Search Results   puisi aku gelisah | Sastra Nusantara

Puisi Desah Musim

Posted on 15 February 2011 by (0) Comment

Aku lahir dari resah desah angin dan gelisah musim
Yang menahan debar yang kapan saja bisa runtuh
Entah angin musim seperti apa lagi
Yang akan mengurungku di setiap tikaman waktu

Pada esok
Entah musim seperti apa lagi
Yang akan memajang bukit pasir di gurun yang lain
Gurun yang belum jua ku beri nama
Sampai tiupan sangkakala musim tak kunjung lembab

Saat kemarau berkepanjagan
Berharap membasahi dahaga
Aku pergi dengan sejuta kata yang tercuap

Ketika gemuruh dada ini gundah merentak rentak
Meregang bingung karena rindu
Ku ingin berpetualang
Untuk menanam kembali mata air di gurun pasir yang dingin

sending by: aprinol zikri

Incoming search terms:

  • faktor membuka tutupnya stomata tumbuhan cam
  • biar kusimpan kerinduan ini sampai saatnya tiba
  • puisi resah gelisah
  • puisi kata desah
  • puisi judul berpetualang
  • puisi beserta parafrasenya
  • ph rawa asam setelah kemarau
  • Desah sajak
  • desah musim
  • contoh puisi musim

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam



Jenuh

Posted on 18 December 2008 by (0) Comment

Masih ingat lagi tak, denganku? namaku Banyu
Ada berapa dengan kabarmu

Kita pernah bertemu tatkala cuaca kadung gelisah
Menghitung peruntungan yang kau bawa, pelanpelan
Dan kau bubuhkan dalam tanda lingkaran di almanak perlawanan
Membawa nyala api sebuah huruf
- sulit kubaca, maaf

Aku jenuh, tulismu di kacamata minusku
Memaksa aku sadar bahwa aku perempuan
Dan kau bukan perempuan
Tak sekedar dari kerudung yang kukenakan

Sebuah puisi, maka bacalah!
Agar urung kau gunting harapan yang tengah mekar
Agar jenuhmu berpendar

Dan aku kian sadar
Ternyata aku bukan siapasiapa

Danau UI Depok, November 2006

Incoming search terms:

  • syair jenuh
  • syair kejenuhan
  • puisi kejenuhan sebuah harapan
  • sair jenuh

Categories: Alunan Sajak, Sajak Syair



Pulang

Posted on 2 December 2008 by (0) Comment

Aku akan pulang membawa kegelisahan
dalam rindu yang mencemaskan, adakah
kau simpan luka lama dengan merampungkan
kenangan kelam, dari masa telah terlewati
pada perantauan asing di segenap hati

Rumah telah tertutup pada mimpi buruk
rontoklah hari demi hari dari dongeng ngeri
cerita tentang kemurungan negeri terbaca
selalu meramu mitos-mitos pemikiran semu
mengurung niat yang terlintas hanya kejemuan

Aku akan tetap pulang, segera menghabiskan
semua huruf dalam kamus kehidupanmu, hingga
bakal mengerti, bahwa ternyata selama ini
aku tak jauh dari bacaanmu, pada setiap ucapmu
selalu mengandung kerinduan untuk kepulanganku

Puisi-Puisi Akhmad Sekhu
untuk Abdul Aziz, kakakku

Incoming search terms:

  • nematoda bintil akal dan gejala serangan

Categories: Alunan Puisi



Kasidah Kota Tua

Posted on 2 December 2008 by (0) Comment

Bersamamu menyusuri sebuah kota
Tua, betapa kita merasa semakin tua saja
Sepanjang jalan adalah usia yang berlepasan
Dari detik demi detik mengalir tiada henti
Satu demi satu mengelupas seperti rasa cemas
Menguakkan kesadaran yang telah lama karam

Ada yang terasa hilang saat kita tergelak
Tawa, kebahagiaan yang sulit diterjemahkan
Menjelajah malam penuh gemerlapan, tapi miris hati
Tercabik lirikan genit perempuan malam pinggir jalan
Senyumnya kaku betapa hampa membekukan suasana
Tak ada percakapan tentang baik-buruk, cantik-jelek,
Atau alim-pelacur, tapi ia akan tetap berhak menyandang
Sebutan ibu, keagungan sebuah martabat paling hakekat
Meski telah menelantarkan kesemua anak-anaknya
Terlunta-lunta di kolong kota tanpa ayah dan kasih sayang
Roda kehidupan yang semakin bergulir menuju jaman akhir
Dan kita pasrah, tak bisa menolak ataupun mungkir

Kota, apakah masih mampu menanggung beban zaman
Tak bisa mengulang kembali menjadi lautan api
Sekarang sudah terlalu uzur untuk kembali bertempur
Gedung-gedung telah menutup pintu-jendela
Juga orang-orang telah lelap dalam mimpi gemerlapnya
Tapi kita masih setia menjaga tanya
Hanya kata-kata yang bisa dijadikan teman
Lihatlah, ada bocah selalu gelisah tak mampu merubah
Nasibnya yang telah terjepit di antara kenyataan pahit
Tapi semangatnya tetap berapi-api menuangkan energi kreatif
Rangkaian kata-kata yang ditulisnya dijadikan senjata

Puisi-Puisi Akhmad Sekhu
Catatan bersama Nur Ikhsan Suryakusumah
Bandung, 24 Maret 2008

Incoming search terms:

  • penamaan dari struktur golongan flavonoid

Categories: Alunan Puisi