Search Results   puisi mawar | Sastra Nusantara

Mawar

Posted on 3 July 2009 by (0) Comment

Judul: Mawar
Oleh: Puas Adi Saputro

Dalam sedih ku berbunga
nyata sebuah penantianku
tuk lukiskan wangi hingga durimu…

Tersirat surat cinta layaknya paras menggoda
yang itu takkan tanam luka
yang mungkin satu tangis kan slalu menemani…

Tapi, aku pun sendiriku
slalu dan akan sambut setiap hadirmu
walau hanya sehembus bayang-bayang pilu
walau kan hujam jantungku dengan rindu pesonamu…..

Tags: Puisi Mawar, Puisi Cinta, Puisi Kenyataan, puisi penantian, puisi sendiri, puisi sepi, puisi hujan, puisi rindu

Incoming search terms:

  • syair lukaku karenamu
  • puisi cinta alam
  • puisi kesepian pendek dan singkat
  • syair cinta alam

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Umum



Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana

Posted on 4 December 2008 by (2) Comment

Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 30 Maret 2002, hari ulang tahun perkawinan kami yang ketiga. Dan untuk ketiga kalinya pula Aa’ lupa. Ulang tahun pertama, Aa’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan, Aa’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum. Persoalan saat itu memang lumayan pelik.

Ulang tahun kedua, Aa’ harus keluar kota untuk melakukan presentasi. Kesibukannya membuatnya lupa. Dan setelah minta maaf, waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menyahut,” Dik, toh aku sudah membuktikan cintaku sepanjang tahun. Hari itu tidak dirayakan kan tidak apa-apa. Cinta kan tidak butuh upacara…”

Incoming search terms:

  • puisi aku ingin mencintaimu dengan sederhana
  • aku ingin mencintaimu dengan sederhana
  • puisi malam minggu sendiri
  • aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana
  • puisi kekesalan ku
  • puisi aku mencintaimu dengan sederhana
  • puisi kekesalan cinta
  • puisi tentang hobi
  • puisi sedang menunggu jawaban
  • ucapan ultah puitis

Categories: Cerita Cinta, Cerita Dewasa, Cerita Pendek, Cerita Remaja



Kasidah Kelahiran

Posted on 2 December 2008 by (0) Comment

Telah terbit matahari di hatiku
Hingga terang-benderanglah semesta alam
Hangatkan kebahagiaan

Tampak kaki anakku menjejak-jejak ke atas
Seperti dapat menemukan jalan pintas
Menuju dunia yang lebih sejuk. Ayo, anakku!
Jejak bumi tujuh kali. Aku bapakmu akan selalu
Mengiringi langkahmu. Tampak tangan anakku
Menggapai-gapai ke berbagai arah
Seperti sedang mengurai kacaunya keadaan zaman
Kedamaian dunia yang tak pernah selesai diperjuangkan
Ayo anakku! Jangkaulah dunia sepenuh jiwa
Aku bapakku akan selalu mendukungmu

Ketika tetabuhan rebana membahana
Anakku terpejam dari segala dunia keramaian
Mawar-melati disiratkan, doa-dzikir dipanjatkan
Anakku baru mau membuka matanya pada waktu
Keadaan gelap gulita dan dari sinar matanya
Aku baru mengerti ada terang yang lain
Sebuah benderang menerangi batin

Puisi-Puisi Akhmad Sekhu
Untuk Fahri Puitisandi Arsyi, anakku
Karangjati, Kramat, Tegal, 30 April 2008

Incoming search terms:

  • puisi kelahiran anak
  • puisi kelahiran bayi
  • puisi untuk kelahiran anak
  • puisi bayi baru lahir
  • puisi untuk bayi baru lahir
  • puisi untuk kelahiran bayi
  • puisi kelahiran
  • PUISI TENTANG KELAHIRAN
  • puisi untuk kelahiran anak pertama
  • puisi tentang kelahiran anak

Categories: Alunan Puisi