Posted on 30 December 2010 by
admin
Puisi oleh Obel idris
Rembulan mu kini seperti letera
bintang mu kini seperti mentari
mampu menyinari nmun ta bisa memberi arti
mampu menemanni nmun ta sehati
slalu kau senangi dan kau hayati
namun kau semakin ta berarti
ungkapkan yang terjadi dan kau sesali
apa yang kau pilih adalah kesombongan hati
yang tak pernah kau sadari
pahammi dan renungi kini kau tak berart
dan bersujud pada illahi robbi
Incoming search terms:
- kumpulan puisi bintang
- contoh puisi bintang
- kumpulan puisi sombong
- puisi pendek bintang
- puisi tentang bintang malam 2009
- puisi tentang sahabat yang sombong
- Puisi untuk sahabat yang sombong
- analisis isi puisi dongeng pahlawan karya ws rendra
- puisi keindahan kegelapan malam
- Puisi pendek malam yg pilu
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Islami, Puisi Kenangan, Puisi Pahlawan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum
Posted on 30 December 2009 by
admin
Judul: Tersungkur Sujud dalam Ssajadah BUMI-MU
Oleh: Afri Yendra
Pagi yang cerah ketika burung-burung meliuk diangkasa
Bersembunyi diawan-awan putih pada pelataran birunya langit
Bak bersautan dengan tengadahnya tanganku menjulang tinggi
Alunan dzikirku melebihi riuhnya nyanyian mega
Dalam rasa dalam jiwa qalbuku melebihi dalamnya samudera
Tetesdarah rindu bolak balik dalam bongkahan hati
Semakin jernih sampai dijantungtubuh dan,
Duduk terdiam dalam nadi qalbuku.
Helahan nafas silih berganti berirama mengeringi nyanyian zikir
Semakin jauh masuk dalam qalbujiwaku akhirnya sampai pada ruhqalbuku.
Semakin dalam semakin jernih darahrinduku, dan…
Semakin tenang bermukim rinduku pada-Mu.
Rabbi,
Kadang kakiku sudah mulai gontai dilangkahkan,
Kadang nafasku mulai sesak,
Itu tubuh milik-Mu.
Tapi Rab,
Kaki jantungku semakin tegap melangkah
Nafas qlbujiwaku semakin teratur
Mengiringi tetesdarah rindu menuju Arsy-Mu
Ohh, melayangkan jauh melebihi burung-brung itu
Bersautanlah rindu cinta dalam rulqalbu jiwaku
Keharibaan-Mu melebih sautan mega dalam pelataran langit biru.
Aku tertegun dalam aliran nada dzikir,
Tersungkur sujud dalam sajadah bumi-Mu.
Berlipattangan dalam dekapan rindu,
Tersenyum dalam lambaian wajah-Mu dihatiku
Satu kata,…. satu kalimah,….. satu rasa…..
Yang mengantarkan melayang jiwakurinduku pada-Mu
Laa Ilaaha Illa Allah.
Bsk, 160409,0951.
Tags: puisi islam, puisi rabbi, puisi dzikir, puisi zikir, puisi ruhqalbuku, puisi religius, puisi doa
Incoming search terms:
- puisi religi islam
- puisi pagi islami
- syair religi
- puisi religi islami
- contoh puisi religi islam
- kumpulan puisi religi islami
- puisi ultah islami
- puisi islami pagi
- kumpulan puisi religi islam
- puisi dzikir
Categories: Puisi Doa, Puisi Islami, Puisi Malam, Puisi Sahabat