Posted on 19 December 2008 by
admin
Kenangan lama tersirat kembali…
Tat kala sepasang kekasih terlihat..
Melintas dengan mesranya di depanku..
Begitu indah ceritanya, akupun terpana..
Serasa lembarang usang kembali terpampang..
Di meja lamunan ketika kuputuskan smuanya..
Aku terpuruk dalam kekeluan…
Dan masa indah lalu hilang sekejap mata..
Hidup tanpa kekasih bagiku melayang..
Suka ada dan dukapun tak hilang…
Tak jauh berbeda saat kasih bersama..
Lebih indah, daripada terjalin sendirian…
Namun kucoba dan terus kucoba..
Agar tangan ini tetap bisa menggenggam..
Sejuta rasa yang sempat tertahan..
Hingga saatnya tiba, penggantinya kutemukan..
Puisi cinta dari : C0`18`D0kt3r`C1nt4
Incoming search terms:
- puisi tanpa kekasih
- bosan hidup tanpa kekasih
- puisi tanpa kekesih
- Puisi tanpa kekasich
- puisi tanpa kakasih
- puisi tampa kekasihku
- puisi sendiri tanpa kekasih
- puisi sedih tanpa kekasih
- puisi malam tanpa kekasih
- Puisi hidup tampa kekasih
Categories: Puisi Cinta
Posted on 19 December 2008 by
admin
Oh cinta bagaikan kelana..
Menginjakkan jejaknya di atas nirvana…
Kelak sang surya enggan berpijar..
Tapi kau cinta laksana sang kuasa…
Berikan cerita dan lahirkan semua..
Adalah asa dalam kesejukkan..
Embun yang putih turun bagaikan salju..
Namun cinta slalu turun menetap..
Bagaikan serapan kasih yang terpadu..
Di antara hati yang merah merekah…
Saat senja kan tiba..
Mendungpun takkan menghiasi..
Hanya sang surya yang tenggelam…
Namun sang purnama mengerlingkan untuk insan…
Menantimu cinta, tak kunjung jua tiba..
Andai kata penantian ini tak ada…
Kuhanya berharap suatu saat sang malaikat..
Mau berbisik dan berikan satu insan bagiku..
Mencinta dalam keluhan meski asa mendekam..
Tak ayal senja tiba hingga semuanya sirna…
Puisi cinta dari : C0`18`D0kt3r`C1nt4
Incoming search terms:
- puisi menanti jodoh
- puisi menanti senja
- kata kata penantian
- sajak penantian senja
- puisi tentang penantian di kala senja
- puisi syair cinta menunggu
- puisi penantian di kala senja
- puisi menunggu jodoh
- puisi menantimu kala senja
- puisi cinta di saatsenja
Categories: Puisi Cinta
Posted on 14 December 2008 by
admin
Penulis : Habiburrahman El Shirazy
“Kini tiba saatnya kita semua mendengarkan nasihat pernikahan untuk kedua mempelai yang akan disampaikan oleh yang terhormat Prof. Dr. Mamduh Hasan Al-Ganzouri . Beliau adalah Ketua Ikatan Dokter Kairo dan Dikrektur Rumah Sakit Qashrul Aini, seorang pakar syaraf terkemuka di Timur Tengah, yang tak lain adalah juga dosen kedua mempelai. Kepada Professor dipersilahkan. …”
Suara pembawa acara walimatul urs itu menggema di seluruh ruangan resepsi pernikahan nan mewah di Hotel Hilton Ramses yang terletak di tepi sungai Nil, Kairo.
Seluruh hadirin menanti dengan penasaran, apa kiranya yang akan disampaikan pakar syaraf jebolan London itu. Hati mereka menanti-nanti mungkin akan ada kejutan baru mengenai hubungan pernikahan dengan kesehatan syaraf dari professor yang murah senyum dan sering nongol di televisi itu.
Sejurus kemudian, seorang laki-laki separuh baya berambut putih melangkah menuju podium. Langkahnya tegap. Air muka di wajahnya memancarkan wibawa. Kepalanya yang sedikit botak, meyakinkan bahwa ia memang seorang ilmuan berbobot. Sorot matanya yang tajam dan kuat, mengisyaratkan pribadi yang tegas. Begitu sampai di podium, kamera video dan lampu sorot langsung shoot ke arahnya. Sesaat sebelum bicara, seperti biasa, ia sentuh gagang kacamatanya, lalu…
Incoming search terms:
- kumpulan puisi tentang pendidikan
- puisi bahasa jawa tentang alam
- puisi perjuangan wanita
- puisi tentang perjuangan wanita
- contoh puisi tentang pendidikan
- puisi tentang pendidikan
- puisi ulang tahun anak
- Puisi tentang perjuangan perempuan
- puisi perjuangan perempuan
- Puisi tema pendidikan
Categories: Cerita Cinta