Search Results   maafkan | Sastra Nusantara

Jasa Seorang Guru

Posted on 1 April 2011 by (0) Comment

Jasa Seorang Guru
Oleh gita nur fikri

guru…
engkaulah yang mengajarku
dan mendidikku
serta memberi ilmu

guru….
kau mengajarku tanpa putus asa
sekalipyn engkau lelah

guru..
terimalah
terima kasihku lewat bait puisiku
maafkan aku
karena tidak bisa membalas jasamu
guruku…

Incoming search terms:

  • puisi pendek untuk guru
  • kumpulan puisi guru
  • puisi singkat untuk guru
  • kumpulan puisi untuk guru
  • kumpulan puisi tentang guru
  • contoh puisi tentang guru
  • contoh puisi guru
  • puisi singkat tentang guru
  • contoh puisi untuk guru
  • sajak pendek untuk guru

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Semangat, Puisi Umum



puisi untuk ibu

Posted on 22 December 2010 by (0) Comment

Judul: Ibu
Oleh: Ahmad Sholihin

Ibu…..
ketika ku mengingatmu
ku terasa sepi
karna jauh dari tempat tinggalmu
jauhmu tak bisa menghapus atas jasamu
yang sungguh mulia

ku menerawang melalui sinar mentari
yang menerobos celah bilik yang sempit
anginpun menghantarkan rinduku pada ibu
rindu yang berisikan doa dan asa

Ibu….
maafkanlah
ku tak bisa bertemu
agar kau sehat selalu
asamu tak munkin terhutung

dau-daun dan lautanpun tak cukup dijadikan bahan baku tuk dijadikan bahan baku mencatat jasa-jasamu

aku selalu ingat dan merasakan
belaianmu yang masih hangat

Ibu…

ketika ku mengingatmu
ku terasa sepi
karna jauh dari tempat tinggalmu
jauhmu tak bisa menghapus atas jasamu
yang sungguh mulia

ku menerawang melalui sinar mentari
yang menerobos celah bilik yang sempit
anginpun menghantarkan rinduku pada ibu
rindu yang berisikan doa dan asa

Ibu….
maafkanlah
ku tak bisa bertemu
agar kau sehat selalu
asamu tak munkin terhutung

dau-daun dan lautanpun tak cukup dijadikan bahan baku tuk dijadikan bahan baku mencatat jasa-jasamu

aku selalu ingat dan merasakan
belaianmu yang masih hangat

Incoming search terms:

  • puisi pendek untuk ibu
  • puisi singkat tentang ibu
  • puisi pendek tentang ibu
  • puisi pendek ibu
  • puisi bersajak laut
  • puisi sederhana untuk ibu
  • puisi pendek
  • puisi laut
  • puisi pendek tentang laut
  • puisi singkat ibu

Categories: Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Pahlawan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat



Pecandu Rindu

Posted on 22 November 2010 by (0) Comment

Judul: Pecandu Rindu
Karya Sarah El Zohrah

Sebuah epidemi saat jiwa mengakui kesakitan

Lengang sudut hati ini saat kutengok
Lembab berlumut saat kubelai
Rapuh sekali jejak rasa yang dia tinggalkan
Menyihirku menjadi not-not bisu yang terbakar lemas
Saat dimana aku datangi kubur masa laluku
Darah akan terasa lendir nanah
Gemuruh nafas akan terasa wewangi muntah

Hingga hati tersihir jingga…

Kutemukan kau dalam dunia semantis
Euforia barat dan timur yang merajai langkah
Memaksaku menjamah aphelium menjaraki kita
Siapa dapat menerjemahkan sayap camar yang mengelabuiku?

Aku pun rindu…
Menghampirimu dengan kecepatan angular yang tak terbatas

Intan dan tiara berkilau menarikan propaganda pengetam
Bagai tetes minyak milikan jatuh menjadi sumbu pertikaian
Terpampang jelas mengoyakku tanpa mantra penyangga
Hingga terpaksa kuenyahkan dengan kutukan tak termaafkan

Aku masih rindu…
Dengan pasak pilar yang takkan tergoyahkan

Mengasihani tongkang hati yang lama tak berlabuh
Biarkan masa itu habis ditelan veela simpananmu
Atau jasadku kandas tenggelam dalam bumi pertiwi
Kehadiran mereka adalah bahasa waktu yang enggan kugenggam

