Search Results   puisi menunggu | Sastra Nusantara

Lelah Menantimu Kembali

Posted on 4 June 2011 by (0) Comment

Judul: Lelah Menantimu Kembali
Oleh: “isye kusnia”

Disetiap waktu aku melangkah
Disetiap detik aku menjalani semua
Disrtiap harapan aku pendam
Disetiap waktu kuberpikir

Walau hati ini tak pernah dirasakan dia
Tapi aku sudah lelah dengan pengorbananku ini
Biarlah ini menjadi sebuah kenangan
Yang akan ku ingat saat aku merindukanmu

Incoming search terms:

  • Puisi ilmu
  • kumpulan puisi lama
  • puisi tentang ilmu
  • puisi lelah
  • puisi rindu ibu
  • contoh puisi tentang ilmu
  • puisi ilmu pendidikan
  • contoh kumpulan puisi terikat
  • kumpulan puisi tentang ilmu
  • contoh puisi lama chairil anwar

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Penantian



Puisi Pengertian Cinta

Posted on 22 January 2011 by (0) Comment

Judul: cinta itu apa
Oleh: Irfan Aduhdek

begitu banyak cinta yang kau tanam
akhirnya dia tumbuh di hatiku..
begitu banyak harapan yang kau berikan
tapi kini hanya menumbuhkan penderitaan..

seandainya kau tahu…
semenjak kau datang
aku tak bisa berkata tak bisa bergerak
seakan seluruh badanku terbius keindahanmu
aku hanya bisa berkata… masya allah cantiknya

Incoming search terms:

  • puisi keindahan
  • puisi pengertian
  • puisi tentang keindahan
  • puisi pengertian cinta
  • kumpulan puisi keindahan
  • puisi keindahan nusantara
  • Puisi tentang pengertian
  • contoh puisi keindahan
  • contoh puisi tentang keindahan
  • puisi keindahan hidup

Categories: Alunan Puisi, Alunan Sajak, Friendship Poems, Love Poems, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sedih, Puisi Umum, Romantic Poem, Sajak Cinta



Membangun Surga di Dalam Selimut

Posted on 15 December 2010 by (0) Comment

Judul: Membangun Surga di Dalam Selimut
Oleh: Aprinol Zikri

Ah , tampak benar
Murung wajah mu itu
Sementara dalam wujudmu kau berpeluh
Tiada henti kau bergumam
Menunggu ku di bawah selimut
Untuk membangun bermacam surga di dalamanya

Puisi surga, selimut, membangun

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Malam, Puisi Sahabat, Puisi Umum



Sang Primadona

Posted on 6 January 2010 by (0) Comment

Judul: Sang Primadona
Oleh: Fiza Haq

aku…
kesendirian ini selalu menggerogoti tubuhku
kesepian terus mencoba melobangi jiwaku
perih yang kurasa menusuk sampai ke tulangku
terbang di antara angan
desir ombak pun mengayuh untuk terus menggebu

asa kini menjadi butiran pasir berdebu
hitam kini bercampur menjadi kelabu
sakit yang ku rasa telah menjadi ngilu
percuma aku merindu
kau takkan akan pernah menjemputku

air salju sudah membeku
takkan ada lagi sepatah kata untukku
wahai kawanku
duduk , termangu menunggumu
itu sudah nasibku

kini kelabu menutupi kisahku
melayang jiwaku
terbang besama mimpi yang tak kan kembali
itulah aku…
hanya ini puisi dariku
puisi basah tercipta hanya untuk sangmu Primadona

Incoming search terms:

  • puisi tentang mimpi
  • sajak mimpi sedih
  • contoh puisi mimpi
  • judul puisi mimpi
  • makna puisi mimpi yang hilang
  • puisi hidup penuh dengan mimpi
  • puisi kehidupan terasa sakit
  • sejarah gangguan kafir quraisy kepada sahabat pdf

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Umum



30 Hari Yang Lalu

Posted on 15 October 2009 by (1) Comment

Judul: 30 Hari Yang Lalu
Oleh: “Ayudha Setiawan Soedarmono

tiga puluh hari yang lalu
di kotamu yang bisu, aku mencarimu
tiga puluh hari yang lalu
sikapmu membisu, sesatkan aku
kelam menuntunku

Sebelum tiga puluh hari yang lalu
kau masih mengucap sayang padaku
membelai hangat malamku
Sebelum tiga puluh hari yang lalu
kau masih menjadi milikku
temaniku mengigau hingga pagi

dan kini dari tiga puluh hari yang lalu
hampir satu purnama aku menunggumu
dan kini dari tiga puluh hari yang lalu
kau sudah bersama kekasihmu yang baru

menangis sendiri….
seperti tiga puluh hari yang lalu,
di kotamu yang menyembunyikanmu

tiga puluh hari yang lalu
aku, ahh !!!…
sudahlah, baiknya aku merobek bayangmu ( meski tak juga mampu )

puisi putus, puisi cinta, puisi sedih, puisi ingkar, puisi menunggu, puisi malam, puisi kelam, puisi hampa, puisi selingkuh, puisi pendusta

Incoming search terms:

  • puisi selingkuh
  • puisi cinta untuk selingkuhan
  • puisi selingkuhan
  • puisi putus cinta di selingkuhi
  • puisi pendusta
  • puisi putus selingkuhan
  • sajak selingkuh malam minggu
  • Syair pendusta
  • puisi tetang sebagai selingkuhan
  • puisicinta untukb selingkuhan

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sedih



Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana

Posted on 4 December 2008 by (2) Comment

Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 30 Maret 2002, hari ulang tahun perkawinan kami yang ketiga. Dan untuk ketiga kalinya pula Aa’ lupa. Ulang tahun pertama, Aa’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan, Aa’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum. Persoalan saat itu memang lumayan pelik.

Ulang tahun kedua, Aa’ harus keluar kota untuk melakukan presentasi. Kesibukannya membuatnya lupa. Dan setelah minta maaf, waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menyahut,” Dik, toh aku sudah membuktikan cintaku sepanjang tahun. Hari itu tidak dirayakan kan tidak apa-apa. Cinta kan tidak butuh upacara…”

Incoming search terms:

  • puisi aku ingin mencintaimu dengan sederhana
  • aku ingin mencintaimu dengan sederhana
  • puisi malam minggu sendiri
  • aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana
  • puisi kekesalan ku
  • puisi aku mencintaimu dengan sederhana
  • puisi kekesalan cinta
  • puisi tentang hobi
  • puisi sedang menunggu jawaban
  • ucapan ultah puitis

Categories: Cerita Cinta, Cerita Dewasa, Cerita Pendek, Cerita Remaja



PENYAIR LUKA

Posted on 2 December 2008 by (0) Comment

akulah
penyair luka
terlahir dari darah nanah

kutawarkan rintih duka kepada samudera
untuk kutukar dengan: ombak ganas

kutawarkan bosan nuansa kepada ladang
untuk kutukar dengan: gesit musangkutawarkan hambar jiwa kepada sabana
untuk kutukar dengan: taring singa

kutawarkan keluh sengsara kepada belantara
untuk kutukar dengan: aum harimau
kutawarkan beku cinta kepada gunung
untuk kutukar dengan: gelegak lava

masih ku duduk di kepak kata
menunggu jawabnya,
sambil menghitung sisa usia

Puisi-Puisi Akhmad Sekhu
Jenewa (Swiss), 27 Juni 2007

Categories: Alunan Puisi