Posted on 22 January 2011 by
admin
Judul: The End
Oleh: Siti Kholifah
berakhir sudah . . .
malam kini telah tiba . . .
sang fajar telah menutup matanya . . .
merah senja pun berganti hitam . . .
kelam . . .
atau mungkin aku buta ?
sunyi . . .
atau mungkin aku tuli ?
Incoming search terms:
- syair putus cinta
- puisi cinta bertepuk sebelah tangan
- puisi pupus
- puisi pupus harapan
- puisi tangis
- puisi jawa tentang alam
- syair kehilangan
- puisi tentang cinta bertepuk sebelah tangan
- puisi buta
- sair putus cinta
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum
Posted on 26 October 2009 by
admin
Judul: Dalam kegelapan malam..
Oleh: Rahmat Halim
Dalam kegelapan malam..
Kumendengar gemericik air yang menenangkan jiwa
Membentuk sebuah simponi alam dalam kegelapan
Seperti memainkan lagu sendu
Diantara kekosongan hatiku
Dalam kegelapan malam ..
Kurindukan mentari dengan cahayanya yang sombong
Merasuk masuk kedalam jendela kaca
Mengirimkan sinyalnya akan datangnya pagi
Menghentikan alur dari mimpi indah tentangmu
Dalam kegelapan malam..
Kumainkan jemariku pada sebuah gitar tua
Diiringi angin yang bersiul diantara hamparan rumput kering
Bersama nyanyian jangkrik yang begitu sempurna
Lalu dari situ kubuat sebuah bait lagu indah tentangmu
Dalam kegelapan malam..
Kumenatap ribuan bintang
Dengan sinarnya yang begitu indah
Yang menari diantara cahaya bulan separuh purnama
Membuatku teringat akan senyumanmu
Yang terus membayangi di alam sadarku
Didalam kegelapan malam..
Kutermangu dibuai mimpi
Mimpi akan datangnya seorang bidadari
Lalu menyapaku dengan senyumannya yang suci
Dan membawaku terbang jauh ke dasar hati
Membebaskan diriku dari segala rasa sepi
puisi malam, syair malam, puisi cinta, syair cinta, sajak cinta, sajak malam, puisi malam
Incoming search terms:
- puisi kegelapan
- syair kegelapan
- syair bebas
- puisi kegelapan jiwa
- puisi kegelapan malam
- syair orang tua
- syair untuk orang tua
- puisi cahaya kecil di kegelapan pekat
- puisi cahaya di kegelapan malam
- dalam kegelapan
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Umum, Sajak Cinta, Sajak Syair
Posted on 15 October 2009 by
admin
Judul: 30 Hari Yang Lalu
Oleh: “Ayudha Setiawan Soedarmono”
tiga puluh hari yang lalu
di kotamu yang bisu, aku mencarimu
tiga puluh hari yang lalu
sikapmu membisu, sesatkan aku
kelam menuntunku
Sebelum tiga puluh hari yang lalu
kau masih mengucap sayang padaku
membelai hangat malamku
Sebelum tiga puluh hari yang lalu
kau masih menjadi milikku
temaniku mengigau hingga pagi
dan kini dari tiga puluh hari yang lalu
hampir satu purnama aku menunggumu
dan kini dari tiga puluh hari yang lalu
kau sudah bersama kekasihmu yang baru
menangis sendiri….
seperti tiga puluh hari yang lalu,
di kotamu yang menyembunyikanmu
tiga puluh hari yang lalu
aku, ahh !!!…
sudahlah, baiknya aku merobek bayangmu ( meski tak juga mampu )
puisi putus, puisi cinta, puisi sedih, puisi ingkar, puisi menunggu, puisi malam, puisi kelam, puisi hampa, puisi selingkuh, puisi pendusta
Incoming search terms:
- puisi selingkuh
- puisi cinta untuk selingkuhan
- puisi selingkuhan
- puisi putus cinta di selingkuhi
- puisi pendusta
- puisi putus selingkuhan
- sajak selingkuh malam minggu
- Syair pendusta
- puisi tetang sebagai selingkuhan
- puisicinta untukb selingkuhan
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sedih
Posted on 2 December 2008 by
admin
Bersamamu menyusuri sebuah kota
Tua, betapa kita merasa semakin tua saja
Sepanjang jalan adalah usia yang berlepasan
Dari detik demi detik mengalir tiada henti
Satu demi satu mengelupas seperti rasa cemas
Menguakkan kesadaran yang telah lama karam
Ada yang terasa hilang saat kita tergelak
Tawa, kebahagiaan yang sulit diterjemahkan
Menjelajah malam penuh gemerlapan, tapi miris hati
Tercabik lirikan genit perempuan malam pinggir jalan
Senyumnya kaku betapa hampa membekukan suasana
Tak ada percakapan tentang baik-buruk, cantik-jelek,
Atau alim-pelacur, tapi ia akan tetap berhak menyandang
Sebutan ibu, keagungan sebuah martabat paling hakekat
Meski telah menelantarkan kesemua anak-anaknya
Terlunta-lunta di kolong kota tanpa ayah dan kasih sayang
Roda kehidupan yang semakin bergulir menuju jaman akhir
Dan kita pasrah, tak bisa menolak ataupun mungkir
Kota, apakah masih mampu menanggung beban zaman
Tak bisa mengulang kembali menjadi lautan api
Sekarang sudah terlalu uzur untuk kembali bertempur
Gedung-gedung telah menutup pintu-jendela
Juga orang-orang telah lelap dalam mimpi gemerlapnya
Tapi kita masih setia menjaga tanya
Hanya kata-kata yang bisa dijadikan teman
Lihatlah, ada bocah selalu gelisah tak mampu merubah
Nasibnya yang telah terjepit di antara kenyataan pahit
Tapi semangatnya tetap berapi-api menuangkan energi kreatif
Rangkaian kata-kata yang ditulisnya dijadikan senjata
Puisi-Puisi Akhmad Sekhu
Catatan bersama Nur Ikhsan Suryakusumah
Bandung, 24 Maret 2008
Incoming search terms:
- penamaan dari struktur golongan flavonoid
Categories: Alunan Puisi