Aku akan selalu rindu…
Sebab perasaanku tak terbendung oleh friksi

Namun, kepada siapakah?
Perkamen hidup dimana disitu tak ada siapa-siapa
Sebab yang kurindukan meneriakiku bukan siapa-siapa

Jadi, rindu ini untuk siapa?
Tak ada siapa-siapa yang inginkan menjadi siapa

Timur Laut, 20 November 2010

Incoming search terms:

  • gugus fungsi nornuciferine
  • koloid memiliki daya serap yang tinggi benarkah? mengapa?
  • puisi cinta untuk intan
  • Puisi tak termaafkan

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum



Sayangku, Maaf

Posted on 27 August 2009 by (0) Comment

Judul: Sayangku, Maaf
Oleh: Rizky Anggerini

Maafkan aku…
buat mu aku berbohong untuknya aku berdusta…

Maafkan aku…
Aku seperti ini juga karna mu… Karna kau mencintaiku dalam diam mu… Ku hanya ingin mendapatkan perhatiannya yang kau sembunyikan dari ku…

Ku lelah dengan diam mu,
ku bosan dengan angkuh mu…
Sedangkan dari dia kudapat yang kuharap… Walaupun mungkin luka juga bakal ku dapat… Tapi setidaknya dia berikan yang aku suka…

Kau yang ku cinta, maafkan aku,
ku dustai dirimu juga dirinya,
karna ku juga tidak yakin dia jujur padaku…

Kau yang ku sayang, maafkan aku,
walaupun aku tau kamu jujur apa adanya tapi terus terang aku tersiksa karnanya…

Kau yang selalu dihati ku,
maafkan aku jika aku juga memberikan tempat untuknya dihatiku,
bukannya aku tidak yakin dengan rasaku, tapi aku hanya takut terluka…

Sayang ku maafkan aku

Incoming search terms:

  • geguritan dengan judul semut

Categories: Alunan Puisi



Ketika kuterdiam

Posted on 27 August 2009 by (0) Comment

Ketika kuterdiam
aku tidaklah diam
Ketika bilang tidak
bukan itu yang terasa
berat terasa …
tapi aku harus tetap menyimpannya
jauh … jauh …
sampai tak terlihat, terdengar dan terasa
walau terasa mengganjal
entah berapa lama harus kulalui
tapi hanya itu yang bisa kulakukan
mungkin sampai nanti perjumpaanku
dengan-Nya
tolong maafkan rahasia ini
kusimpan

Incoming search terms:

  • geguritan tentang pahlawanku

Categories: Alunan Puisi



Kartini dialah Ibuku

Posted on 18 June 2009 by (0) Comment

Judul: Kartini Dialah Ibuku
Oleh: Iwansteep

Di umurnya yang hampir genap 46 tahun beliau masih bergelut dengan jarum mesin dan benang jahit. Wajahnya sudah nampak berkerut dengan rambut panjang yang jarang terurus. Di atas mesin jahit itu dengan semangat membabi buta beliau terus mencari nafkah untuk kehidupan yang lebih baik katanya. Berapa kali beliau mengungkapkan itu kepadaku tapi tak terlalu ku gubris, bagiku ini adalah jalan yang terbaik yang telah Tuhan berikan untuk aku dan ibuku.

Ya…,mau gimana lagi, sosok suami yang seharusnya mendampinginya kini telah pergi demi cinta seorang pelacur. Kedua anaknya pun kini tak terlalu perduli dengan keadanya. Tinggallah aku dan dirinya menjalani hidup yang mungkin kelak bisa berubah. Mungkin..?

Incoming search terms:

  • pantun ra kartini
  • pantun r a kartini
  • cerita bersambung kartini
  • kumpulan puisi r a kartini
  • kumpulan cerpen perjuangan
  • poetry ra kartini
  • pantun pendek berjudul kartini
  • pantun raden ajeng kartini
  • kumpulan puisi ra kartini
  • www kumpulan puisi untuk ra kartini com

Categories: Cerita Cinta, Cerita Dewasa, Cerita Remaja, Puisi Cinta, Puisi Umum, Sajak Cinta, Sajak Syair



Jangan Salahkan Waktu

Posted on 2 June 2009 by (0) Comment

Judul: Jangan Salahkan Waktu
Oleh: Abdul Rauf / Fadli

Cinta inilah aku
Inilah kehidupanku
Saat terbesit cinta
Aku lupa siapa aku

Semua telah pergi
Semua telah tau
Cinta tak ada yang murni
Cinta tak ada yang abadi

