Posted on 23 December 2010 by
admin
Sembilan bulan lamanya
Rahim dalam berada
Janin muda perut bunda
Pengorbanan tiada sia
Akhirnya aku lahir lahir juga
Dunia baru berseru
Pada diriku
Waktu dulu
Pada pangkuanmu
Jasa sejagat
Bercucuran keringat
Masih tetap semangat
Seiring kasih hangat
Dalam dekapan hanyat
Bunda
Waktu terus berporos
Pada kenyatan dunia
Dari balik tubuh polos
Doa pada bunda
Ananda bahagia
Bunda
Lanjut usia
Tetap saja kau setia
Terkadang ananda lupa
Masih terus bunda berdoa
Ku harap tak durhaka
Celakalah ananda
Neraka akan menyapa
Bunda
Ananda yang hina
Berharap tetap berguna
Walau jua tak ada
Selalu berusaha
Semoga bunda bahagia
Dunia memang berbeda
Tak mesti bersama
Bunda tetap di jiwa
Raga ananda,
Tetap bunda
Bunda
Untaian bunga
Ukiran bianglala
Lautan samudera
Intan permata
Kecantikan dunia
Tidak seberapa
Bunda tetaplah bunda
Terkenang sepanjang masa
Tak pernah ada akhirnya
Bunda
Wanita terhebat
Wanita terdekat
Ku kenal kau
Lewat nada merdu
Ku ucap kata ibu
Kaulah pelitaku
Tak akan padam
Terkadang meredam
Tetap tak mendendam
Dari kedingingan malam
Ananda memberi salam
Salam dari gubuk terdalam
Demi kerinduan terpendam
(Roil Jiwang Muhtadin : Jakarta, 14 Juni 209)
Sumber: revolusisenja.indosastra.com
Incoming search terms:
- geguritan nasionalisme
- geguritan judul ibu
- puisi pelit
- geguritan tentang tubuh
- pelit puisi
Categories: Alunan Puisi, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Pahlawan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Umum
Posted on 4 December 2010 by
admin
Judul: Balada Tangis Sasmita
Oleh: Muhamad Hilman
Apa yang membuatmu tersedu
Sasmita
Pada barisan keringat
Kau cuatkan kebencian
Padahal lautan air mata
Tak akan
Membuat tenggelam
Mungkin masa kanakmu
adalah daging busuk
Yang memenjarakanmu dalam keramaian
Ditoko toko, dimal mal
kau robek robek layar usia
Sampai kau benar benar lupa
Bagaimana caranya mengaduh
Sasmita
Kerinduanmu
Kerinduan kita adalah candu
Yang mengantarkan untuk bermimpi
Setelah itu
Dihanyutkan kembali mimpi itu
Oleh kenyataan yang memilukan
Lalu
Apa lagi
Yang kau elu elukan sasmita
yang pergi bukanlah rizki
Dan mengapa
kau masih menggosok gosok dadamu
padahal kau sudah mati rasa
Sasmita
Kini matahari
enggan terbit di hadapanmu
Sementara
Malam selalu menggurui kita
Untuk bergumul di udara yang lembab
Di punggung bumi
Maka, di tanah mana lagi kau akan bersinggah?
Di satu waktu
Kau korek perut bumi
Mencari air mata yang
Kau tanam di samping kubur istrimu
Karena musim kemarin
Tak ada yang boleh menangis
Sebab katanya
Sedang hari raya pengemis
Dongeng sasmita
Kini ditangan kanannya
Aku mencium bau cinta
Yang tak sempat dilemparkan
Pada truk sampah
Pagi tadi.
Wishu Muhamad, 2010
Incoming search terms:
- puisi taubat bahasa sunda
- kumpulan puisi balada cinta (puisi tangis)
- puisi tobat sunda
Categories: Alunan Sajak, Puisi Cinta, Puisi Malam, Puisi Umum, Sajak Cinta, Sajak Syair
Posted on 22 February 2010 by
admin
Aku tak pernah berlari meninggalkanmu !
Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas
Aku masih disini…. Aku masih ada…
Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat
Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi
Tuk menulis tentang hati…
Dalam sebentuk puisi
Nyatanya aku tak pernah sempat
Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat
Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat
Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat
Hingga sekali lagi di pagi ini
Kerinduan pada puisi kembali menjadi
Curahan hatiku dalam sebentuk puisi
Semoga esok aku bisa segera kembali
Cinta & Rindu berjudul Rindu Puisi ini ditulis oleh friady Dilarang keras menyalin Cinta & Rindu ini di lain tempat tanpa menyebutkan URL website serta nama penulisnya.
