Blada Kapelaku
Posted on 23 June 2009 by admin
(2) Comment
Judul: Balada Kapelaku
(bintang paling terang dalam susunan bintang auriga)
Karya: Mega Diza
Seperti Kemala, di kemit pekat
Rampas waktu sejenak,
Untuk melinangkan air mata.. .
Apakah harus menanti hujan ?
Agar bumi basah tuk sejenak saja.
Siasati kemauan rasa, rasa sakral yang tabu.
Lampion kecil terhempas ke pantai
Telacak pasir pantai, ombak menyapa perih.
“mengapa kau kejar sesuatu yang tak mungkin kau dapatkan?”
Lantunan harmoniku cukup mjenjawab smua teki2 alam.
Historisitas cinta dulu, hilang tanpa bukti
Intimasi karisma kusut masai
Keramat kasih maras sudah
Nostalgia itu amat pesam
Rasaku ramu jadi satu.
Daku dini tuk ditanya.
Incoming search terms:
- puisi balada
- puisi balada chairil anwar
- contoh puisi balada karya chairil anwar
- balada puisi
- puisi tentang balada
- puisi balada karya chairil anwar
- pengertian puisi balada
- puisi-puisi balada
- puisi bertema balada
- puisi penghijauan
Categories: Puisi Malam, Puisi Sahabat, Sajak Syair
