Posted on 6 March 2011 by
admin
Judul: Kata2 yang ku anggap merdeka
Oleh: aprinol zikri
aku terdiam membisu
dengan wajah yang masih merunduk
menyeka bulir air mata satu persatu
mengeja dari sekira kira jarak yang melukai
aku siap pula mencincang kata kata yang ku anggap merdeka
hidup yang dulu jauh sesudah zaman
dengan lantang berteriak dengan bahasa asing
bersiap mengadu berbagai macam argument
catatan hidup yang belum bersih
dari rona noda yang membiru
aku hanya tersenyum dingin
seru yang tak di dengar oleh satu pun penghuni tanah
Incoming search terms:
- puisi gurun pasir
- kata2 merdeka
- kata-kata kemerdekaan
- kata kata merdeka
- katakata kemerdekaan
- kumpulan puisi tentang kemarau yang singkat
- puisi bendera merah putih yang bersajak
- puisi gurun
- puisi tentang kemarau
- puisitentang kemarau
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Pahlawan, Puisi Sahabat, Puisi Umum
Posted on 21 January 2011 by
admin
aku ada disini
diantara penghujung waktu
terus dan terus menyelusuri
dari ujung ke ujung sepi
aku masih disini
bersama waktu waktu yang kabur
hingga sampai saat ini
senja pun telah uzur
tetap disini
kian sepi
waktu pun membisu
tiada kata yang mampu ku kutip
masih saja di sini
tak beranjak sama sekali
terdiam dan tergugu
semua serba kelu
Incoming search terms:
- pencitraan puisi
- puisi Khalil Gibran dan parafrasanya
- puisi sungai yang indah
- aku tersenyum diatas perih dan tertawa diantara luka puisi
- home puisi kenangan kahlil gibran sajak cinta puisi perpisahan puisi cinta puisi persahabatan puisi rindu puisi chairil anwar - senja di pelabuhan kecil
- puisi judul tawa
- puisi umum dengan pencitraan
- sajak kau membuat aku bingung
- sajak sajak zikri chania
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Islami, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Umum
Posted on 26 October 2010 by
admin
Alidya terdiam membaca rangkaian curahan hatinya. Benarkah dengan tiga hari ia bisa menyadari akan kenyataan ini? Akan hatinya yang kini tertawan oleh sosok pendiam dan bijaksana Randy. Sosok lelaki yang perlahan tapi pasti menyadarkannya akan arti tulus mencintai apa adanya. Yang mengikrarkan padanya bahwa lelaki itu akan menyuntingnya suatu saat nanti. Namun ragu masih merajai hatinya karena sang pangeran hati tak jua memberi kejelasan akan hubungan mereka. Yang ia tahu setiap ditanya orang akan dirinya, Randy pasti menjawab, “ Dia temanku.” Benarkah hanya teman? Pertanyaan itu selalu mengusik nuraninya.
Mungkin ia bimbang. Dan juga ia jenuh dengan segala ke-tidak pasti-an ini. Hatinya pasti mengukirkan nama Randy. Namun ia tak tahu sebaliknya. Karena seorang Randy penuh misteri. Ia tak pernah mampu mendefinisikan bagaimana perasaan lelaki itu padanya. Tapi yang ia tahu dari semua sahabatnya bahwa lelaki itu sudah menyukainya sejak awal tahun ajaran.
***
Apa sebenarnya yang terjadi?!
Incoming search terms:
- pengaruh perrtumbuhan primer terhadap pertumbuhan sekunder
- bagaimana hubungan antara kapasitas tukar kation dengan jumlah yang akan kita berikan
- sel daun japan gladiol & keterangan nya
- puisi untuk hubungan yang rumit
- persen zat organik lumpur tinja
- peristiwa hijrah nabi muhammad ke thaif ke habasyah
- perbedaan daun tercemar dan tidak tercemar pada plastisitas
- pemucatan urat daun pada jagung
- klasifikasi bakteri phytomonas cattleyae
- kisah cinta dewasa
Categories: Cerita Bersambung, Cerita Dewasa, Cerita Pendek, Cerita Remaja, Cerita Sahabat
Posted on 24 January 2010 by
admin
Judul: hiduplah dengan mataku
Oleh: “adhi”
“Aku ingin banget lihat indahnya dunia ini, dan melihat wajah seorang malaikat yang selalu menemani aku di !”
Ucap syanta dengan penuh harapan
“malikat…..?”
Tanya adhi bingung,
“ia malaikat, kamu itu seperti seorang malikat dhi, yang selalu menemani dan menjaga ku”
“kamu bisa aja syanta….”