Incoming search terms:
- Kamut rindu
- puisi rindu pendek
- puisi pendek tentang alam
- puisi kerinduan yang mendalam
- puisi pendek kerinduan
- puisi pendek tentang kerinduan
- puisi pendek tentang rindu
- puisi rindu singkat
- puisi pendek sekali
- puisi sederhana tentang alam pantai
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat
Posted on 30 December 2009 by
admin
Judul: Kerinduanku padamu
Oleh: Rizky Anggreini
Sebentuk awan menghiasi langit
Kau lihatkah itu sayang ?
mencorak indah dilangit sana…
Kutatap, kurasakan kerinduan
kerinduan atas kebersamaan kita…
Sayang awan putih itu masih mewarnai langit,
memberikan corak biru putih pada langit itu…
Ku ingin saat ini kau juga memandang langit itu,
biar kau juga bisa merasakan kerinduan ku yang mendalam…
Tags: puisi sayang, puisi awan, puisi warna, puisi langit, puisi hiasan, puisi rindu, puisi bersama, puisi kerinduan
Incoming search terms:
- contoh puisi awan
- puisi warna biru
- contoh hiasan puisi
- contoh puisi kerinduanku
- puisi awan disana
- puisi awan sayap
- puisi kerinduan ku padamu
- puisi kerinduanku
- Tentang kerinduanku padamu sayang
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum
Posted on 30 August 2009 by
admin
Judul: Kerinduan dimalam Romadhon
Oleh: Nour M.A
Aku terkejut ketika melihat seorang balita yang ketika itu mendekapku saat i’tidal, Novan. Baru sehari dia mengenalku saat aku bertamu kesinggasana sahabatku yang sederhana. Setelah imam menyelesaikan salamnya yang kususul segera dan bergegas mendekap gadis kecil itu.
“Sendiri de’ ?”
Ia menggelengkan kepalanya seakan mengerti apa maksudku.
“Sama sapa cii . . ?” tanyaku penasaran, namun tak lama ia menunjuk kearah belakang.
“Wulan !? Kamu kesini ma sapa ? Kasian Novan !” bentakku setengah merendah.
“Tapi dia mau, dirumah juga gag ada orang.” sesalnya.
Tiga rokaat witir terakhirku terpotong dengan kehadiran mereka, segera ku mengajaknya kerumah dan ku gendong Novan.
“Kenapa si kamu kesini? Gag pake ngabari dulu lagi.”
“HP ku disita masku, dia sering marah setelah temen-temen cowo’ ku sering main kerumah,”
“Termasuk aku?” tanyaku memotong penjelasannya.
“Bukan, justru karna kamu gag pernah main lagi.”
“Romadhon ini banyak kegiatan, aku jua minta maaf gag pernah sms kamu.”
“Pulsa ku juga habis” sambungku singkat.
“Aku kangen kamu kak”
“KK’ juga, tpi ni dah malem de’.Novan juga dah ngantuk ni.”
Incoming search terms:
- download novel sedih pdf remaja
- penyakit daun padi kuning menyala
Categories: Alunan Puisi
Posted on 3 July 2009 by
admin
Judul: Firasat
Oleh: Rahmatan Idul
Titik-titik hujan
Menggelayut di antara tangkai-tangkai hati
Perlahan, jatuh di atas pucuk-pucuk asa
Yang kuncup memendam putik-putik setia
Dan benang-benang nestapa
Dalam kelopak-kelopak kerinduan
Ada yang tak biasa dengan rintik ini
Tak sedikit pun tampak olehku mendung yang membingkai
atau pelangi yang memudar sepi
Kecuali senyuman angin pada sepasang awan yang beranjak pergi
Mungkin ku Cuma berfirasat
Atau ini sebuah hasrat?
Entahlah…
Aku seolah tak peduli pada rintik ini
Rintik yang mungkin nanti kan menusukku dengan sejuta duri
Ku hanya ingin
melukis segores cinta di tiap ufuk hatinya
Agar selaksa bahagia
Mekar bersama senyuman sang mentari
Di penghujung Fajar nanti
Tags: puisi keinginan, puisi harapan, puisi asa, puisi mendung, puisi cinta, cinta puisi, cinta dan keinginan, harapan dan keinginan
Incoming search terms:
- puisi-puisi tentang alam
- puisi senyum bocah
- puisis tentang alam
- puisi senyum pagi
- sajak senyum fajar
- puisi senyum pagi mendung
- Puisi senyum di malam hari
- contoh puisi puisis pepohonan
- puisi sayup-sayup malam dengan senyum
- puisi puisi alam
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Semangat, Puisi Umum
Posted on 18 April 2009 by
admin
Kubenamkan segala tentangmu..
Baik tersirat dalam untai kata hingga wajahmu..
Terpercik harapan yang tak hinnga.
Terluku kelam menyayat jiwa..
Tersudut membisu tiada mampu..
Tak ucap kasih padamu..
Hingga ku harus terhapus darimu..
Tanpa dan tiada rindu..
Terpaan badai itu teramat dahsyat..
Hancurkan ribuan hasrat terpikat..
Dasar pecundang!
