Search Results   puisi beban derita | Sastra Nusantara

Dunia Gelap

Posted on 26 November 2009 by (0) Comment

Judul: Dunia Gelap
Oleh: Nie Cawa

Kutertidur tapi kusadar
Bukan mimpi tapi kenyataan
Perih…Pahit ku rasa……….
Menyenagkan bila tak terasa
Tertawa,tersenyum untuk menutup luka

Ooh sungguh
Dunia terasa gelap saat ku rasa
Beban berat hidup ini sangatlah nyata
Kebohongan serta sandiwara
Menjadi satu dalam rasa

Aku lelah bukan menyerah
Perih..sesak di dada
Tapi…..apalah daya,aku tak bisa mengalah
Nasibku memang begini adanya
Menahan sakit,sampai jiwa terasa tak ada

Kurus,kering …
Walau tak kena siksa
Sesak..Sesak ..rintihku
Melihat derita hidup keluargaku
Walaupun terang,tapi terasa gelap

Aku harus sanggup untuk berkata
Aku bisa..aku bisa…agar mereka terlihat terang
Untuk Dunia

TAGS: Puisi lelah, puisi menyerah, puisi mampu, puisi terang, puisi perih, puisi sedih, puisi sesak, puisi tangis

Incoming search terms:

  • puisi kebohongan
  • puisi tentang kebohongan
  • puisi lelah hidup
  • puisi dunia gelap
  • puisi sesak dada
  • puisi sesak
  • puisi lelah untuk hidup
  • puisi ooh dunia mlm ku
  • derita pahit yang kurasa saat ini
  • puisi sesak di dada

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Sahabat, Puisi Sedih



Dunia Penuh Beban (Rumi)

Posted on 22 December 2008 by (2) Comment

Dari langit setiap saat wahyu turun ke dalam kalbumu,
“Bagaikan sampah berapa lamakah usia hidupmu di atas bumi? Naiklah!”
Sesiapa yang beban jiwanya berat, pada akhirnya akan menjadi sampah.

Apabila sampah memenuhi tong, bersihkan!
Janganlah lumpur itu dibuat kewruh setiap kali,
Agar air kolammu jernih dan sampah mudah dibuang dan dukamu sembuh.

Demikian roh, bagaikan obor, asapnya lebih tebal dibanding cahayanya.
Apabila gumpalan asap lenyap, cahaya dalam rumah tak akan dipermainkan lagi.
Kau sentiasa bercermin ke dalam air keruh,
Kerana itu bukan bulan ataupun matahari kau lihat
Apabila kegelapan menutup langit, matahari dan bulan tak nampak.
Angin utara bertiup, udara segar.

Untuk membawa udara segar angin sepoi bertiup pada waktu subuh.
Angin roh bertiup membuat segar dada yang sesak disebabkan derita.
Nafas ringan terhela dan jiwa rasa hampa.

Di bumi roh ialah pengembara asing, negeri tanpa ruang itulah yang ia rindukan,
Mengapa nafsu amarah sentiasa gelisah?
Roh suci, berapa lamakah kau akan mengembara di bumi?
Kau elang raja, terbanglah kembali kepada siul Baginda!

Judul Ilustrasi by Fadlie
Puisi by Jalaluddin Rumi

Incoming search terms:

  • puisi beban hidup
  • artikel analisis reaksi bunga pagoda dicampur dengan larutan etanol
  • mengapa pada siang hari langit tampak biru dan pada sore hari langit tampak kemerah-merahaan
  • ptt bunga matahari( helianthus annuus)

Categories: Puisi Rumi