“dhi, kenapa sih kamu mau menemani aku ?”
“karna aku sayang banget sama kamu dan aku ga mau terjadi apa-apa sama kamu”
Ucap adhi tulus sambil memegang telapak tangan kiri syanta,
“Sayang,,,,! Kamu sayang sama aku, bukannya kamu hanya kasihan dengan seorang gadis buta seperti aku ?”
“kenapa kamu bicara seperti itu, jadi kamu meragukan perasaan ku ?”
“bukanya aku meragukan dhi, mana ada sih seseorang yang ingin punya kekasih tunanetra, itu hanya dapat membuat ………..”
Belum selesai bicara syanta memutuskan kata-katanya
“membuat apa ?”
Syanta hanya terdiam sejenak,
“aku menyayangi kamu dengan tulus syanta, bukan karna aku kasihan dengan kamu, jadi buanglah keraguan kamu itu. Aku ingin menjadi kekasih yang selalu menjaga dan menemani kamu syanta”
“maafin aku dhi aku ga bisa menjadi kekasih kamu, kamu lebih pantas dengan wanita normal bukan seperti aku”
“kenapa kamu bicara seperti itu syanta ? aku ingin kamu bicara jujur bagaimana perasaan kamu selama ini sama aku ?”
“sudahlah dhi, ga ada sedikitpun perasaan aku untuk kamu, aku selama ini hanya mengganggap kamu sebagai teman !”
“kamu bohong syanta, kamu bohong………..!!!”
Teriak adhi dengan sedih dan ia segera berlari pergi dari hadapan syanta dengan membawa kehancuran di hatinya, syanta hanya terdiam dan merenung atas semua apa yang telah dikatakannya pada adhi. Dalam hatinya syanta berkata “maafin aku dhi, aku telah membohongi perasaan aku sebenarnya aku sayang sama kamu tapi aku tidak ingin menyusahkan kamu semoga kamu mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku”
Ternyata syanta juga memendam perasaan dengan adhi, terpaksa ia mengorbankan cintanya hanya karna ketidak sempurnaan dirinya, namun apa yang di lakukannya itu justru membuat dua hati menjadi hancur.
***
Incoming search terms:
- kata-kata kesel sama pacar
- kata kesel sama seseorang
- hiduplah dengan mataku
- puisi aku sayang banget sama kamu
- kata kata kesel sama pacar
- puisi keseL ma pacar
- puisi kesel sama pacar
- aku tulus sayang kamu
- puisi sayang banget sama pacar
- puisi singkat pelangi
Categories: Cerita Bersambung, Cerita Cinta, Cerita Dewasa, Cerita Pendek, Cerita Remaja, Cerita Sahabat, Sebuah Cerita
Posted on 30 December 2009 by
admin
Judul: Tersungkur Sujud dalam Ssajadah BUMI-MU
Oleh: Afri Yendra
Pagi yang cerah ketika burung-burung meliuk diangkasa
Bersembunyi diawan-awan putih pada pelataran birunya langit
Bak bersautan dengan tengadahnya tanganku menjulang tinggi
Alunan dzikirku melebihi riuhnya nyanyian mega
Dalam rasa dalam jiwa qalbuku melebihi dalamnya samudera
Tetesdarah rindu bolak balik dalam bongkahan hati
Semakin jernih sampai dijantungtubuh dan,
Duduk terdiam dalam nadi qalbuku.
Helahan nafas silih berganti berirama mengeringi nyanyian zikir
Semakin jauh masuk dalam qalbujiwaku akhirnya sampai pada ruhqalbuku.
Semakin dalam semakin jernih darahrinduku, dan…
Semakin tenang bermukim rinduku pada-Mu.
Rabbi,
Kadang kakiku sudah mulai gontai dilangkahkan,
Kadang nafasku mulai sesak,
Itu tubuh milik-Mu.
Tapi Rab,
Kaki jantungku semakin tegap melangkah
Nafas qlbujiwaku semakin teratur
Mengiringi tetesdarah rindu menuju Arsy-Mu
Ohh, melayangkan jauh melebihi burung-brung itu
Bersautanlah rindu cinta dalam rulqalbu jiwaku
Keharibaan-Mu melebih sautan mega dalam pelataran langit biru.
Aku tertegun dalam aliran nada dzikir,
Tersungkur sujud dalam sajadah bumi-Mu.
Berlipattangan dalam dekapan rindu,
Tersenyum dalam lambaian wajah-Mu dihatiku
Satu kata,…. satu kalimah,….. satu rasa…..
Yang mengantarkan melayang jiwakurinduku pada-Mu
Laa Ilaaha Illa Allah.
Bsk, 160409,0951.
