Search Results   pandangan hati | Sastra Nusantara

KHAYALAN KEKASIH by ain syakira

Posted on 28 April 2011 by (0) Comment

Tatkala kesepian menyelimuti hati
dan kesepian membelenggu diri
linangan air mata juga tidak kering dengan sendiri
engkau hadir mendampingi diri ini
dan mencuci keheningan di jiwa ini

Tatkala pandangan gelap dalam cahaya
dan ketakutan mengundang kesuraman
engkau tulus mendakap diri ini
menyisir rerambutku dengan jemari halusmu
membelai aku dengan sebidang kasih

Tatkala senyuman ini menyimpan rahsia
dan diari hati tertutup rapat elak dibaca
engkau merenung mata ini dengan penuh kesungguhan
bagaikan berharap engkaulah kunci bagi diari itu
dan engkau mengetahuinya dengan jelas

Sakitnya hati ini
tatkala menyedari engkau tiada dalam realiti
engkau hanya fantasi hati ini
kapankah engkau akan hadir?
dan menghentikan khayalan ini

KEKASIH…

Incoming search terms:

  • contoh puisi persahabatan berima
  • puisi pemandangan berima
  • puisi tentang pemandangan alam karya ws rendra
  • puisi tentang alam berima
  • puisi pacar khayalanku
  • puisi pacar khayalan
  • puisi menahan kesepian
  • puisi kesepian tanpa kekasih
  • puisi kesendirian tanpa kekasih
  • puisi awan menyelimuti

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan



Mimpi Hampir Terhenti

Posted on 4 December 2010 by (0) Comment

Judul: Mimpi Hampir Terhenti
Oleh: wahyu irwansyah

Semilir angin subuh belai wajah
tatkala baru dibasahi buliran perih
tetesan embun pagi perlahan , namun
pasti menghujam palung hati

Terbidik pandangan pada langit
masih buram , ragu fajar memancar sinar
seolah Cerminan raga rapuh
detak intuisi pun gagu

Sadar nalar akan kekhilafan
Keraguan atas cinta begitu dalam
Kefanaan bathin untuk wujud kepedulian
Bathin suci diabrasi hujan bisikan syaitan

Meski gelombang samudera mengering
Walau langit jatuh pada genggaman
Sungguhpun pena takdir diukir isyarat relung
Namun….., segala tiada arti secuil pun

Seiring getirnya suratan , terpatri di garis tangan
Menjulang tinggi rasa kemunafikan diri
bahkan hampir capai titik aporisma
Kepenatan akal , ku nilai sebagai beban
Rutinnya aliran tangis , ku yakini tiada harganya
Berliter peluh tercipta,perintah beribu kata memberontak sama
Sejenak menyibak tirai keikhlasan ,
Berganti kebencian : mengapa hidup seolah sporatis bersifat culas bagiku!

Akhirnya hanya miliki- Mu
Berjuta kali aku menampikkan -Mu
Bertriliun langkahku tak lepas dari sentuhan-Mu
Berujung segalanya pada cawan kuasa-Mu
peluh , airmata , darah , bahkan tulang belulangku

Dan kini setelah waktu ditentukan
Janji tersembunyi mulai menampakkan diri
Satu per satu asa tertunda menjelma nyata
secercah harap kembali membara
Dari serangkai pigura hidup ini kupadati
makna equilibrium putaran roda bumi
Mohon beri segenggam kesempatan
tuk hadiahi kebahagiaan….
Bagi para insan yang ditakdirkan di sisi

Incoming search terms:

  • sastra berontak

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Umum



Takkan Terganti

Posted on 6 January 2010 by (1) Comment

Judul: Takkan Terganti
Oleh: Evi

Aku terus berlari
Tanpa henti
Ingin ku kejar dirimu
Walau sampai ke ujung dunia
Dengan airmata bercucuran di pipiku
Tak ku pedulikan rasa sakit di kakiku
kepedihan yang ku rasakan
lebih mengoyak – ngoyak di sini
Di relung – relung hatiku
Sakitnya sungguh tak tertahankan
Ku tak lagi pedulikan orang – orang yang melihatku dengan pandangan ganjil

Biar
Biar semua orang tahu
Biar seluruh dunia melihat
Betapa hancurnya aku
Setelah kau lari dalam damaimu
Meninggalkanku tanpa pesan
Inikah caramu membalas ketulusan cintaku
Ku tutup wajaku saat ku mulai terhenti di jalan ini
Airmata perih masih mengalir
Menyadari cintamu yang takkan tergantikan
Takkan pernah
Sepanjang sisa hidupku

Incoming search terms:

  • puisi kau tak akan terganti
  • kau tak kan tergantikan puisi
  • puisi kau tak tergantikan
  • puisi tak kan terganti
  • puisi tak tergantikan
  • puisi takkan terganti

Categories: Puisi Cinta, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Umum



Dakwah Rasulullah SAW Ke Thaif

Posted on 29 December 2009 by (0) Comment

Setelah Sembilan tahun Muhammad diangkat sebagai Rasulullah, beliau masih menjalankan dakwah di kalangan kaumnya sendiri disekitar kota Makkah untuk memperbaiki pola hidup mereka. Tetapi hanya sebagian kecil saja orang yang bersedia memeluk agama Islam atau bersimpati kepadanya, selebihnya selalu berusaha dengan segala daya upaya untuk mengganggu dan menghalangi beliau dan pengikut-pengikutnya. Di antara mereka yang bersimpati dengan perjuangan Nabi adalah Abu Thalib, paman beliau sendiri, namun sayangnya ia tidak pernah memeluk agama Islam sampai akhir hayatnya.

