Search Results   nayla nuha | Sastra Nusantara

Derai

Posted on 13 November 2009 by (0) Comment

Judul: derai
Oleh: nayla nuha

tetes itu masih berderai
semakin jauh
jauh melewati jalan anganku

pikirku melesat tinggi
dalam balik kaca ku tatap kau

lama …
cukup lama, sengaja untuk mengenangmu
sebab,
nanti kita jarang bertemu

deru mobil, serta derai hujan
menyaksikan kita
yang terakhir kalinya
hanya sekali berpandang
kemudian kita berlalu

lampu jalanan,
kaca di jalan
mengisi pikirku
untuk engkau

sebab nanti
setelah malam ini,
aku pasti mendambakan engkau kembali

derai hujan
derai tawamu
entah mengapa …

Incoming search terms:

  • puisi sindiran untuk wakil rakyat
  • puisi sindiran wakil rakyat
  • puisi tentang menunggu
  • puisi tak mampu menunggu
  • puisi kelam wakil rakyat
  • puisi menunggu malam
  • puisi menunggu chairil anwar
  • puisi menunggu
  • PUISI MALAM YANG KELAM TAHUN 2000
  • rintihan mereka yang kelaparan di bumi nusantara

Categories: Alunan Puisi, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih



Sunyi

Posted on 13 November 2009 by (0) Comment

Judul: Sunyi
Oleh: Nayla Nuha

sunyi ini
memaksaku untuk tetap
terdiam
keluh itu
memaksaku untuk mendengarnya

terpaku
dalam hembusan angin
yang hampa
kemudian dalam gelapnya
aku tetap tak bisa banyak berbuat

mereka memaksaku
untuk tetap tinggal
terdiam dalam jalan ini
mendengar segala hembusan

telingaku tuli
pikiranku kosong
mulutku bisu
tangan dan kakiku kaku

kalian hanya memaksaku
sekedar memaksaku
tanpa ada hirauan atau sapaan

tolak menolak tak terhirau
masih terpaku
terdiam
diantara kalian
sunyi …

Incoming search terms:

  • puisi menyindir pemerintah

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat



Deras

Posted on 13 November 2009 by (0) Comment

Judul: Deras
Oleh: Nayla Nuha

deras kini
tangis yang kau cipta
tak kembali
malah mengubah

semakin mendekapku erat
saat tangismu
mengalir lebih deras

derai cemara pergi semakin jauh
menjauh meninggalkan masamu

lirih,
masamu tak lagi panjang
tak lagi tersenyum riang

lama, bunda
kini derai air matmu
semakin membekas dalam kalbu

yang dulu selalu
kau ceritakan padaku tentang
derasnya hujan
tak usah kau pikir

tapi, deras kini
tangismu bunda
di ujung senjamu

aku,
tak bisa apa-apa bunda
hanya berucap
lirih di telingamu
membujuk agar kau
mau mendengarku

bunda,
kita hentikan
senjamu bersama-sama
seraya hapus deras itu

Incoming search terms:

  • makna balada tangis sasmita
  • puisi bahasa sunda tentang kembang melati
  • kumpulan puisi balada tangis
  • puisi tuk sahabat saat kau pergi

Categories: Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sedih



Kau Bukan Aku

Posted on 15 October 2009 by (3) Comment

Judul: Kau bukan Aku
Oleh: “nayla nuha

Kamu bukan aku
Rasaku bukan juga rasamu
pikiranku bukanlah pikiranmu

aku bukan kamu
yang setiap saat
bisa mendapat cinta

kamu bukan aku
yang selalu setia
menanti cita

aku bukan kamu
tak selalu berucap
tapi bukan dari hati

kamu bukan aku
yang selalu
memaknai rasa segenap jiwa

kau bukan cerminku
aku bukan lautmu

Puisi engkau, puisi aku, puisi cinta, puisi setia, puisi penantian, puisi cermin, puisi laut, puisi alam

Incoming search terms:

  • puisi tentang cermin

Categories: Alunan Puisi, Friendship Poems, Love Poems, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sedih, Sajak Cinta, Sajak Syair



Hanya Sebatas Itu

Posted on 14 September 2009 by (0) Comment

Judul: Hanya Sebatas Itu
Oleh: Nayla Nuha

Cintaku hanya sebatas itu
Yang bertemu dalam singkat waktu
Yang hanya dalam kiasan pandangan semu

Tak saling bertegur
Tak saling mendekat

Cintaku hanya sebatas itu
yang setiap kali bertemu
hanya seulas senyum aku dan kamu

Cintaku cuma dalam bundaran jalan
yang waktu kita bertemu
Semuanya seolah hanya berputar dalam langkah

Cintaku tak ada simpulnya
Karena kami tak menyapa
karena kami tak mendekat

Cintaku hanya sebatas itu ….

Incoming search terms:

  • puisi nayla
  • kumpulan puisi nayla

Categories: Alunan Puisi