Posted on 21 January 2011 by
admin
aku ada disini
diantara penghujung waktu
terus dan terus menyelusuri
dari ujung ke ujung sepi
aku masih disini
bersama waktu waktu yang kabur
hingga sampai saat ini
senja pun telah uzur
tetap disini
kian sepi
waktu pun membisu
tiada kata yang mampu ku kutip
masih saja di sini
tak beranjak sama sekali
terdiam dan tergugu
semua serba kelu
Incoming search terms:
- pencitraan puisi
- puisi Khalil Gibran dan parafrasanya
- puisi sungai yang indah
- aku tersenyum diatas perih dan tertawa diantara luka puisi
- home puisi kenangan kahlil gibran sajak cinta puisi perpisahan puisi cinta puisi persahabatan puisi rindu puisi chairil anwar - senja di pelabuhan kecil
- puisi judul tawa
- puisi umum dengan pencitraan
- sajak kau membuat aku bingung
- sajak sajak zikri chania
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Islami, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Umum
Posted on 15 December 2008 by
admin
Derita ini seolah membuatku tenggelam dalam keputusasaan. Kerinduanku yg begitu sarat ,tak tahu kemana aku harus labuhkan. Paling tidak aku hanya bisa menenggelamkan jangkar agar perahu
rindutidak pergi kemana-mana . Aku ingin mengarungi samudra rindu dan kasih sayangdenganmu,..jelasnya aku ingin menikahimu …..(Cindy Ayu F-Solo)
Seperti saat ini, Kesepian amat mencekam hatiku. Aku berharap dirimu mau menerima kasih dan sayangku lagi. Oh,..betapa bahagianya hatiku seandainya itu sungguh-sungguh terjadi. Tapi khayalan tetaplah khayalan bila tak disertai usaha untuk menjadikannya kenyataan. Aku merindukanmu………(Nadya-Solo).
Incoming search terms:
- kumpulan surat cinta anak sastra
- kumpulan surat cinta romantis
- kumpulan surat cinta singkat
- kumpulan surat menyatakan cinta
- kumpulan surat menyatakan suka
- surat cinta islami romantis
- surat cinta pendek
- surat cinta romantis singkat
- Syair romance
Categories: Sajak Syair
Posted on 4 December 2008 by
admin
Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 30 Maret 2002, hari ulang tahun perkawinan kami yang ketiga. Dan untuk ketiga kalinya pula Aa’ lupa. Ulang tahun pertama, Aa’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan, Aa’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum. Persoalan saat itu memang lumayan pelik.
Ulang tahun kedua, Aa’ harus keluar kota untuk melakukan presentasi. Kesibukannya membuatnya lupa. Dan setelah minta maaf, waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menyahut,” Dik, toh aku sudah membuktikan cintaku sepanjang tahun. Hari itu tidak dirayakan kan tidak apa-apa. Cinta kan tidak butuh upacara…”
Incoming search terms:
- puisi aku ingin mencintaimu dengan sederhana
- aku ingin mencintaimu dengan sederhana
- puisi malam minggu sendiri
- aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana
- puisi kekesalan ku
- puisi aku mencintaimu dengan sederhana
- puisi kekesalan cinta
- puisi tentang hobi
- puisi sedang menunggu jawaban
- ucapan ultah puitis
Categories: Cerita Cinta, Cerita Dewasa, Cerita Pendek, Cerita Remaja