Search Results   puisi dzikir | Sastra Nusantara

Tersungkur Sujud dalam Sajadah BUMI-MU

Posted on 30 December 2009 by (1) Comment

Judul: Tersungkur Sujud dalam Ssajadah BUMI-MU
Oleh: Afri Yendra

Pagi yang cerah ketika burung-burung meliuk diangkasa
Bersembunyi diawan-awan putih pada pelataran birunya langit
Bak bersautan dengan tengadahnya tanganku menjulang tinggi
Alunan dzikirku melebihi riuhnya nyanyian mega
Dalam rasa dalam jiwa qalbuku melebihi dalamnya samudera
Tetesdarah rindu bolak balik dalam bongkahan hati
Semakin jernih sampai dijantungtubuh dan,
Duduk terdiam dalam nadi qalbuku.

Helahan nafas silih berganti berirama mengeringi nyanyian zikir
Semakin jauh masuk dalam qalbujiwaku akhirnya sampai pada ruhqalbuku.
Semakin dalam semakin jernih darahrinduku, dan…
Semakin tenang bermukim rinduku pada-Mu.

Rabbi,
Kadang kakiku sudah mulai gontai dilangkahkan,
Kadang nafasku mulai sesak,
Itu tubuh milik-Mu.
Tapi Rab,
Kaki jantungku semakin tegap melangkah
Nafas qlbujiwaku semakin teratur
Mengiringi tetesdarah rindu menuju Arsy-Mu
Ohh, melayangkan jauh melebihi burung-brung itu
Bersautanlah rindu cinta dalam rulqalbu jiwaku
Keharibaan-Mu melebih sautan mega dalam pelataran langit biru.

Aku tertegun dalam aliran nada dzikir,
Tersungkur sujud dalam sajadah bumi-Mu.
Berlipattangan dalam dekapan rindu,
Tersenyum dalam lambaian wajah-Mu dihatiku
Satu kata,…. satu kalimah,….. satu rasa…..
Yang mengantarkan melayang jiwakurinduku pada-Mu
Laa Ilaaha Illa Allah.

Bsk, 160409,0951.

Tags: puisi islam, puisi rabbi, puisi dzikir, puisi zikir, puisi ruhqalbuku, puisi religius, puisi doa

Incoming search terms:

  • puisi religi islam
  • puisi pagi islami
  • syair religi
  • puisi religi islami
  • contoh puisi religi islam
  • kumpulan puisi religi islami
  • puisi islami pagi
  • kumpulan puisi religi islam
  • puisi ultah islami
  • puisi islam sujud

Categories: Puisi Doa, Puisi Islami, Puisi Malam, Puisi Sahabat



Kasidah Kelahiran

Posted on 2 December 2008 by (0) Comment

Telah terbit matahari di hatiku
Hingga terang-benderanglah semesta alam
Hangatkan kebahagiaan

Tampak kaki anakku menjejak-jejak ke atas
Seperti dapat menemukan jalan pintas
Menuju dunia yang lebih sejuk. Ayo, anakku!
Jejak bumi tujuh kali. Aku bapakmu akan selalu
Mengiringi langkahmu. Tampak tangan anakku
Menggapai-gapai ke berbagai arah
Seperti sedang mengurai kacaunya keadaan zaman
Kedamaian dunia yang tak pernah selesai diperjuangkan
Ayo anakku! Jangkaulah dunia sepenuh jiwa
Aku bapakku akan selalu mendukungmu

Ketika tetabuhan rebana membahana
Anakku terpejam dari segala dunia keramaian
Mawar-melati disiratkan, doa-dzikir dipanjatkan
Anakku baru mau membuka matanya pada waktu
Keadaan gelap gulita dan dari sinar matanya
Aku baru mengerti ada terang yang lain
Sebuah benderang menerangi batin

Puisi-Puisi Akhmad Sekhu
Untuk Fahri Puitisandi Arsyi, anakku
Karangjati, Kramat, Tegal, 30 April 2008

Incoming search terms:

  • puisi kelahiran anak
  • puisi kelahiran bayi
  • puisi untuk kelahiran anak
  • puisi bayi baru lahir
  • puisi untuk bayi baru lahir
  • puisi untuk kelahiran bayi
  • puisi kelahiran
  • PUISI TENTANG KELAHIRAN
  • puisi untuk kelahiran anak pertama
  • puisi tentang kelahiran anak

Categories: Alunan Puisi