini, seorang pakar syaraf terkemuka di Timur Tengah, yang tak lain adalah juga dosen kedua mempelai. Kepada Professor dipersilahkan. …”

Suara pembawa acara walimatul urs itu menggema di seluruh ruangan resepsi pernikahan nan mewah di Hotel Hilton Ramses yang terletak di tepi sungai Nil, Kairo.

Seluruh hadirin menanti dengan penasaran, apa kiranya yang akan disampaikan pakar syaraf jebolan London itu. Hati mereka menanti-nanti mungkin akan ada kejutan baru mengenai hubungan pernikahan dengan kesehatan syaraf dari professor yang murah senyum dan sering nongol di televisi itu.

Sejurus kemudian, seorang laki-laki separuh baya berambut putih melangkah menuju podium. Langkahnya tegap. Air muka di wajahnya memancarkan wibawa. Kepalanya yang sedikit botak, meyakinkan bahwa ia memang seorang ilmuan berbobot. Sorot matanya yang tajam dan kuat, mengisyaratkan pribadi yang tegas. Begitu sampai di podium, kamera video dan lampu sorot langsung shoot ke arahnya. Sesaat sebelum bicara, seperti biasa, ia sentuh gagang kacamatanya, lalu…

Incoming search terms:

  • kumpulan puisi tentang pendidikan
  • puisi bahasa jawa tentang alam
  • puisi perjuangan wanita
  • puisi tentang perjuangan wanita
  • puisi tentang pendidikan
  • contoh puisi tentang pendidikan
  • puisi ulang tahun anak
  • Puisi tema pendidikan
  • puisi perjuangan perempuan
  • Puisi tentang perjuangan perempuan

Categories: Cerita Cinta



Akhir Sebuah Penantian (bagian 3)

Posted on 4 December 2008 by (0) Comment

Aku sedang memberikan susu pada Rimba, saat Koko berlari-lari masuk, seperti dikejar serombongan pemberontak bersenjata. Ni, kamu lihat Mahesa? tanyanya, dengan napas memburu.

”Tadi, sih, dari sini, memeriksa Rimba,” sahutku, cuek.

Susu di dot telah habis. Rimba, harimau sumatra jantan yang kini telah pulih berkat kasih sayang Mas Rangga dan teman-temannya, kumasukkan kembali ke kerangkengnya.

”Ada apa, sih?”

”Ada penangkapan lagi di pelabuhan.”

”Penangkapan apa? Bahasamu itu, kok, kriminal banget!”

”Maaf… kamu belum tahu, ya, istilah-istilah yang sering kami pakai!” kata Koko, sambil tertawa. ”Itu artinya, ada aksi penyelundup­an binatang yang dilindungi, tapi berhasil digagalkan petugas! Pe–lakunya tertangkap dan sekarang menyisakan dua landak hutan di sana. Kamu mau ikut dan melihat seperti apa situasinya?”

”Boleh?”

Incoming search terms:

  • KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER POHON GAHARU
  • pantun penantian
  • sajak keparat
  • analisis lapis bunyi puisi chairil anwar sebuah kamar
  • apakah rasamu itu telah kamu alihkan pada yang lain?
  • cerita dewasa akhir sebuah penantian
  • kahlil gibran penantian
  • penantian kahlil gibran

Categories: Cerita Bersambung