Posted on 26 November 2009 by
admin
Judul: Bapakku Pahlawan
Oleh: Mishbah
aku adalah seorang anak pahlawan
Bapakku dulu berjuang membela negara
mempertahankan bendera merah putih
berkibar diatas tiang bambu kuning didepan rumah
tujuh pelor panas menembus dada bapakku
bendera tetap berkibar walau tersiram darah bapakku
tiang bambu kuning tetap berdiri walau bapak mati terkapar
sekarang aku tak mendengar orang mati membela negara
bendera merah putih masih berkibar
walau hanya setahun sekali, didepan rumah
aku tidak bisa seperti bapak
mengorbankan nyawa demi bendera
karena jiwaku mati kaku
bangsaku kini sudah merdeka
tidak ada penjajah, menjajah bangsaku
sekarang penjajah tidak seperti dulu
angkat senjata, tembak bapakku
kini penjajah, menjadi jiwa bangsaku
rasa nasionalisme terbuang jauh
terbungkus rapi tak ketara
penjajah jiwa merebut bangsaku
hingga jatuh tersungkur tak punya malu
kadang kalah aku terjajah
karena aku bukan bapakku punya jiwa merah putih
demi bendera bapakku mati
demi perut bangsaku mati
lindas sana lindas sini
biarpun bangsa, bangsa sendiri
asal aku tidak mati
tinggal kita apa bisa seperti bapakku
punya jiwa merah putih
merah yang berani, demi bangsa dan negara
putih yang suci, demi kebenaran dan keadilan
kapan aku punya jiwa seperti bapakku
walau sedikit akan menjadi bukit
hingga aku benar-benar anak seorang pahlawan
TAGS: pahlawan, puisi pahlawan, puisi nasional, puisi patriot, puisi penjajah, puisi di jajah, puisi pengorbanan, puisi indonesia
Incoming search terms:
- puisi pahlawan nasional
- puisi penjajahan
- puisi bertema karya bangsaku
- kumpulan puisi nasionalisme
- puisi tentang penjajahan
- puisi anak anak tema karya bangsaku
- kumpulan puisi pahlawan
- puisi karya hamka
- puisi anak tema karya bangsaku
- contoh puisi nasionalisme
Categories: Puisi Harapan, Puisi Pahlawan, Puisi Semangat, Puisi Umum
Posted on 19 December 2008 by
admin
Mengapa diri ini selalu tertimpa
Sebuah panasnya sang bara cinta
Hingga ku tak kuat untuk mengontrolnya
Jiwaku hangus terbakar karena panasnya
Aku yang begitu mencintaimu
Walau kau telah menolakku
Tapi kau terus dekat bersamaku
Tapi kau selalu anggap diri ini adalah sahabat
Kau tak tau perasaan ini
Ku dekat bersamamu dengan penuh harapan
Tapi seperti di samabar petir
Kau selalu dekat saat kau butuh
….oh tidak!
Cintaku terluka lagi karena permainanya
Adakah kau akan meperbaikinya
Dan kau jauhi diriku ini
Tak perlu kau jelaskan
Karena ku tau dalam dirimu punya seribu nama
Pria yang kau taruh untuk kau gantikan
Cinta suciku ternyata sampah buatmu
Tak kukira sekejam ini sebuah harapan
Ku akan pergi dengan puing2 derita
Sejuta makna atas cinta yang terluka
Puisi cinta dari : win32
Incoming search terms:
- Puisi cinta terluka
- Cinta terluka Puisi
- puisi balada orangtua
- puisi cinta yang terluka
- puisi cinta yg terluka
- puisi cnta ku yang teluka
- puisi karma cinta
- syair cinta terluka
Categories: Puisi Cinta
Posted on 14 December 2008 by
admin
Penulis : Habiburrahman El Shirazy
“Kini tiba saatnya kita semua mendengarkan nasihat pernikahan untuk kedua mempelai yang akan disampaikan oleh yang terhormat Prof. Dr. Mamduh Hasan Al-Ganzouri . Beliau adalah Ketua Ikatan Dokter Kairo dan Dikrektur Rumah Sakit Qashrul Aini, seorang pakar syaraf terkemuka di Timur Tengah, yang tak lain adalah juga dosen kedua mempelai. Kepada Professor dipersilahkan. …”
Suara pembawa acara walimatul urs itu menggema di seluruh ruangan resepsi pernikahan nan mewah di Hotel Hilton Ramses yang terletak di tepi sungai Nil, Kairo.
Seluruh hadirin menanti dengan penasaran, apa kiranya yang akan disampaikan pakar syaraf jebolan London itu. Hati mereka menanti-nanti mungkin akan ada kejutan baru mengenai hubungan pernikahan dengan kesehatan syaraf dari professor yang murah senyum dan sering nongol di televisi itu.
Sejurus kemudian, seorang laki-laki separuh baya berambut putih melangkah menuju podium. Langkahnya tegap. Air muka di wajahnya memancarkan wibawa. Kepalanya yang sedikit botak, meyakinkan bahwa ia memang seorang ilmuan berbobot. Sorot matanya yang tajam dan kuat, mengisyaratkan pribadi yang tegas. Begitu sampai di podium, kamera video dan lampu sorot langsung shoot ke arahnya. Sesaat sebelum bicara, seperti biasa, ia sentuh gagang kacamatanya, lalu…
Incoming search terms:
- kumpulan puisi tentang pendidikan
- puisi bahasa jawa tentang alam
- puisi perjuangan wanita
- puisi tentang perjuangan wanita
- contoh puisi tentang pendidikan
- puisi tentang pendidikan
- puisi ulang tahun anak
- Puisi tentang perjuangan perempuan
- puisi perjuangan perempuan
- Puisi tema pendidikan
Categories: Cerita Cinta