Search Results   diam | Sastra Nusantara

puisi aku..kau..dan dia

Posted on 4 April 2011 by (0) Comment

Judul: Aku kau dan dia
Oleh: hening

aku…yang berjalan dengan mauku mencintaimu dengan cinta dalam hatiku..
kau..yang kucintai dengan rasa yang aku miliki sekalipun kutahu cinta kita sulit untuk diperjuangkan saat ini..
dia…yang memang telah memiliki secara ragawi tapi tak pernah bisa merengkuh hati ini..
menatap sedih dengan kehidupan yang harus dijalani…
cinta segitiga yang penuh dengan likuan jalan…
ada air mata, ada luka, ada takut, ada kecewa..
bercampur aduk…
antara cinta, kasihan dan pengkhianatan…
sampai kapan…
entahlah aku hanya mampu tertunduk diam dalam keheningan…
tanpa harus berkata apa-apa..
dan hanya bisa ucapkan aku hanya mampu menjalaninya…
suatu saat akan memutuskan dan smoga indah pada akhirnya…
cinta dalam hati menjadi ukiran indah dalam diri…

Incoming search terms:

  • puisi cinta segitiga
  • puisi cinta segi tiga
  • aku kau dan dia
  • Puisi cinta kau dan dia
  • puisi aku kau dan dia
  • puisi kau dan dia
  • puisi sedih tentang cinta segitiga
  • Kata cinta segitiga
  • syair cinta segi tiga
  • puisi diam tanpa kata

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Umum



Kata Kata yang Ku Anggap merdeka

Posted on 6 March 2011 by (0) Comment

Judul: Kata2 yang ku anggap merdeka
Oleh: aprinol zikri

aku terdiam membisu
dengan wajah yang masih merunduk
menyeka bulir air mata satu persatu
mengeja dari sekira kira jarak yang melukai

aku siap pula mencincang kata kata yang ku anggap merdeka
hidup yang dulu jauh sesudah zaman
dengan lantang berteriak dengan bahasa asing
bersiap mengadu berbagai macam argument

catatan hidup  yang belum bersih
dari rona noda yang membiru
aku hanya tersenyum dingin
seru yang tak di dengar oleh satu pun penghuni tanah

Incoming search terms:

  • puisi gurun pasir
  • kata2 merdeka
  • kata-kata kemerdekaan
  • kata kata merdeka
  • katakata kemerdekaan
  • kumpulan puisi tentang kemarau yang singkat
  • puisi bendera merah putih yang bersajak
  • puisi gurun
  • puisi tentang kemarau
  • puisitentang kemarau

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Pahlawan, Puisi Sahabat, Puisi Umum



Aku di sini

Posted on 21 January 2011 by (0) Comment

aku ada disini
diantara penghujung waktu
terus dan terus menyelusuri
dari ujung ke ujung sepi

aku masih disini
bersama waktu waktu yang kabur
hingga sampai saat ini
senja pun telah uzur

tetap disini
kian sepi
waktu pun membisu
tiada kata yang mampu ku kutip

masih saja di sini
tak beranjak sama sekali
terdiam dan tergugu
semua serba kelu

Incoming search terms:

  • pencitraan puisi
  • puisi Khalil Gibran dan parafrasanya
  • puisi sungai yang indah
  • aku tersenyum diatas perih dan tertawa diantara luka puisi
  • home puisi kenangan kahlil gibran sajak cinta puisi perpisahan puisi cinta puisi persahabatan puisi rindu puisi chairil anwar - senja di pelabuhan kecil
  • puisi judul tawa
  • puisi umum dengan pencitraan
  • sajak kau membuat aku bingung
  • sajak sajak zikri chania

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Islami, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Umum



Dalam Cerita

Posted on 27 November 2010 by (0) Comment

Judul: Dalam Cerita
Oleh: Aprinol zikri

Sebentar lagi gelap,
Sementara sudut hati masih terluka,
Nyiur melambai suruh kita pulang,
Tepat dibibir senja yang mulai menghilang  ,
Kita susuri langkah tersa asing,
Langkah terseok senja mengiring,
Tak tau langkah tempat berpulang,
Kita saling terdiam,
dan kita hanya dalam cerita,

Incoming search terms:

  • syair keindahan senja yang merindukan

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum



Selalu Begini

Posted on 25 November 2010 by (2) Comment

Selalu Begini
Oleh: Aprinol Zikri

matahari menyinari kamar ini
ku dengar kokok ayam menyambut pagi
setiap hari selalu begini
sang surya tak secerah hati ini
menanti dan menanti lagi
hanya gelisah yang memenuhi isi dada
aku hanya bisa tergugu dan serba kelu
Melangkah dalam diam dan ragu dalam bisu tampa ada kata yang mengiringi

