Search Results   dalam kegelapan | Sastra Nusantara

Pagi Yang Indah

Posted on 8 November 2010 by (0) Comment

Judul: Pagi Yang Indah
Oleh: safwan s

Segelas teh asing
Menyertai pagi yang indah
Dalam kabut asap lisong
Terhempas oleh alunan semut bernyanyi
Menyaksikan 3 juta anak negri
Berpangku tangan
Menatap lautan yang tak akan pernah kering
Sayup-sayup gelombang
Menyertai pagi ini
Harian fajar adalah hal yang menarik
Penuh dengan suka, duka,
Dan kebablasan mereka
Bagi pedasi
Bukan mereka yang sekolah!!
Kadang terfikir
Kala di atas pohon talas
Apa mereka sekolah mau belajar membodoh-bodohi
Atau memberantas kebablasan ini
Entahlah aku tak tahu
Biarlah aku menjadi anak bangsa
Yang sukanya turun ke jalan
Membakar ban bekas
Membakar merah putih

Biarlah aku tidur di atas harian fajar itu
Yang penuh dengan kebablasan
Tidur ku nyanyak
Disetai dengan alunan music para pendemo di media

Biarlah jalan fly over menjadi tempat nonkrog ku
Sambil menatap kota Makassar dalam kegelapan malam
Menatap gedung graham pena
Yang menjadi pencetak kebablasan
Menatap gedung kantor DPRD provinsi di sudut kiri graha pena
Yang sepi
Yang paginya menjadi kesibukan para pedasi dan para pembawa proposal
Yang katanya berbuat untuk rakyat Makassar
Itu hanya kata mereka begitu

Incoming search terms:

  • kamut pagi
  • sair kegelapan
  • Jendela langit harian fajar

Categories: Alunan Puisi, Puisi Pahlawan



hiduplah dengan mataku

Posted on 24 January 2010 by (4) Comment

Judul: hiduplah dengan mataku
Oleh: “adhi”

“Aku ingin banget lihat indahnya dunia ini, dan melihat wajah seorang malaikat yang selalu menemani aku di !”
Ucap syanta dengan penuh harapan
“malikat…..?”
Tanya adhi bingung,
“ia malaikat, kamu itu seperti seorang malikat dhi, yang selalu menemani dan menjaga ku”
“kamu bisa aja syanta….”
“dhi, kenapa sih kamu mau menemani aku ?”
“karna aku sayang banget sama kamu dan aku ga mau terjadi apa-apa sama kamu”
Ucap adhi tulus sambil memegang telapak tangan kiri syanta,
“Sayang,,,,! Kamu sayang sama aku, bukannya kamu hanya kasihan dengan seorang gadis buta seperti aku ?”
“kenapa kamu bicara seperti itu, jadi kamu meragukan perasaan ku ?”
“bukanya aku meragukan dhi, mana ada sih seseorang yang ingin punya kekasih tunanetra, itu hanya dapat membuat ………..”
Belum selesai bicara syanta memutuskan kata-katanya
“membuat apa ?”
Syanta hanya terdiam sejenak,
“aku menyayangi kamu dengan tulus syanta, bukan karna aku kasihan dengan kamu, jadi buanglah keraguan kamu itu. Aku ingin menjadi kekasih yang selalu menjaga dan menemani kamu syanta”
“maafin aku dhi aku ga bisa menjadi kekasih kamu, kamu lebih pantas dengan wanita normal bukan seperti aku”
“kenapa kamu bicara seperti itu syanta ? aku ingin kamu bicara jujur bagaimana perasaan kamu selama ini sama aku ?”
“sudahlah dhi, ga ada sedikitpun perasaan aku untuk kamu, aku selama ini hanya mengganggap kamu sebagai teman !”
“kamu bohong syanta, kamu bohong………..!!!”
Teriak adhi dengan sedih dan ia segera berlari pergi dari hadapan syanta dengan membawa kehancuran di hatinya, syanta hanya terdiam dan merenung atas semua apa yang telah dikatakannya pada adhi. Dalam hatinya syanta berkata “maafin aku dhi, aku telah membohongi perasaan aku sebenarnya aku sayang sama kamu tapi aku tidak ingin menyusahkan kamu semoga kamu mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku”
Ternyata syanta juga memendam perasaan dengan adhi, terpaksa ia mengorbankan cintanya hanya karna ketidak sempurnaan dirinya, namun apa yang di lakukannya itu justru membuat dua hati menjadi hancur.