Bukan waktu yang menemukan kita
Bukan waktu yang menuai cinta
Tapi kebutaan kita yang tak pernah sadar
Tapi nafsukita yang selalu menantang

Cinta biarkan aku pergi
Cinta biarkan dia datang untukmu
Maafkan waktu yang telah membuat hati ini sirna
Maafkan aku yang hampa tanpa cita

Incoming search terms:

  • puisi tentang kemiskinan
  • contoh puisi tentang kemiskinan
  • contoh puisi kemiskinan
  • puisi bertema kemiskinan
  • contoh puisi tema kemiskinan
  • puisi tema kemiskinan

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Semangat, Puisi Umum



Pembicaraan Singkat di Handphone…

Posted on 22 May 2009 by (0) Comment

Judul: Pembicaraan Singkat di Handphone
Oleh:

Mojokerto
4 Mei 2009
Pada sebuah Senin…

Malam sudah begitu menua. Beberapa waktu kemudian pagi datang sebagai jabang bayi yang begitu bersih dari dosa…

Tuuutt…tuuutt…tuuut…

Lalu…

Klik..

“Halo…”

“Hai. Halo. Apa kabar?”

“Masih ingat sama aku?”, suara lelaki itu terdengar begitu sinis.

“Ya iyalah. Gimana kabar kamu?”

“Kenapa?”

“Apanya yang kenapa?
Jangan sewot gitu dong.
Ga capek apa marah dan sewot terus?”

Categories: Cerita Cinta, Cerita Dewasa, Cerita Pendek, Cerita Remaja



Maafkan…

Posted on 20 April 2009 by (4) Comment

kucoba ungkapkan via puisi
apa yang ada dihati
bukan mencoba tuk menjadi pengecut
tapi lebih berharga dari pada menuntut

berjalan di sejuknya pagi
bersama bidadari
tapi hati tak bisa memungkiri
bukan berarti tak menghargai

maafkan aku..
begitu cintanya
tujuh tahun menanti
mungkin menjadi rahasia
tapi itu yang kutahu

bukan tak ada cinta lain
tapi seperti derasnya air yang mengalir
semua bertolak seakan ada suatu yang membendung
apakah aku yang tidak tahu diri??

ingin rasanya menyambut dia
tapi seakan bukan hati yang berbicara
aku tak tahu harus bagaimana
jujur hati yang kupunya

dengan berat hati kuungkapkan
hati marah yang kukira
lapang hati dia menerima
tak kusangka begitu bijaksana

From: “m2000″

Incoming search terms:

  • kumpulan puisi maaf
  • puisi tahun 20-an
  • puisi maafkan
  • puisi maaf pendek
  • puisi singkat maaf
  • puisi di tahun 20-an gambar
  • puisi pendek maaf
  • puisi pengharapan maaf
  • puisi singkat malam tanpamu
  • puisi thn 20

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Umum



Sandal Jepit Isteriku

Posted on 12 April 2009 by (0) Comment

Selera makanku mendadak punah. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Duh, betapa
tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Sayur sop rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin tak ketulungan.

“Ummi… Ummi, kapan kamu dapat memasak dengan benar? Selalu saja, kalau tak keasinan, kemanisan, kalau tak keaseman, ya kepedesan!” Ya, aku tak bisa menahan emosi untuk tak menggerutu.

“Sabar Bi, Rasulullah juga sabar terhadap masakan Aisyah dan Khodijah. Katanya mau kayak Rasul? ucap
isteriku kalem.

“Iya. Tapi Abi kan manusia biasa. Abi belum bisa sabar seperti Rasul. Abi tak tahan kalau makan terus menerus seperti ini!” Jawabku masih dengan nada tinggi.

Mendengar ucapanku yang bernada emosi, kulihat isteriku menundukkan kepala dalam-dalam. Kalau sudah
begitu, aku yakin pasti air matanya merebak.

***

Incoming search terms:

  • ham penyakit dracaena
  • cerita romance
  • doa isteri sholihah
  • ebook cerita si penidur
  • grifting mawar hasil okulasi kering
  • cerpen penindasan seorang wanita
  • kumpulan puisi islam tentang allah dan nabi
  • makalah tentang perbedaan pertumbuhan tanaman mawar yang disiram dengan air beras dan air ledeng
  • peran vektor dalam penyebaran telur cacing pada lalapan
  • sandal jepit istriku

Categories: Cerita Dewasa, Cerita Remaja