Zikri Chania,2010

Categories: Alunan Puisi



Ketika Malam Semakin Diam

Posted on 8 November 2010 by (0) Comment

Judul: Keika Malam Semakin diam
Oleh: Eric

malam ini tak ada awan
mungkin tersapu hujan
cuma dingin
tak ada hembus angin

kata-kata redam
sebisu langit yang juga diam
bahkan rindu yg biasanya terjaga
lelap entah di laut mana

nafas ini sendiri saja
memanggil pelangi sia-sia
di balik buram kaca jendela
selain sepi yang sempurna
tak ada lagi kawan bicara

dimana kiranya
lengkung pelangi bersembunyi?
tetes air mata
terurai jatuh tanpa suara
tanpa isak yang biasa

lalu semua tenggelam
nafas…juga tetes air mata
serupa langit dan kata”
mereka memilih diam

menyerah untuk istirah
di bahu malam yang mulai patah

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Umum



Three Days (versi cerpen)

Posted on 26 October 2010 by (1) Comment

Alidya terdiam membaca rangkaian curahan hatinya. Benarkah dengan tiga hari ia bisa menyadari akan kenyataan ini? Akan hatinya yang kini tertawan oleh sosok pendiam dan bijaksana Randy. Sosok lelaki yang perlahan tapi pasti menyadarkannya akan arti tulus mencintai apa adanya. Yang mengikrarkan padanya bahwa lelaki itu akan menyuntingnya suatu saat nanti. Namun ragu masih merajai hatinya karena sang pangeran hati tak jua memberi kejelasan akan hubungan mereka. Yang ia tahu setiap ditanya orang akan dirinya, Randy pasti menjawab, “ Dia temanku.” Benarkah hanya teman? Pertanyaan itu selalu mengusik nuraninya.

Mungkin ia bimbang. Dan juga ia jenuh dengan segala ke-tidak pasti-an ini. Hatinya pasti mengukirkan nama Randy. Namun ia tak tahu sebaliknya. Karena seorang Randy penuh misteri. Ia tak pernah mampu mendefinisikan bagaimana perasaan lelaki itu padanya. Tapi yang ia tahu dari semua sahabatnya bahwa lelaki itu sudah menyukainya sejak awal tahun ajaran.

***
Apa sebenarnya yang terjadi?!

Incoming search terms:

  • pengaruh perrtumbuhan primer terhadap pertumbuhan sekunder
  • bagaimana hubungan antara kapasitas tukar kation dengan jumlah yang akan kita berikan
  • sel daun japan gladiol & keterangan nya
  • puisi untuk hubungan yang rumit
  • persen zat organik lumpur tinja
  • peristiwa hijrah nabi muhammad ke thaif ke habasyah
  • perbedaan daun tercemar dan tidak tercemar pada plastisitas
  • pemucatan urat daun pada jagung
  • klasifikasi bakteri phytomonas cattleyae
  • kisah cinta dewasa

Categories: Cerita Bersambung, Cerita Dewasa, Cerita Pendek, Cerita Remaja, Cerita Sahabat



Penerimaan

Posted on 4 July 2010 by (1) Comment

Judul Penerimaan
From: al-Umam

‘Ku tatapkan mata hatiku pada penjuru waktu
‘Ku lampiaskan tanya jiwaku pada yang kujumpai
Ada apa dalam getar hatiku ?
Bila bertemu satu angan yang terbayang
ada rasa kian meronta, hendak mencari penawar hati.
Akankah getar hatiku membawa asa ?. Dimana … ?
Karena asaku adalah hidupnya jiwaku.

Langkah demi langkah ayunan hatiku berpijak,
menelusuri gugusan masa hidupku ;
‘Ku rasakan getar-getar penuh misteri,
- seperti jalur seorang musafir,
menyusuri jalan berpasir .. berkerikil .., kadang berbatu.

Perjuangan,
Laskar cinta di medan sunyi
angan menggapai namun tiada membekas
hampa sebuah raihan kandas dalam bidikan,
sebuah perang sunyi di belantara gundahnya hati.

.. cinta kugapai, tiada kudapat,
rinduku …, ‘bak peluru tiada bermusuh.
Kini laskar cinta kesunyian di medan laga,
kutatap – sepertinya …
perang ini sebuah perjalanan panjang.

Haruskah ‘ku lalui seorang diri,
atau diam termenung berteman kalut
sehingga asaku habis merenungi penjuru waktu
yang hanya terpena di hati.

Haruskah ‘ku lalui seorang diri … ?

