Search Results   puisi ketika kau pergi | Sastra Nusantara

Kepastian Bagiku

Posted on 19 December 2008 by (0) Comment

Dalam tiap hembusan malam, aku termenung
Teriang akan sesuatu yang tak lagi rahasia
Ketika aku tersadar bahwa itu hanya sebuah mimpi
Aku terkatung-katung mengingat semua yang telah lampau
Kau hadir untuk menemani sepi
Kau datang dengan segenggam harapan
Kemudian kaupun menghilang dengan sejuta sesak di dada
Aku ingin pergi dari sisimu, dari bayangmu dan dari hidupmu
Namun aku tak pernah bisa
Sungguh tak adil bagiku rasa ini aku pendam untuknya
Aku bersungguh mencintainya
Tapi bukan ingin sekedar memilikinya
Karena rasa ini adalah suci
Karena rasa ini pula adalah benci
Dengan harap dan doa aku meminta
Tepiskanlah segala resah, jika itu adalah semu
Maka kuatkanlah hati jika semua itu pasti

Puisi cinta dari : Pemanis_Cinta

Incoming search terms:

  • efektivitas trichogramma
  • pemanasan cekaman pada suhu tinggi tanaman kopi
  • Puisi Kau sentuh Qalbu ku

Categories: Puisi Cinta



Ketika Derita Mengabadikan Cinta

Posted on 14 December 2008 by (0) Comment

Penulis : Habiburrahman El Shirazy

“Kini tiba saatnya kita semua mendengarkan nasihat pernikahan untuk kedua mempelai yang akan disampaikan oleh yang terhormat Prof. Dr. Mamduh Hasan Al-Ganzouri . Beliau adalah Ketua Ikatan Dokter Kairo dan Dikrektur Rumah Sakit Qashrul Aini, seorang pakar syaraf terkemuka di Timur Tengah, yang tak lain adalah juga dosen kedua mempelai. Kepada Professor dipersilahkan. …”

Suara pembawa acara walimatul urs itu menggema di seluruh ruangan resepsi pernikahan nan mewah di Hotel Hilton Ramses yang terletak di tepi sungai Nil, Kairo.

Seluruh hadirin menanti dengan penasaran, apa kiranya yang akan disampaikan pakar syaraf jebolan London itu. Hati mereka menanti-nanti mungkin akan ada kejutan baru mengenai hubungan pernikahan dengan kesehatan syaraf dari professor yang murah senyum dan sering nongol di televisi itu.

Sejurus kemudian, seorang laki-laki separuh baya berambut putih melangkah menuju podium. Langkahnya tegap. Air muka di wajahnya memancarkan wibawa. Kepalanya yang sedikit botak, meyakinkan bahwa ia memang seorang ilmuan berbobot. Sorot matanya yang tajam dan kuat, mengisyaratkan pribadi yang tegas. Begitu sampai di podium, kamera video dan lampu sorot langsung shoot ke arahnya. Sesaat sebelum bicara, seperti biasa, ia sentuh gagang kacamatanya, lalu…

Incoming search terms:

  • kumpulan puisi tentang pendidikan
  • puisi bahasa jawa tentang alam
  • puisi perjuangan wanita
  • contoh puisi tentang pendidikan
  • puisi tentang perjuangan wanita
  • puisi tentang pendidikan
  • puisi ulang tahun anak
  • puisi perjuangan perempuan
  • Puisi tentang perjuangan perempuan
  • Puisi tema pendidikan

Categories: Cerita Cinta