Tags: puisi islam, puisi rabbi, puisi dzikir, puisi zikir, puisi ruhqalbuku, puisi religius, puisi doa
Incoming search terms:
- puisi religi islam
- puisi pagi islami
- syair religi
- puisi religi islami
- contoh puisi religi islam
- kumpulan puisi religi islami
- puisi islami pagi
- kumpulan puisi religi islam
- puisi dzikir
- puisi islam sujud
Categories: Puisi Doa, Puisi Islami, Puisi Malam, Puisi Sahabat
Posted on 26 November 2009 by
admin
Judul: Pandangan Hati
Oleh: Toya
waktu berhenti, darah tak mengalir, jantung terdiam…
namun hati seolah menerima cahaya cinta..
begitu perasaanku melihat dia…
rambut lurus membelah alam sadarku…
hitam mata menghisap pandanganku padanya…
bibir manis bagai madu yang memberi rasa dilidahku…
gelap gulita seakan hilang saatku melihat wajahmu…
badan, hati, pikiran, jiwa
seakan mendorongku untuk mendekatinya
ingin mendekapnya lembut
memberi perlindungan dan kasih sayang seumur hidupku
ku ingin mencium bibirnya
menghidupkan suasana malam suci ini
di temani bulan yang menyinari dunia ini
sungguh
cinta datang dan pergi tanpa diduga
TAGS: puisi cinta, puisi pdkt, puisi awal, puisi mencintai
Incoming search terms:
- Puisi pdkt
- puisi pedekate
- mencium bibirnya
- puisi bulan yang suci
- puisi cinta ke pdkt
- puisi pdkte
- puitis pdkt
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat
Posted on 13 November 2009 by
admin
Judul: Sunyi
Oleh: Nayla Nuha
sunyi ini
memaksaku untuk tetap
terdiam
keluh itu
memaksaku untuk mendengarnya
terpaku
dalam hembusan angin
yang hampa
kemudian dalam gelapnya
aku tetap tak bisa banyak berbuat
mereka memaksaku
untuk tetap tinggal
terdiam dalam jalan ini
mendengar segala hembusan
telingaku tuli
pikiranku kosong
mulutku bisu
tangan dan kakiku kaku
kalian hanya memaksaku
sekedar memaksaku
tanpa ada hirauan atau sapaan
tolak menolak tak terhirau
masih terpaku
terdiam
diantara kalian
sunyi …
Incoming search terms:
- puisi menyindir pemerintah
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat
Posted on 6 October 2009 by
admin
Title: Aku Menunggu Mu
From: Noor M.A
Kekhawatiran masih membelenggunya..
Menepis segala kebaikan yang ia sangka..
Meneteskan air mata penuh rindu..
Dan aku masih terdiam menunggu..
Kebimbangan masih menuntunnya..
Berdiri dua merpati dihadapannya..
penuh harap terpelihara..
Dalam sangkar yang terbujur kaku..
Dan aku masih menunggu..
Hingga senja merekah dalam kelabu..
Merona tersenyum malu..
Dan aku masih menanti jawabmu..
Incoming search terms:
- puisi aku menunggumu
- Puisi aku masih menunggumu
- puisi aku tetap menunggumu
- puisi masih menunggumu
- puisi singkat aku menunggu mu
- sajak aku menunggumu
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Malam
Posted on 27 August 2009 by
admin
Ketika kuterdiam
aku tidaklah diam
Ketika bilang tidak
bukan itu yang terasa
berat terasa …
tapi aku harus tetap menyimpannya
jauh … jauh …
sampai tak terlihat, terdengar dan terasa
walau terasa mengganjal
entah berapa lama harus kulalui
tapi hanya itu yang bisa kulakukan
mungkin sampai nanti perjumpaanku
dengan-Nya
tolong maafkan rahasia ini
kusimpan
Incoming search terms:
- geguritan tentang pahlawanku
Categories: Alunan Puisi
Posted on 1 July 2009 by
admin
Judul: Andai Kau Tahu
Oleh: Rizka Hikma Juliana
Saat ku terdiam dan sendiri
Pandangan kosong tanpa arti
Terbayang wajahmu di hati
Di relung jiwa yang hampir mati
Mawar yang kau berikan waktu itu
Kini harumnya tak seperti dulu
Bahkan kelopaknya pun sudah layu
Hanya durinya yang masih tajam melukai hatiku
Andai kau tahu
Hatiku hancur olehmu
Menunggumu di depan pintu hatiku
Berharap kau akan kembali padaku
Menghampiriku dengan senyum di bibirmu
Dan berkata “ Aku kembali untukmu “
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sedih