Search Results   puisi cinta kecewa | Sastra Nusantara

puisi aku..kau..dan dia

Posted on 4 April 2011 by (0) Comment

Judul: Aku kau dan dia
Oleh: hening

aku…yang berjalan dengan mauku mencintaimu dengan cinta dalam hatiku..
kau..yang kucintai dengan rasa yang aku miliki sekalipun kutahu cinta kita sulit untuk diperjuangkan saat ini..
dia…yang memang telah memiliki secara ragawi tapi tak pernah bisa merengkuh hati ini..
menatap sedih dengan kehidupan yang harus dijalani…
cinta segitiga yang penuh dengan likuan jalan…
ada air mata, ada luka, ada takut, ada kecewa..
bercampur aduk…
antara cinta, kasihan dan pengkhianatan…
sampai kapan…
entahlah aku hanya mampu tertunduk diam dalam keheningan…
tanpa harus berkata apa-apa..
dan hanya bisa ucapkan aku hanya mampu menjalaninya…
suatu saat akan memutuskan dan smoga indah pada akhirnya…
cinta dalam hati menjadi ukiran indah dalam diri…

Incoming search terms:

  • puisi cinta segitiga
  • puisi cinta segi tiga
  • aku kau dan dia
  • Puisi cinta kau dan dia
  • puisi aku kau dan dia
  • Kata cinta segitiga
  • syair cinta segi tiga
  • puisi kau dan dia
  • puisi diam tanpa kata
  • puisi sedih tentang cinta segitiga

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Umum



Putih itu telah pudar

Posted on 12 December 2009 by (1) Comment

Judul: Putih itu telah pudar
Oleh: Bangfad

Sesaat setelah perjalanan ini akan terhenti
Bayangan lalu masih membeku di hatiku
Sesaat kemudian mulai mencair
Tinggalkan bayangan yang dulu pernah ada

Dahulu aku bukanlah kapas putih
Dahulu aku adalah tinta hitam dalam lembaran biru
Saat berjalan bersamamu
Aku ingin kisah ini menjadi kapas putih
Kita yang akan memberi warna di kapas itu

Namun sekarang…
Kebimbanganku mulai memuncak
Kebimbanganku akan dirimu selalu terlintas
Perjalanan itu baru akan dimulai
Namun kau hentikan dengan egomu

Aku bimbang…
Aku bingung…
Hingga aku ragu…

Lembaran putih ini ternyata palsu
Kau hiasi dengan nilai yang agung
Kau paksa untuk berwarna putih
Hingga akhirnya putih itu memudar dan sirna…

Tags: puisi asa, puisi harapan, puisi pelarian, puisi cinta, puisi sirna, puisi pudar, puisi cinta palsu, puisi kepalsuan, kepalsuan cinta, puisi ragu, puisi bimbang, puisi mundur, puisi kecewa, puisi ego

Incoming search terms:

  • puisi bimbang dan ragu
  • puisi pudar
  • kepalsuan cinta murahan
  • puisi mundur
  • puisi cinta palsu
  • puisi mundur dlm cinta
  • puisi penantian yang sirna
  • contoh puisi yang menyudutkan wanita
  • Puisi pudar harapan
  • puisikepalsuan

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Umum



Takut

Posted on 3 July 2009 by (0) Comment

Judul: Takut
Oleh: Chae

Aku bukan tak mau bicara,
Tapi aku tak sanggup bicara..
Aku terlalu takut untuk bicara,
Aku takut menyakitinya..

Aku takut dia menangis karenaku
Aku pun takut kau bersedih melihatnya menangis

Aku bukan tak bisa bicara..
Tapi aku tak mampu bersuara
Aku terlalu khawatir hatiku akan terluka
Aku terlalu khawatir aku akan membuka lukaku lagi

Aku takut ia tahu apa yang ku rasakan
Aku pun takut kau kecewa atas keegoisanku

Aku bukan tak mau jujur
Tapi aku terlalu malu untuk jujur
Aku malu pada diriku yang malu
Aku malu pada hatiku yag rapuh

Aku takut ia tahu kalau aku malu
Aku pun takut kau tahu kalau aku malu padamu

Aku bukan takut akan cinta
Tapi aku takut cinta ini menyakitiku
Aku takut cinta ini melukaiku
Aku takut kau tahu, kalau aku tak bisa berhenti mencintamu

Tagas: puisi rapuh, puisi cinta, puisi hati, puisi malu, puisi sayu, puisi takut, puisi jujur, love poem, love poems

Incoming search terms:

  • puisi jujur
  • contoh puisi jujur
  • contoh puisi kejujuran
  • puisi jujur terbaru 2011
  • puisi-jujur
  • puisi tersenyum dalam menangis
  • Puisi Kejujuran Karya Chairil Anwar
  • puisi jujur pendek
  • puisi cinta pertama dan terakhir
  • puisi cinta pendek kejujuran

Categories: Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat