Search Results   puisi kehadiran mu | Sastra Nusantara

Puisi Valentine Penantian Tiada Arti

Posted on 23 December 2010 by (0) Comment

Penantian Tiada Arti

matahari menyinari kamar ini
ku dengar kokok ayam menyambut pagi
setiap hari selalu begini
menanti dan menanti lagi

ku matikan televisi ku
ku benahi ranjang kecil ku
ku tata ruang kamar ku
ku buang sampah makanan ku

ku pergi ke kamar mandi
membersihkan diri ini
juga menggosok gigi
tak lupa ku makan pagi

menanti kehadiranmu ke sini
mungkin kah itu hanya mimpi
atau hanya harapan yg dingin
yg tak kan pernah ku miliki

telpon dari mu cukup membuat ku tersenyum
tersenyum kagum melihat kau peduli thd ku
walau sedetik aku mendengarkan suaramu
cukup untuk senyum 1 menit ku

ku hanya berharap
semoga kau sehat-sehat saja
krn ku membutuhkan perhatian mu
krn ku sayang kepada mu

http://www.bayumukti.com/puisi-di-hari-valentines/

Incoming search terms:

  • puisi perhatian
  • puisi tentang perhatian
  • Puisi butuh perhatian
  • kumpulan puisi makanan
  • puisi perhatian cinta
  • puisi masakan nusantara
  • puisi ingin perhatian
  • kumpulan puisi perhatian
  • pusis tentang perhatian
  • puisi kurang perhatian mu

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Valentine



Puisi Ulang Tahun

Posted on 11 January 2009 by (65) Comment

Sekian tahun sudah kehadiranmu mempengaruhi orang-orang sekitarmu,
dan setiap perbuatanmu telah membentuk karaktermu,
dan setiap langkahmu telah membawamu mendekati atau menjauhi

cita-citamu,
dan kelak…
setiap tarikan nafasmu akan dimintai pertanggungjawabannya,
untuk menentukan tempatmu di alam yang abadi…

Selamat Ulang Tahun
Semoga langkah-langkahmu semakin matang
dan selalu membawamu ke arah yang lebih baik.

Incoming search terms:

  • puisi ultah
  • puisi ulang tahun
  • ulang tahun
  • sajak ulang tahun
  • puisi pendek ulang tahun
  • Ulangtahun
  • poem for kids ulang tahun
  • puisi ulang tahun untuk keponakan
  • puisi ulta
  • sajak ulang tahun sekolah

Categories: Puisi Ulang Tahun



Seruan Hati Seorang Pemuja Cinta

Posted on 19 December 2008 by (0) Comment

Tuhan…
Engkau memang adil
Engkau memang maha tahu
Tapi apakah Engkau mendengar kesahku…?

Semenjak kehadirannya aku rindu akan gurauannya
Saat ku teringat akan bersamanya aku resah
Sejenak ketika ku memikirkannya aku bimbang
Dalam lentera cinta aku terjerat api asmara
Dalam tiap alunan lagu hatiku menepis sebuah kerinduan
Aku selalu merindukan bayangannya
Aku selalu bermain dengan perasaannya
Namun semua itu galau

Oh Tuhan…
Jangan kau jadikan ini sebuah penyiksaan bagiku
Jangan engkau jadikan ini sebagai bagian dari kisahku
Karena aku tak ingin dia menjadi benalu dalam rintian kalbuku
Karena dia adalah lukisan hati, yang akan ku lebur…
Dalam istana hatiku yang akan selalu bersamaku

Puisi cinta dari : Pemanis_Cinta

Incoming search terms:

  • catatan cinta dari pemuja cinta
  • download novel ada apa dengan cinta
  • memparafrase puisi ibu yang kan kukenang selalu
  • sastra sang pemuja

Categories: Puisi Cinta