***

Incoming search terms:

  • kata-kata kesel sama pacar
  • hiduplah dengan mataku
  • kata kata kesel sama pacar
  • kata kesel sama seseorang
  • puisi aku sayang banget sama kamu
  • puisi keseL ma pacar
  • puisi kesel sama pacar
  • puisi sayang banget sama pacar
  • aku tulus sayang kamu
  • puisi singkat pelangi

Categories: Cerita Bersambung, Cerita Cinta, Cerita Dewasa, Cerita Pendek, Cerita Remaja, Cerita Sahabat, Sebuah Cerita



Dalam kegelapan malam..

Posted on 26 October 2009 by (1) Comment

Judul: Dalam kegelapan malam..
Oleh: Rahmat Halim

Dalam kegelapan malam..
Kumendengar gemericik air yang menenangkan jiwa
Membentuk sebuah simponi alam dalam kegelapan
Seperti memainkan lagu sendu
Diantara kekosongan hatiku

Dalam kegelapan malam ..
Kurindukan mentari dengan cahayanya yang sombong
Merasuk masuk kedalam jendela kaca
Mengirimkan sinyalnya akan datangnya pagi
Menghentikan alur dari mimpi indah tentangmu

Dalam kegelapan malam..
Kumainkan jemariku pada sebuah gitar tua
Diiringi angin yang bersiul diantara hamparan rumput kering
Bersama nyanyian jangkrik yang begitu sempurna
Lalu dari situ kubuat sebuah bait lagu indah tentangmu

Dalam kegelapan malam..
Kumenatap ribuan bintang
Dengan sinarnya yang begitu indah
Yang menari diantara cahaya bulan separuh purnama
Membuatku teringat akan senyumanmu
Yang terus membayangi di alam sadarku

Didalam kegelapan malam..
Kutermangu dibuai mimpi
Mimpi akan datangnya seorang bidadari
Lalu menyapaku dengan senyumannya yang suci
Dan membawaku terbang jauh ke dasar hati
Membebaskan diriku dari segala rasa sepi

puisi malam, syair malam, puisi cinta, syair cinta, sajak cinta, sajak malam, puisi malam

Incoming search terms:

  • puisi kegelapan
  • syair kegelapan
  • syair bebas
  • puisi kegelapan jiwa
  • puisi kegelapan malam
  • syair untuk orang tua
  • puisi cahaya kecil di kegelapan pekat
  • puisi cahaya di kegelapan malam
  • dalam kegelapan
  • kegelapan malam

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Umum, Sajak Cinta, Sajak Syair



Getaran Jiwa

Posted on 27 June 2009 by (0) Comment

Judul: Getaran Jiwa
Oleh: Tri Ulan Taipe City

kepala tertunduk lesu
jiwa bergetar luluh pilu
air mata tak mampu terbendung
kala kusebut asmamu yang agung

yaaaaaa ……. alloh
mengapa baru teringat
seteleh semua terlanjur
mengaa baru tersadar
setelah semua hancur

terlalu jauh langkahkan kaki
pijak kenikmatan semu duniawi
tersenyum bangga
karena masih diatas segalanya
tak pernah tersadar
semua hanya sementara

yaaaaaa……..alloh
terangi jiwa yang dalam kegelapan
tuntun tangan-tangan rapuh ini
agar tak terulang
jatuh kelubang kenistaan
terima insafku
sebelum nafas diujung waktu

Incoming search terms:

  • puisi duniawi
  • sajak tobat

Categories: Alunan Puisi, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum, Sajak Syair



Dunia Penuh Beban (Rumi)

Posted on 22 December 2008 by (2) Comment

Dari langit setiap saat wahyu turun ke dalam kalbumu,
“Bagaikan sampah berapa lamakah usia hidupmu di atas bumi? Naiklah!”
Sesiapa yang beban jiwanya berat, pada akhirnya akan menjadi sampah.

Apabila sampah memenuhi tong, bersihkan!
Janganlah lumpur itu dibuat kewruh setiap kali,
Agar air kolammu jernih dan sampah mudah dibuang dan dukamu sembuh.

Demikian roh, bagaikan obor, asapnya lebih tebal dibanding cahayanya.
Apabila gumpalan asap lenyap, cahaya dalam rumah tak akan dipermainkan lagi.
Kau sentiasa bercermin ke dalam air keruh,
Kerana itu bukan bulan ataupun matahari kau lihat
Apabila kegelapan menutup langit, matahari dan bulan tak nampak.
Angin utara bertiup, udara segar.

