Posted on 26 November 2009 by
admin
Judul: Dunia Gelap
Oleh: Nie Cawa
Kutertidur tapi kusadar
Bukan mimpi tapi kenyataan
Perih…Pahit ku rasa……….
Menyenagkan bila tak terasa
Tertawa,tersenyum untuk menutup luka
Ooh sungguh
Dunia terasa gelap saat ku rasa
Beban berat hidup ini sangatlah nyata
Kebohongan serta sandiwara
Menjadi satu dalam rasa
Aku lelah bukan menyerah
Perih..sesak di dada
Tapi…..apalah daya,aku tak bisa mengalah
Nasibku memang begini adanya
Menahan sakit,sampai jiwa terasa tak ada
Kurus,kering …
Walau tak kena siksa
Sesak..Sesak ..rintihku
Melihat derita hidup keluargaku
Walaupun terang,tapi terasa gelap
Aku harus sanggup untuk berkata
Aku bisa..aku bisa…agar mereka terlihat terang
Untuk Dunia
TAGS: Puisi lelah, puisi menyerah, puisi mampu, puisi terang, puisi perih, puisi sedih, puisi sesak, puisi tangis
Incoming search terms:
- puisi kebohongan
- puisi tentang kebohongan
- puisi dunia gelap
- puisi lelah hidup
- kumpulan puisi tentang kebohongan
- puisi sesak
- puisi sesak dada
- puisi ooh dunia mlm ku
- puisi lelah untuk hidup
- derita pahit yang kurasa saat ini
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Sahabat, Puisi Sedih
Posted on 14 December 2008 by
admin
Penulis : Habiburrahman El Shirazy
“Kini tiba saatnya kita semua mendengarkan nasihat pernikahan untuk kedua mempelai yang akan disampaikan oleh yang terhormat Prof. Dr. Mamduh Hasan Al-Ganzouri . Beliau adalah Ketua Ikatan Dokter Kairo dan Dikrektur Rumah Sakit Qashrul Aini, seorang pakar syaraf terkemuka di Timur Tengah, yang tak lain adalah juga dosen kedua mempelai. Kepada Professor dipersilahkan. …”
Suara pembawa acara walimatul urs itu menggema di seluruh ruangan resepsi pernikahan nan mewah di Hotel Hilton Ramses yang terletak di tepi sungai Nil, Kairo.
Seluruh hadirin menanti dengan penasaran, apa kiranya yang akan disampaikan pakar syaraf jebolan London itu. Hati mereka menanti-nanti mungkin akan ada kejutan baru mengenai hubungan pernikahan dengan kesehatan syaraf dari professor yang murah senyum dan sering nongol di televisi itu.
Sejurus kemudian, seorang laki-laki separuh baya berambut putih melangkah menuju podium. Langkahnya tegap. Air muka di wajahnya memancarkan wibawa. Kepalanya yang sedikit botak, meyakinkan bahwa ia memang seorang ilmuan berbobot. Sorot matanya yang tajam dan kuat, mengisyaratkan pribadi yang tegas. Begitu sampai di podium, kamera video dan lampu sorot langsung shoot ke arahnya. Sesaat sebelum bicara, seperti biasa, ia sentuh gagang kacamatanya, lalu…
Incoming search terms:
- kumpulan puisi tentang pendidikan
- puisi bahasa jawa tentang alam
- puisi perjuangan wanita
- contoh puisi tentang pendidikan
- puisi tentang perjuangan wanita
- puisi tentang pendidikan
- puisi ulang tahun anak
- puisi perjuangan perempuan
- Puisi tentang perjuangan perempuan
- Puisi tema pendidikan
Categories: Cerita Cinta
Posted on 2 December 2008 by
admin
Seribu tahun lagi, aku mungkin
datang kembali tidak dengan raga ini
tapi puisi-puisi. Sukmaku menjelma
makna-makna yang mengental
dalam pemahamanmu
Jangan lagi kau sebut-sebut namaku
kalau pesan puitikku tak kau mengerti
mungkin debu-debu lelah mengeja hidupmu
berhamburan kemewahan yang semu
tapi puisi-puisiku tidak akan alpa menyentuh
hatimu yang telah berurat batu itu
Seribu tahun lagi, ya, seribu tahun
diriku mungkin sudah remuk
tapi bersama puisi-puisi
aku akan tetap abadi
Puisi-Puisi Akhmad Sekhu
Categories: Alunan Puisi