Posted on 30 December 2008 by
admin
Walau senja belum berlabuh
Walau malam belum berakhir
Dentum Meriam bak halilintar
Langit seakan pecah menyinari bumi
Saat itu kita merenung
Saat itu datangnya gembira
Seakan meriam teriakan malam
Cahaya kembang api pecahkan malam
Ingin kutinggalkan Luka lama
Untuk menyambut senyum yang baru
Tiupan terompet sebelum fajar
Saat kurangkai sebuah syair
Selamat Tahun Baru terlepas
Untukmu yang selalu kucintai
Untukmu yang selalu kusayangi
Penyair Setia (fadlie)
Incoming search terms:
- puisi cinta di malam hari
- puisi cinta malam hari
- puisi malam hari cinta
- kata cinta malam hari
- puisi cinta d malam hari
- puisi baru dalam sastra
- puisi cinta dimalam hari
- pantun selamat malam sahabat
- puisi cnta malam hari
- puisi di malam hari tentang cinta
Categories: Puisi Umum
Posted on 14 December 2008 by
admin
Penulis : Habiburrahman El Shirazy
“Kini tiba saatnya kita semua mendengarkan nasihat pernikahan untuk kedua mempelai yang akan disampaikan oleh yang terhormat Prof. Dr. Mamduh Hasan Al-Ganzouri . Beliau adalah Ketua Ikatan Dokter Kairo dan Dikrektur Rumah Sakit Qashrul Aini, seorang pakar syaraf terkemuka di Timur Tengah, yang tak lain adalah juga dosen kedua mempelai. Kepada Professor dipersilahkan. …”
Suara pembawa acara walimatul urs itu menggema di seluruh ruangan resepsi pernikahan nan mewah di Hotel Hilton Ramses yang terletak di tepi sungai Nil, Kairo.
Seluruh hadirin menanti dengan penasaran, apa kiranya yang akan disampaikan pakar syaraf jebolan London itu. Hati mereka menanti-nanti mungkin akan ada kejutan baru mengenai hubungan pernikahan dengan kesehatan syaraf dari professor yang murah senyum dan sering nongol di televisi itu.
Sejurus kemudian, seorang laki-laki separuh baya berambut putih melangkah menuju podium. Langkahnya tegap. Air muka di wajahnya memancarkan wibawa. Kepalanya yang sedikit botak, meyakinkan bahwa ia memang seorang ilmuan berbobot. Sorot matanya yang tajam dan kuat, mengisyaratkan pribadi yang tegas. Begitu sampai di podium, kamera video dan lampu sorot langsung shoot ke arahnya. Sesaat sebelum bicara, seperti biasa, ia sentuh gagang kacamatanya, lalu…
Incoming search terms:
- kumpulan puisi tentang pendidikan
- puisi bahasa jawa tentang alam
- puisi perjuangan wanita
- puisi tentang perjuangan wanita
- contoh puisi tentang pendidikan
- puisi tentang pendidikan
- puisi ulang tahun anak
- Puisi tema pendidikan
- puisi perjuangan perempuan
- Puisi tentang perjuangan perempuan
Categories: Cerita Cinta
Posted on 2 December 2008 by
admin
akulah
penyair luka
terlahir dari darah nanah
kutawarkan rintih duka kepada samudera
untuk kutukar dengan: ombak ganas
kutawarkan bosan nuansa kepada ladang
untuk kutukar dengan: gesit musangkutawarkan hambar jiwa kepada sabana
untuk kutukar dengan: taring singa
kutawarkan keluh sengsara kepada belantara
untuk kutukar dengan: aum harimau
kutawarkan beku cinta kepada gunung
untuk kutukar dengan: gelegak lava
masih ku duduk di kepak kata
menunggu jawabnya,
sambil menghitung sisa usia
Puisi-Puisi Akhmad Sekhu
Jenewa (Swiss), 27 Juni 2007
Categories: Alunan Puisi