Pada tahun kesepuluh setelah kenabian Abu Thalib wafat. Dengan wafatnya Abu Thalib ini, pihak kafir Quraisy merasa semakin leluasa mengganggu dan menentang Nabi saw.

Tha’if merupakan kota terbesar kedua dikawasan Hijaz. Di sana terdapat Bani Tsaqif, suatu kabilah yang cukup kuat dan besar jumlah penduduknya. Rasulullah saw pun berangkat ke Tha’if dengan harapan dapat membujuk Bani Tsaqif untuk menerima Islam, dengan demikian beliau akan mendapatkan tempat berlindung bagi pemeluk-pemeluk Islam dari gangguan kafir Quraisy. Beliau pun berharap dapat menjadikan Tha’if sebagai pusat kegiatan dakwah. Setibanya disana, Rasulullah saw mengunjungi tiga tokoh Bani Tsaqif secara terpisah untuk menyampaikan risalah Islam. Namun yang terjadi, mereka bukan saja menolak ajaran Islam, bahkan mendengar pembicaraan Nabi saw pun mereka tidak mau. Rasulullah saw diperlakukan secara kasar dan biadab. Sikap kasar mereka itu sungguh bertentangan dengan kebiasaan bangsa Arab yang selalu menghormati tamunya. Dengan terus terang mereka mengatakan bahwa mereka tidak senang Rasulullah saw dan pengikutnya tinggal di kota mereka. Semula Rasulullah membayangkan akan mendapat perlakuan yang sopan diiringi tutur kata yang lemah lembut, tetapi ternyata beliau diejek dengan kata-kata kasar.

Salah seorang diantara mereka berkata sambil mengejek, “Benarkah Allah telah mengangkatmu menjadi pesuruh-Nya?”. Yang lain berkata sambil tertawa, “Tidak dapatkah Allah memilih manusia selain kamu untuk menjadi pesuruh-Nya?”.

Incoming search terms:

  • puisi orang ketiga
  • dakwah di thaif
  • konversi pupuk bokashi 3 ton
  • puisi perjalanan nabi muhammad
  • puisi tentang orang ketiga
  • puisi untuk orang ketiga
  • sejarah nabi muhammad Hijrah ke thaif dan habasyah
  • tips memperbesar botol minyak 35liter menjadi 50 liter
  • mengapa kadar air berat basah dikurang berat kering dan dibagi kembali dengan berat keringpada tanah
  • paman nabi yang kapir mendukung perjuangan

Categories: Cerita Sahabat



Pandangan Hati

Posted on 26 November 2009 by (0) Comment

Judul: Pandangan Hati
Oleh: Toya

waktu berhenti, darah tak mengalir, jantung terdiam…
namun hati seolah menerima cahaya cinta..
begitu perasaanku melihat dia…

rambut lurus membelah alam sadarku…
hitam mata menghisap pandanganku padanya…
bibir manis bagai madu yang memberi rasa dilidahku…
gelap gulita seakan hilang saatku melihat wajahmu…

badan, hati, pikiran, jiwa
seakan mendorongku untuk mendekatinya
ingin mendekapnya lembut
memberi perlindungan dan kasih sayang seumur hidupku

ku ingin mencium bibirnya
menghidupkan suasana malam suci ini
di temani bulan yang menyinari dunia ini

sungguh
cinta datang dan pergi tanpa diduga

TAGS: puisi cinta, puisi pdkt, puisi awal, puisi mencintai

Incoming search terms:

  • Puisi pdkt
  • puisi pedekate
  • mencium bibirnya
  • puisi bulan yang suci
  • puisi cinta ke pdkt
  • puisi pdkte
  • puitis pdkt

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat



Andai Kau Tahu

Posted on 1 July 2009 by (2) Comment

Judul: Andai Kau Tahu
Oleh: Rizka Hikma Juliana

Saat ku terdiam dan sendiri
Pandangan kosong tanpa arti
Terbayang wajahmu di hati
Di relung jiwa yang hampir mati

Mawar yang kau berikan waktu itu
Kini harumnya tak seperti dulu
Bahkan kelopaknya pun sudah layu
Hanya durinya yang masih tajam melukai hatiku

Andai kau tahu
Hatiku hancur olehmu
Menunggumu di depan pintu hatiku
Berharap kau akan kembali padaku
Menghampiriku dengan senyum di bibirmu
Dan berkata “ Aku kembali untukmu “

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sedih



Sandal Jepit Isteriku

Posted on 12 April 2009 by (0) Comment

Selera makanku mendadak punah. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Duh, betapa
tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Sayur sop rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin tak ketulungan.

