Posted on 22 February 2010 by
admin
Aku tak pernah berlari meninggalkanmu !
Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas
Aku masih disini…. Aku masih ada…
Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat
Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi
Tuk menulis tentang hati…
Dalam sebentuk puisi
Nyatanya aku tak pernah sempat
Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat
Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat
Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat
Hingga sekali lagi di pagi ini
Kerinduan pada puisi kembali menjadi
Curahan hatiku dalam sebentuk puisi
Semoga esok aku bisa segera kembali
Cinta & Rindu berjudul Rindu Puisi ini ditulis oleh friady Dilarang keras menyalin Cinta & Rindu ini di lain tempat tanpa menyebutkan URL website serta nama penulisnya.
Incoming search terms:
- Kamut rindu
- puisi rindu pendek
- puisi pendek tentang alam
- puisi kerinduan yang mendalam
- puisi pendek kerinduan
- puisi pendek tentang kerinduan
- puisi pendek tentang rindu
- puisi rindu singkat
- puisi pendek sekali
- puisi sederhana tentang alam pantai
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat
Posted on 30 December 2009 by
admin
Judul: Kerinduanku padamu
Oleh: Rizky Anggreini
Sebentuk awan menghiasi langit
Kau lihatkah itu sayang ?
mencorak indah dilangit sana…
Kutatap, kurasakan kerinduan
kerinduan atas kebersamaan kita…
Sayang awan putih itu masih mewarnai langit,
memberikan corak biru putih pada langit itu…
Ku ingin saat ini kau juga memandang langit itu,
biar kau juga bisa merasakan kerinduan ku yang mendalam…
Tags: puisi sayang, puisi awan, puisi warna, puisi langit, puisi hiasan, puisi rindu, puisi bersama, puisi kerinduan
Incoming search terms:
- contoh puisi awan
- puisi warna biru
- contoh hiasan puisi
- contoh puisi kerinduanku
- puisi awan disana
- puisi awan sayap
- puisi kerinduan ku padamu
- puisi kerinduanku
- Tentang kerinduanku padamu sayang
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum
Posted on 3 July 2009 by
admin
Judul: Firasat
Oleh: Rahmatan Idul
Titik-titik hujan
Menggelayut di antara tangkai-tangkai hati
Perlahan, jatuh di atas pucuk-pucuk asa
Yang kuncup memendam putik-putik setia
Dan benang-benang nestapa
Dalam kelopak-kelopak kerinduan
Ada yang tak biasa dengan rintik ini
Tak sedikit pun tampak olehku mendung yang membingkai
atau pelangi yang memudar sepi
Kecuali senyuman angin pada sepasang awan yang beranjak pergi
Mungkin ku Cuma berfirasat
Atau ini sebuah hasrat?
Entahlah…
Aku seolah tak peduli pada rintik ini
Rintik yang mungkin nanti kan menusukku dengan sejuta duri
Ku hanya ingin
melukis segores cinta di tiap ufuk hatinya
Agar selaksa bahagia
Mekar bersama senyuman sang mentari
Di penghujung Fajar nanti
Tags: puisi keinginan, puisi harapan, puisi asa, puisi mendung, puisi cinta, cinta puisi, cinta dan keinginan, harapan dan keinginan
Incoming search terms:
- puisi-puisi tentang alam
- puisi senyum bocah
- puisis tentang alam
- puisi senyum pagi
- sajak senyum fajar
- puisi senyum pagi mendung
- Puisi senyum di malam hari
- contoh puisi puisis pepohonan
- puisi sayup-sayup malam dengan senyum
- puisi puisi alam
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Semangat, Puisi Umum
Posted on 19 December 2008 by
admin
Tuhan…
Engkau memang adil
Engkau memang maha tahu
Tapi apakah Engkau mendengar kesahku…?