Incoming search terms:

  • geguritan basa jawa pengorbanan untuk pacar l
  • kumpulan puisi perjuangan hidup

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Pahlawan, Puisi Penantian, Puisi Rumi, Puisi Sahabat



hiduplah dengan mataku

Posted on 24 January 2010 by (4) Comment

Judul: hiduplah dengan mataku
Oleh: “adhi”

“Aku ingin banget lihat indahnya dunia ini, dan melihat wajah seorang malaikat yang selalu menemani aku di !”
Ucap syanta dengan penuh harapan
“malikat…..?”
Tanya adhi bingung,
“ia malaikat, kamu itu seperti seorang malikat dhi, yang selalu menemani dan menjaga ku”
“kamu bisa aja syanta….”
“dhi, kenapa sih kamu mau menemani aku ?”
“karna aku sayang banget sama kamu dan aku ga mau terjadi apa-apa sama kamu”
Ucap adhi tulus sambil memegang telapak tangan kiri syanta,
“Sayang,,,,! Kamu sayang sama aku, bukannya kamu hanya kasihan dengan seorang gadis buta seperti aku ?”
“kenapa kamu bicara seperti itu, jadi kamu meragukan perasaan ku ?”
“bukanya aku meragukan dhi, mana ada sih seseorang yang ingin punya kekasih tunanetra, itu hanya dapat membuat ………..”
Belum selesai bicara syanta memutuskan kata-katanya
“membuat apa ?”
Syanta hanya terdiam sejenak,
“aku menyayangi kamu dengan tulus syanta, bukan karna aku kasihan dengan kamu, jadi buanglah keraguan kamu itu. Aku ingin menjadi kekasih yang selalu menjaga dan menemani kamu syanta”
“maafin aku dhi aku ga bisa menjadi kekasih kamu, kamu lebih pantas dengan wanita normal bukan seperti aku”
“kenapa kamu bicara seperti itu syanta ? aku ingin kamu bicara jujur bagaimana perasaan kamu selama ini sama aku ?”
“sudahlah dhi, ga ada sedikitpun perasaan aku untuk kamu, aku selama ini hanya mengganggap kamu sebagai teman !”
“kamu bohong syanta, kamu bohong………..!!!”
Teriak adhi dengan sedih dan ia segera berlari pergi dari hadapan syanta dengan membawa kehancuran di hatinya, syanta hanya terdiam dan merenung atas semua apa yang telah dikatakannya pada adhi. Dalam hatinya syanta berkata “maafin aku dhi, aku telah membohongi perasaan aku sebenarnya aku sayang sama kamu tapi aku tidak ingin menyusahkan kamu semoga kamu mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku”
Ternyata syanta juga memendam perasaan dengan adhi, terpaksa ia mengorbankan cintanya hanya karna ketidak sempurnaan dirinya, namun apa yang di lakukannya itu justru membuat dua hati menjadi hancur.

***

Incoming search terms:

  • kata-kata kesel sama pacar
  • hiduplah dengan mataku
  • kata kata kesel sama pacar
  • kata kesel sama seseorang
  • puisi aku sayang banget sama kamu
  • puisi keseL ma pacar
  • puisi kesel sama pacar
  • puisi sayang banget sama pacar
  • aku tulus sayang kamu
  • puisi singkat pelangi

Categories: Cerita Bersambung, Cerita Cinta, Cerita Dewasa, Cerita Pendek, Cerita Remaja, Cerita Sahabat, Sebuah Cerita



Penerimaan

Posted on 6 January 2010 by (0) Comment

Judul: Penerimaan
Oleh: al-Umam Ibn Ubaidil Akbar

‘Ku tatapkan mata hatiku pada penjuru waktu
‘Ku lampiaskan tanya jiwaku pada yang kujumpai
Ada apa dalam getar hatiku ?
Bila bertemu satu angan yang terbayang
ada rasa kian meronta, hendak mencari penawar hati.
Akankah getar hatiku membawa asa ?. Dimana … ?
Karena asaku adalah hidupnya jiwaku.

Langkah demi langkah ayunan hatiku berpijak,
menelusuri gugusan masa hidupku ;
‘Ku rasakan getar-getar penuh misteri,
- seperti jalur seorang musafir,
menyusuri jalan berpasir .. berkerikil .., kadang berbatu.

Perjuangan,
Laskar cinta di medan sunyi
angan menggapai namun tiada membekas
hampa sebuah raihan kandas dalam bidikan,
sebuah perang sunyi di belantara gundahnya hati.

.. cinta kugapai, tiada kudapat,
rinduku …, ‘bak peluru tiada bermusuh.
Kini laskar cinta kesunyian di medan laga,
kutatap – sepertinya …
perang ini sebuah perjalanan panjang.

Haruskah ‘ku lalui seorang diri,
atau diam termenung berteman kalut
sehingga asaku habis merenungi penjuru waktu
yang hanya terpena di hati.

Haruskah ‘ku lalui seorang diri … ?

Categories: Alunan Puisi, Alunan Sajak