Untuk membawa udara segar angin sepoi bertiup pada waktu subuh.
Angin roh bertiup membuat segar dada yang sesak disebabkan derita.
Nafas ringan terhela dan jiwa rasa hampa.

Di bumi roh ialah pengembara asing, negeri tanpa ruang itulah yang ia rindukan,
Mengapa nafsu amarah sentiasa gelisah?
Roh suci, berapa lamakah kau akan mengembara di bumi?
Kau elang raja, terbanglah kembali kepada siul Baginda!

Judul Ilustrasi by Fadlie
Puisi by Jalaluddin Rumi

Incoming search terms:

  • puisi beban hidup
  • artikel analisis reaksi bunga pagoda dicampur dengan larutan etanol
  • mengapa pada siang hari langit tampak biru dan pada sore hari langit tampak kemerah-merahaan
  • ptt bunga matahari( helianthus annuus)

Categories: Puisi Rumi



Pantun2 Indonesia Raya

Posted on 15 December 2008 by (2) Comment

inilah pantun-pantun tanpa sampiran
Karena yang terburuk sudah sangat telanjang
Inilah pantun-pantun hanya sampiran
Karena setiap isi tidak boleh diungkapkan

Inilah syair pantun-pantunan
Untuk pelipur lara koran-koran yang ngumpet di balik kegelapan
Untuk para cendekiawan yang arif dan bungkam
Untuk kaum seniman yang sibuk main akrobat aliran-aliran

Incoming search terms:

  • kumpulan pantun indonesia
  • contoh pantun cinta tanah air
  • pantun indonesia raya
  • pantun tema cinta tanah air
  • pantun tentang cinta tanah air
  • kumpulan pantun2
  • pantun tanah air indonesia
  • kumpulan pantun pembangunan negeri
  • Pantun tanah air
  • pantun gerakan indonesia raya

Categories: Emha Ainun Nadjib, Kumpulan Pantun



Sebuah Penantian

Posted on 15 December 2008 by (3) Comment

angkah ini telah berhenti tuk sejenak
ditengah penantian saat ini
pandanganku tertutupi oleh kegelapan
bukankah seharusnya cahaya itu berpihak pada kegelapan
teruslah melangkah untukmu
cahaya hatimu kan tetap menjagamu dalam kegelapan
tak perlu menunggu untukku
aku akan dalam penantianku

Incoming search terms:

  • sebuah penantian
  • subuah penantian

Categories: Puisi Sahabat



Sahabatku Yang Tertindas

Posted on 7 December 2008 by (3) Comment

Wahai engkau yang dilahirkan di atas ranjang kesengsaraan,
diberi makan pada dada penurunan nilai,
yang bermain sebagai seorang anak di rumah tirani,
engkau yang memakan roti basimu dengan keluhan dan meminum air keruhmu bercampur dengan airmata yang getir.
Wahai askar yang diperintah oleh hukum yang tidak adil oleh lelaki yang meninggalkan isterinya,
anak-anaknya yang masih kecil,
sahabat-sahabatnya,
dan memasuki gelanggang kematian demi kepentingan cita-cita, yang mereka sebut ‘keperluan’.

Incoming search terms:

  • adakah kapur boleh menghentikan darah haid yang lebat
  • kumpulan sajak kahlil gibran
  • puisi kesedihan meninggalkan sekolahku

Categories: Puisi Kahlil Gibran



Tamsil Dunia Air

Posted on 2 December 2008 by (0) Comment

Apakah kita sampai dalam dasar kolam, gelisah
berkaca permukaan tak karuan, letih menyelami
tanpa harapan hingga makin buyarkan pandang
didepak sinar terjerembab kegelapan mendasar

Terhadap riak-riak gelombang, kita mengalir
menepi sampai ke tepi dari keramaian dunia air
ternyata banyak pilihan yang membingungkan
tak sempat untuk dapat menata diri kembali
betapa kita butuh bernafas lebih bebas lagi

Berkaca lebih bersih di atas permukaan kolam
pasrah karunia atau bencana yang akan tumpah
kita tetap menajamkan pandangan kehidupan

Puisi-Puisi Akhmad Sekhu

Incoming search terms:

  • puisi bencana alam
  • puisi peristiwa alam
  • puisi tentang peristiwa alam
  • kumpulan puisi bencana alam
  • contoh puisi tentang bencana alam
  • puisi tentang pertanian
  • kumpulan puisi tentang bencana alam
  • contoh puisi bencana alam
  • Contoh puisi bencana
  • contoh puisi kerusakan alam

Categories: Alunan Puisi, Alunan Sajak