Search Results   puisi amarah | Sastra Nusantara

Tentang sayang ku

Posted on 7 December 2009 by (0) Comment

Judul: Tentang sayang ku
Oleh: Rizky Anggreini

Kamu tau sayang, aku sayang kamu
kamu tau sayang, sampai kapanpun akan begitu…
walaupun kau mengiris sebagian dari hatiku,
walaupun kau sayat-sayat jantungku,
aku kan tetap sayang kamu sayang…

Walaupun amarah ku memuncak,
walaupun suatu waktu aku meninggalkanmu,
percayalah sayang itu hanya sementara,
aku bakal kembali padamu..

Aku sayang kamu, sayang
tak hirau buatku apakah kau tau hal ini,
apakah berarti untukmu keberadaanku, perhatianku, aku kan tetap pada hatiku,
pernahkan kau tau cara membohongi hati sendiri ?
sakit bukan ?

Aku sayang kamu sayang,
walaupun kau kan menyakitiku,
karena ku tak mau menyakiti diriku…

Tags: Puisi sayang, puisi sayang kamu, aku sayang kamu, puisi perhatian, puisi pengorbanan, puisi demi cinta, puisi kembali, puisi mengenalmu

Incoming search terms:

  • puisi ingin mengenalmu
  • puisi mengenalmu
  • puisi marah tapi sayang
  • islam puis pendeki
  • puisi amarah hati
  • puis hati
  • puisi sendiriku hanya di temani gitar
  • puisi sedih yang ingin meninggalkan orang yang disayang
  • puisi sakit hati yang pendek
  • puisi pendek tentang sakit hati

Categories: Puisi Cinta, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum



Memori 17

Posted on 19 November 2009 by (0) Comment

Judul: Memori 17
Oleh: “chieky”

17 tahun yg lalu,
aku pergi meninggalkanmu,
untuk mencari arah jalan hidup
cinta dan kehidupan
dgn ucapan2 yang terlewat dan terabaikan

sebebelum 17 thn yg lalu
canda tawa selalu ada
mengisi ruang2 kelas yg kini berganti suasana
celoteh ringan menghiasi dindingnya
tenggelam kelam kala amarah guru menggema

ketika 17 thn yg lalu
rindu, kasih, sayang, cinta yg mulai tumbuh
membawa kita menjadi kenangan
yg menjadi sejarah yg tak terlupakan dalam perjalanan hidup

setelah 17 thn yg lalu
Tuhan….
berikan kami kesempatan untuk bertemu
utk ucapkan maaf yg terabaikan
utk ucapkan terima kasih yg terlewatkan
dan lindungi kami untuk selalu menjaga amanah Mu.
hingga akhirnya waktu akan berlalu

Tags: puisi pencarian, puisi hidup, puisi canda, puisi tawa, puisi rindu, puisi cinta, puisi kasih, puisi sayang

Incoming search terms:

  • puisi terima kasih cikgu
  • puisi terima kasih guru
  • puisi terimakasih guruku
  • puisi untuk guru - habiburrahman

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sedih, Puisi Semangat



Dunia Penuh Beban (Rumi)

Posted on 22 December 2008 by (2) Comment

Dari langit setiap saat wahyu turun ke dalam kalbumu,
“Bagaikan sampah berapa lamakah usia hidupmu di atas bumi? Naiklah!”
Sesiapa yang beban jiwanya berat, pada akhirnya akan menjadi sampah.

Apabila sampah memenuhi tong, bersihkan!
Janganlah lumpur itu dibuat kewruh setiap kali,
Agar air kolammu jernih dan sampah mudah dibuang dan dukamu sembuh.

Demikian roh, bagaikan obor, asapnya lebih tebal dibanding cahayanya.
Apabila gumpalan asap lenyap, cahaya dalam rumah tak akan dipermainkan lagi.
Kau sentiasa bercermin ke dalam air keruh,
Kerana itu bukan bulan ataupun matahari kau lihat
Apabila kegelapan menutup langit, matahari dan bulan tak nampak.
Angin utara bertiup, udara segar.

Untuk membawa udara segar angin sepoi bertiup pada waktu subuh.
Angin roh bertiup membuat segar dada yang sesak disebabkan derita.
Nafas ringan terhela dan jiwa rasa hampa.

Di bumi roh ialah pengembara asing, negeri tanpa ruang itulah yang ia rindukan,
Mengapa nafsu amarah sentiasa gelisah?
Roh suci, berapa lamakah kau akan mengembara di bumi?
Kau elang raja, terbanglah kembali kepada siul Baginda!

Judul Ilustrasi by Fadlie
Puisi by Jalaluddin Rumi

Incoming search terms:

  • puisi beban hidup
  • artikel analisis reaksi bunga pagoda dicampur dengan larutan etanol
  • mengapa pada siang hari langit tampak biru dan pada sore hari langit tampak kemerah-merahaan
  • ptt bunga matahari( helianthus annuus)

Categories: Puisi Rumi