Semenjak kehadirannya aku rindu akan gurauannya
Saat ku teringat akan bersamanya aku resah
Sejenak ketika ku memikirkannya aku bimbang
Dalam lentera cinta aku terjerat api asmara
Dalam tiap alunan lagu hatiku menepis sebuah kerinduan
Aku selalu merindukan bayangannya
Aku selalu bermain dengan perasaannya
Namun semua itu galau
Oh Tuhan…
Jangan kau jadikan ini sebuah penyiksaan bagiku
Jangan engkau jadikan ini sebagai bagian dari kisahku
Karena aku tak ingin dia menjadi benalu dalam rintian kalbuku
Karena dia adalah lukisan hati, yang akan ku lebur…
Dalam istana hatiku yang akan selalu bersamaku
Puisi cinta dari : Pemanis_Cinta
Incoming search terms:
- catatan cinta dari pemuja cinta
- download novel ada apa dengan cinta
- memparafrase puisi ibu yang kan kukenang selalu
- sastra sang pemuja
Categories: Puisi Cinta
Posted on 15 December 2008 by
admin
Derita ini seolah membuatku tenggelam dalam keputusasaan. Kerinduanku yg begitu sarat ,tak tahu kemana aku harus labuhkan. Paling tidak aku hanya bisa menenggelamkan jangkar agar perahu
rindutidak pergi kemana-mana . Aku ingin mengarungi samudra rindu dan kasih sayangdenganmu,..jelasnya aku ingin menikahimu …..(Cindy Ayu F-Solo)
Seperti saat ini, Kesepian amat mencekam hatiku. Aku berharap dirimu mau menerima kasih dan sayangku lagi. Oh,..betapa bahagianya hatiku seandainya itu sungguh-sungguh terjadi. Tapi khayalan tetaplah khayalan bila tak disertai usaha untuk menjadikannya kenyataan. Aku merindukanmu………(Nadya-Solo).
Incoming search terms:
- kumpulan surat cinta anak sastra
- kumpulan surat cinta romantis
- kumpulan surat cinta singkat
- kumpulan surat menyatakan cinta
- kumpulan surat menyatakan suka
- surat cinta islami romantis
- surat cinta pendek
- surat cinta romantis singkat
- Syair romance
Categories: Sajak Syair
Posted on 2 December 2008 by
admin
Aku akan pulang membawa kegelisahan
dalam rindu yang mencemaskan, adakah
kau simpan luka lama dengan merampungkan
kenangan kelam, dari masa telah terlewati
pada perantauan asing di segenap hati
Rumah telah tertutup pada mimpi buruk
rontoklah hari demi hari dari dongeng ngeri
cerita tentang kemurungan negeri terbaca
selalu meramu mitos-mitos pemikiran semu
mengurung niat yang terlintas hanya kejemuan
Aku akan tetap pulang, segera menghabiskan
semua huruf dalam kamus kehidupanmu, hingga
bakal mengerti, bahwa ternyata selama ini
aku tak jauh dari bacaanmu, pada setiap ucapmu
selalu mengandung kerinduan untuk kepulanganku
Puisi-Puisi Akhmad Sekhu
untuk Abdul Aziz, kakakku
Incoming search terms:
- nematoda bintil akal dan gejala serangan
Categories: Alunan Puisi
Posted on 2 December 2008 by
admin
Aku kini matahari yang menggaris
bumi, tertatih-tatih menaiki tangga langit
seiring hari-hari menempuh kerinduan abadi
Bangkit dini hari mengejar sang fajar
terkupasnya senyum pagi sisa impian semalam
yang cepat berganti tertindih kesibukan
bergerak bersama wangi keringat kering
tangan-tangan yang memegang peranan
melaju penuh debu yang akrab pergulatan
perjuangan demi kehidupan harus diperjuangkan
Aku kini matahari yang menggaris
bumi, tertatih-tatih menaiki tangga langit
sampai hari-hari menuju ke haribaan ilahi
Puisi-Puisi Akhmad Sekhu
Categories: Alunan Puisi