Search Results   puisi bunga di hati | Sastra Nusantara

Blada Kapelaku

Posted on 23 June 2009 by (2) Comment

Judul: Balada Kapelaku
(bintang paling terang dalam susunan bintang auriga)
Karya: Mega Diza

Seperti Kemala, di kemit pekat
Rampas waktu sejenak,
Untuk melinangkan air mata.. .
Apakah harus menanti hujan ?
Agar bumi basah tuk sejenak saja.
Siasati kemauan rasa, rasa sakral yang tabu.
Lampion kecil terhempas ke pantai
Telacak pasir pantai, ombak menyapa perih.
“mengapa kau kejar sesuatu yang tak mungkin kau dapatkan?”
Lantunan harmoniku cukup mjenjawab smua teki2 alam.
Historisitas cinta dulu, hilang tanpa bukti
Intimasi karisma kusut masai
Keramat kasih maras sudah
Nostalgia itu amat pesam
Rasaku ramu jadi satu.
Daku dini tuk ditanya.

Incoming search terms:

  • puisi balada
  • puisi balada chairil anwar
  • contoh puisi balada karya chairil anwar
  • balada puisi
  • puisi tentang balada
  • puisi balada karya chairil anwar
  • pengertian puisi balada
  • puisi-puisi balada
  • puisi bertema balada
  • puisi penghijauan

Categories: Puisi Malam, Puisi Sahabat, Sajak Syair



Satu dalam Sejuta Impian

Posted on 19 December 2008 by (0) Comment

Aku bermimpi di malam yang kelam…
Antara asa yang tak kunjung suka…
Waktu yang bergulir bagaikan perjalanan duka..
Hanya pejaman mata dalam dunia maya..

Kuberharap temukan sang kekasih..
Meski harap dalam mimpi..
Kujua berharap itu menjadi nyata..
Bagaikan membendung samudera dunia..

Wahai suara… di mana dia…??
Adakah satu cerita untuk diriku…
Antara dia dan daku tuk menyatu…
Dimana dia…sang dambaan hati???

Tidurku kelam dalam impian nan buntu..
Satu dalam jutaan bunga tidur ku…
Terhempaskan dalam sulitnya derita…
Kuhaus akan cinta… oh..berikanlah aku cinta…

Puisi cinta dari : C0`18`D0kt3r`C1nt4

Incoming search terms:

  • puisi romantis dari sang pemuja
  • puisi siang harie
  • puisidimanakah istri
  • sajak berantai yang lucu

Categories: Puisi Cinta



Ketika Derita Mengabadikan Cinta

Posted on 14 December 2008 by (0) Comment

Penulis : Habiburrahman El Shirazy

“Kini tiba saatnya kita semua mendengarkan nasihat pernikahan untuk kedua mempelai yang akan disampaikan oleh yang terhormat Prof. Dr. Mamduh Hasan Al-Ganzouri . Beliau adalah Ketua Ikatan Dokter Kairo dan Dikrektur Rumah Sakit Qashrul Aini, seorang pakar syaraf terkemuka di Timur Tengah, yang tak lain adalah juga dosen kedua mempelai. Kepada Professor dipersilahkan. …”

Suara pembawa acara walimatul urs itu menggema di seluruh ruangan resepsi pernikahan nan mewah di Hotel Hilton Ramses yang terletak di tepi sungai Nil, Kairo.

Seluruh hadirin menanti dengan penasaran, apa kiranya yang akan disampaikan pakar syaraf jebolan London itu. Hati mereka menanti-nanti mungkin akan ada kejutan baru mengenai hubungan pernikahan dengan kesehatan syaraf dari professor yang murah senyum dan sering nongol di televisi itu.

Sejurus kemudian, seorang laki-laki separuh baya berambut putih melangkah menuju podium. Langkahnya tegap. Air muka di wajahnya memancarkan wibawa. Kepalanya yang sedikit botak, meyakinkan bahwa ia memang seorang ilmuan berbobot. Sorot matanya yang tajam dan kuat, mengisyaratkan pribadi yang tegas. Begitu sampai di podium, kamera video dan lampu sorot langsung shoot ke arahnya. Sesaat sebelum bicara, seperti biasa, ia sentuh gagang kacamatanya, lalu…

Incoming search terms:

  • kumpulan puisi tentang pendidikan
  • puisi bahasa jawa tentang alam
  • puisi perjuangan wanita
  • contoh puisi tentang pendidikan
  • puisi tentang perjuangan wanita
  • puisi tentang pendidikan
  • puisi ulang tahun anak
  • Puisi tema pendidikan
  • puisi perjuangan perempuan
  • Puisi tentang perjuangan perempuan

Categories: Cerita Cinta



Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana

Posted on 4 December 2008 by (2) Comment

Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 30 Maret 2002, hari ulang tahun perkawinan kami yang ketiga. Dan untuk ketiga kalinya pula Aa’ lupa. Ulang tahun pertama, Aa’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan, Aa’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum. Persoalan saat itu memang lumayan pelik.

Ulang tahun kedua, Aa’ harus keluar kota untuk melakukan presentasi. Kesibukannya membuatnya lupa. Dan setelah minta maaf, waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menyahut,” Dik, toh aku sudah membuktikan cintaku sepanjang tahun. Hari itu tidak dirayakan kan tidak apa-apa. Cinta kan tidak butuh upacara…”

Incoming search terms:

  • puisi aku ingin mencintaimu dengan sederhana
  • aku ingin mencintaimu dengan sederhana
  • puisi malam minggu sendiri
  • aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana
  • puisi kekesalan ku
  • puisi aku mencintaimu dengan sederhana
  • puisi kekesalan cinta
  • puisi tentang hobi
  • puisi sedang menunggu jawaban
  • ucapan ultah puitis

Categories: Cerita Cinta, Cerita Dewasa, Cerita Pendek, Cerita Remaja