Terdampar hilang arang..
Bisikkan seraya padam..
Sekejap dalam hembusan..
Rasa sayang..
Serta kerinduan..
Judul: Kasihku yang Bimbang
Dikirim Oleh: “Noor M.A”
Waktu: Saturday, April 18, 2009 8:51 PM
Incoming search terms:
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan
Posted on 6 February 2009 by
admin
ketika lelah kaki berpijak, ketika hati tak mampu menahan segala kesedihan, ku rebahkan tubuhku dalam alunan cinta nya yang begitu hangat mendekap. lama menanti mata ini terlelap, ku pandang biru nya langit bertabur bintang dan berhias langit, ku tatap wajahnya yang terukir dalam hatiku, yang tanpa terasa membawa ku kedalam sebuah impian dan angan-angan.
kulihat sekeliling ku yang kini kian gelap nan sepi, ku rasakan aroma yang tak pernah ku rasakan slama ini, ku pandang cahaya yang tak pernah redup dalam hatiku, aku bermimpi. ketika kain tebal yang membalut sekujur tubuhku tak mampu lagi menahan dinginnya malam ini, ku hanya mampu bersenandung tuk mengingat nya, serasa ia hadir tuk menemani ku malam ini. tanpa kusadari ia tlah membawa ku ke sebuah singgasana yang nan jauh di sana.
sambutan yang begitu hangat dari para bidadari dan malaikat, yang seakan memberi jalan bagi ku dan nya. belum lama aku merasakan indahnya sebuah kebahagiaan bersamanya, kini ia menghilang dan pergi entah kemana dan bersama siapa. lelehku kian menderu dan tak dapat terbelenggu, hatiku terbakar padam cemburu, fikiranku melayang bersama hilangnya angan dan harapan. aku tenggelam dalam celaan dan tertawaan sang bintang, jeritan hewan malam memekakan gendang telingaku. yang hingga akhirya mentari menyambutku dengan cemooh, celaan, serta hinaan yang membuatku termenung dan terus bertanya
“pantaskah aku bersanding bersamanya?”
“haruskah dia pergi meninggalkanku?”
“mampukah hati ini untuk terus menantinya?”.
lamunan ku mulai terganggu dengan ocehan parkit yang sedang bertengger di sebuah ranting “dasar pria bodoh, malang, dirimu bukan ikan yang haus akan kebahagiaan, dirimu juga bukan burung yang mampu terbang mengejar impian”.
kicauan yang terus terulang hingga datang sebuah keyakinan dari bisikan hembus angin bahwa aku bukan untuk dirinya, aku bukan air yang mampu menghilangkan dahaganya dengan cinta, aku bukan sesuap nasi yang mampu mengenyangkannya dengan kerinduan, dan aku bukan sebuah pakaian yang mampu bersamanya dalam kesetiaan.
Sending by Noor M.A
Thursday, February 5, 2009 1:31 PM
Incoming search terms:
- mimpi arti puisi
- puisi malam buat PdKt
Categories: Cerita Cinta, Cerita Pendek
Posted on 15 December 2008 by
admin
Islam Adalah…
Bila sebuah batu tergeletak dijalan
Dan ia membahayakan pemakai jalan
Anda memungutnya, dan mencari seseorang untuk membahas
Apa yang dapat kita perbuat agar batu tersebut bermanfaat.
Itulah Islam
Incoming search terms:
- contoh pantun kegemaran
- kumpulan sastra islam
- puisi tema damai
- upaya menciptakan kebudayaan yang islami
- upaya menciptakan kebudayaan yang islam
- upaya mencitakan kebudayaan yang islam
Categories: Alunan Sajak, Sajak Syair
Posted on 15 December 2008 by
admin
Derita ini seolah membuatku tenggelam dalam keputusasaan. Kerinduanku yg begitu sarat ,tak tahu kemana aku harus labuhkan. Paling tidak aku hanya bisa menenggelamkan jangkar agar perahu
rindutidak pergi kemana-mana . Aku ingin mengarungi samudra rindu dan kasih sayangdenganmu,..jelasnya aku ingin menikahimu …..(Cindy Ayu F-Solo)
Seperti saat ini, Kesepian amat mencekam hatiku. Aku berharap dirimu mau menerima kasih dan sayangku lagi. Oh,..betapa bahagianya hatiku seandainya itu sungguh-sungguh terjadi. Tapi khayalan tetaplah khayalan bila tak disertai usaha untuk menjadikannya kenyataan. Aku merindukanmu………(Nadya-Solo).
Incoming search terms:
- kumpulan surat cinta anak sastra
- kumpulan surat cinta romantis
- kumpulan surat cinta singkat
- kumpulan surat menyatakan cinta
- kumpulan surat menyatakan suka
- surat cinta pendek
- surat cinta romantis singkat
- Syair romance
Categories: Sajak Syair