“Ummi… Ummi, kapan kamu dapat memasak dengan benar? Selalu saja, kalau tak keasinan, kemanisan, kalau tak keaseman, ya kepedesan!” Ya, aku tak bisa menahan emosi untuk tak menggerutu.

“Sabar Bi, Rasulullah juga sabar terhadap masakan Aisyah dan Khodijah. Katanya mau kayak Rasul? ucap
isteriku kalem.

“Iya. Tapi Abi kan manusia biasa. Abi belum bisa sabar seperti Rasul. Abi tak tahan kalau makan terus menerus seperti ini!” Jawabku masih dengan nada tinggi.

Mendengar ucapanku yang bernada emosi, kulihat isteriku menundukkan kepala dalam-dalam. Kalau sudah
begitu, aku yakin pasti air matanya merebak.

***

Incoming search terms:

  • ham penyakit dracaena
  • cerita romance
  • doa isteri sholihah
  • ebook cerita si penidur
  • grifting mawar hasil okulasi kering
  • cerpen penindasan seorang wanita
  • kumpulan puisi islam tentang allah dan nabi
  • makalah tentang perbedaan pertumbuhan tanaman mawar yang disiram dengan air beras dan air ledeng
  • peran vektor dalam penyebaran telur cacing pada lalapan
  • sandal jepit istriku

Categories: Cerita Dewasa, Cerita Remaja



Karena Cinta[MU]

Posted on 16 February 2009 by (2) Comment

Masih mampu aku mencintamu..
Masih sanggup aku mendekapmu..
Masih disini aku menunggumu..
Disini pula aku menantimu..

Inilah dunia..
Penuh dengan bahagia..

Mungkin aku salah..
Mungkin aku keliru..

Cintamu lah yang buat ku bahagia..
Dirimu lah yang buat ku mengerti dunia..
Kini aku merindumu..
Ingin selalu bersamamu..

Cintamu butakan hatiku..
Cintamu kaburkan pandanganku..
Segala tentang persaanku..
Hanya karna cintamu..

Sending by Noor. M.A
Monday, February 16, 2009 8:14 AM

Incoming search terms:

  • sajak harapan
  • puisi pagi nan cerah

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan



Sebuah Penantian

Posted on 15 December 2008 by (3) Comment

angkah ini telah berhenti tuk sejenak
ditengah penantian saat ini
pandanganku tertutupi oleh kegelapan
bukankah seharusnya cahaya itu berpihak pada kegelapan
teruslah melangkah untukmu
cahaya hatimu kan tetap menjagamu dalam kegelapan
tak perlu menunggu untukku
aku akan dalam penantianku

Incoming search terms:

  • sebuah penantian
  • subuah penantian

Categories: Puisi Sahabat



Ketika Derita Mengabadikan Cinta

Posted on 14 December 2008 by (0) Comment

Penulis : Habiburrahman El Shirazy

“Kini tiba saatnya kita semua mendengarkan nasihat pernikahan untuk kedua mempelai yang akan disampaikan oleh yang terhormat Prof. Dr. Mamduh Hasan Al-Ganzouri . Beliau adalah Ketua Ikatan Dokter Kairo dan Dikrektur Rumah Sakit Qashrul Aini, seorang pakar syaraf terkemuka di Timur Tengah, yang tak lain adalah juga dosen kedua mempelai. Kepada Professor dipersilahkan. …”

Suara pembawa acara walimatul urs itu menggema di seluruh ruangan resepsi pernikahan nan mewah di Hotel Hilton Ramses yang terletak di tepi sungai Nil, Kairo.

Seluruh hadirin menanti dengan penasaran, apa kiranya yang akan disampaikan pakar syaraf jebolan London itu. Hati mereka menanti-nanti mungkin akan ada kejutan baru mengenai hubungan pernikahan dengan kesehatan syaraf dari professor yang murah senyum dan sering nongol di televisi itu.

Sejurus kemudian, seorang laki-laki separuh baya berambut putih melangkah menuju podium. Langkahnya tegap. Air muka di wajahnya memancarkan wibawa. Kepalanya yang sedikit botak, meyakinkan bahwa ia memang seorang ilmuan berbobot. Sorot matanya yang tajam dan kuat, mengisyaratkan pribadi yang tegas. Begitu sampai di podium, kamera video dan lampu sorot langsung shoot ke arahnya. Sesaat sebelum bicara, seperti biasa, ia sentuh gagang kacamatanya, lalu…

Incoming search terms:

  • kumpulan puisi tentang pendidikan
  • puisi bahasa jawa tentang alam
  • puisi perjuangan wanita
  • puisi tentang perjuangan wanita
  • contoh puisi tentang pendidikan
  • puisi tentang pendidikan
  • puisi ulang tahun anak
  • Puisi tema pendidikan
  • puisi perjuangan perempuan
  • Puisi tentang perjuangan perempuan

Categories: Cerita Cinta