Posted on 9 February 2009 by
admin
Terimakasih adalah kata terakhir yang mampu ku lontarkan, ku bisikkan pada kawan “kesempatan bukan untuk di siakan”.
Hatiku menangis melihat haru dan kesedihan yang membelenggu, hingga tak mampu lagi ku teteskan air mata dihadapannya. Hal terindah yang ku miliki, disaat aku bersamanya dalam alunan cinta dan kasih. Kutatap matanya yang berkaca, seakan berkata “jangan tinggalkan aku sayang”. kusentuh pipi merahnya yang hangat, dan ku belai setiap helaian rambutnya.
Senyuman yang sudah ku siapkan menambah luka dihatinya, semakin deras air mata membanjiri pipinya. ku usap dengan lembut dan terulang kata “jangan tinggalkan aku sayang”.
Hatiku menagis, melihat puluhan kawan merasa kehilangan. Kesedihan yang juga larut dalam hati ayah dan bunda membuatku tersenyum dalam buaian sang kekasih. Pelukan yang hangat adalah kado terindah sebelum aku pergi meninggalkan mereka.
Ingin rasanya ku kecup keningnya, karna bukan nafsulah yang membelengguku untuk mencintainya. Tangan mungilnya yang sedari tadi menggenggam tanganku membuat aku terus tersedu.
“Sampai kapan kau tak merelakan ku pergi?”
Nafas ku tersedak, membuat bunda membunyikan alarm memanggil suster yang merawatku. Tabung oksigen kembali ia bungkamkan ke mulutku.
Namun aku kini menolaknya, setelah sekian kali ku habiskan tabung-tabung oksigen. “Aku hanya ingin hirup udara segar !”
Dan kembali ku raih tangannya “Aku pergi sayang”.
Dengan hati-hati para malaikat membawa ku pergi dari hadapan mereka, ku pejamkan mata ini perlahan, ku taburkan senyum hangat ku pada semu orang terkasih.
Ku lambaikan tanganku dan berpamitan padanya.
Jangan rindukan aku sayang….
Sending by Noor M.A
Monday, February 9, 2009 9:22 AM
Incoming search terms:
- cerpen hal terindah
- kata merelakan kekasihx
- pantun bertema kegemaran atau hobi
Categories: Cerita Cinta, Cerita Dewasa, Cerita Pendek, Cerita Remaja
Posted on 14 December 2008 by
admin
Penulis : Habiburrahman El Shirazy
“Kini tiba saatnya kita semua mendengarkan nasihat pernikahan untuk kedua mempelai yang akan disampaikan oleh yang terhormat Prof. Dr. Mamduh Hasan Al-Ganzouri . Beliau adalah Ketua Ikatan Dokter Kairo dan Dikrektur Rumah Sakit Qashrul Aini, seorang pakar syaraf terkemuka di Timur Tengah, yang tak lain adalah juga dosen kedua mempelai. Kepada Professor dipersilahkan. …”
Suara pembawa acara walimatul urs itu menggema di seluruh ruangan resepsi pernikahan nan mewah di Hotel Hilton Ramses yang terletak di tepi sungai Nil, Kairo.
Seluruh hadirin menanti dengan penasaran, apa kiranya yang akan disampaikan pakar syaraf jebolan London itu. Hati mereka menanti-nanti mungkin akan ada kejutan baru mengenai hubungan pernikahan dengan kesehatan syaraf dari professor yang murah senyum dan sering nongol di televisi itu.
Sejurus kemudian, seorang laki-laki separuh baya berambut putih melangkah menuju podium. Langkahnya tegap. Air muka di wajahnya memancarkan wibawa. Kepalanya yang sedikit botak, meyakinkan bahwa ia memang seorang ilmuan berbobot. Sorot matanya yang tajam dan kuat, mengisyaratkan pribadi yang tegas. Begitu sampai di podium, kamera video dan lampu sorot langsung shoot ke arahnya. Sesaat sebelum bicara, seperti biasa, ia sentuh gagang kacamatanya, lalu…
Incoming search terms:
- kumpulan puisi tentang pendidikan
- puisi bahasa jawa tentang alam
- puisi perjuangan wanita
- contoh puisi tentang pendidikan
- puisi tentang perjuangan wanita
- puisi tentang pendidikan
- puisi ulang tahun anak
- Puisi tentang perjuangan perempuan
- puisi perjuangan perempuan
- Puisi tema pendidikan
Categories: Cerita Cinta
Posted on 25 November 2008 by
admin
Kuhela napas panjang saat pintu lift di depanku perlahan menggeser terbuka. Memperlihatkan kekosongan lantai satu yang menanti diluarnya.
Langkah kakiku keluar kian berat menjejak, dan kusadari betapa letihnya aku. Seharian mengurusi program orientasi siswa baru betul-betul memeras selutuh energiku; rasanya sekarang aku hanya ingin cepat pulang, melempar diri ke atas ranjang, lalu tidur terlelap sampai besok pagi.
Baru dua hari selesai dari total lima hari penuh masa orientasi. Masih ada tiga hari penuh keringat dan air mata yang menanti, namun sekujur badanku sudah mulai menjerit-jerit kelelahan. Dan bagaimana bisa si ketua OSIS ceroboh menyebalkan itu masih tega menyerahkan segala tanggung jawab mengurusi acara kebersamaan siswa Jumat nanti kepadaku? As if menjadi pembimbing kelas, pengurus games, dan penghubung tim paduan suara sudah tidak cukup menyita waktu, perhatian, serta tenagaku. Andai saja si bodoh itu punya sedikit saja tempat lebih di otak lemahnya untuk bisa peduli pada penderitaan bawahan tertindas.
Incoming search terms:
- contoh sni jeruk lokal
- ekologi helminthosporium maydis
- kata2 sebel sama seseorang
- puisi bahagia hidup denganmu
- puisi pendek cinta yang hilang
- puisi tentang menanti kejujuran dan kepastian
- puisi wajah seorang ibu
Categories: Cerita Pendek