Posted on 21 January 2011 by
admin
aku ada disini
diantara penghujung waktu
terus dan terus menyelusuri
dari ujung ke ujung sepi
aku masih disini
bersama waktu waktu yang kabur
hingga sampai saat ini
senja pun telah uzur
tetap disini
kian sepi
waktu pun membisu
tiada kata yang mampu ku kutip
masih saja di sini
tak beranjak sama sekali
terdiam dan tergugu
semua serba kelu
Incoming search terms:
- pencitraan puisi
- puisi Khalil Gibran dan parafrasanya
- puisi sungai yang indah
- sajak sajak zikri chania
- sajak kau membuat aku bingung
- puisi umum dengan pencitraan
- aku tersenyum diatas perih dan tertawa diantara luka puisi
- puisi judul tawa
- home puisi kenangan kahlil gibran sajak cinta puisi perpisahan puisi cinta puisi persahabatan puisi rindu puisi chairil anwar - senja di pelabuhan kecil
- Tulangku patah sajak
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Islami, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Umum
Posted on 30 December 2009 by
admin
Judul: Tersungkur Sujud dalam Ssajadah BUMI-MU
Oleh: Afri Yendra
Pagi yang cerah ketika burung-burung meliuk diangkasa
Bersembunyi diawan-awan putih pada pelataran birunya langit
Bak bersautan dengan tengadahnya tanganku menjulang tinggi
Alunan dzikirku melebihi riuhnya nyanyian mega
Dalam rasa dalam jiwa qalbuku melebihi dalamnya samudera
Tetesdarah rindu bolak balik dalam bongkahan hati
Semakin jernih sampai dijantungtubuh dan,
Duduk terdiam dalam nadi qalbuku.
Helahan nafas silih berganti berirama mengeringi nyanyian zikir
Semakin jauh masuk dalam qalbujiwaku akhirnya sampai pada ruhqalbuku.
Semakin dalam semakin jernih darahrinduku, dan…
Semakin tenang bermukim rinduku pada-Mu.
Rabbi,
Kadang kakiku sudah mulai gontai dilangkahkan,
Kadang nafasku mulai sesak,
Itu tubuh milik-Mu.
Tapi Rab,
Kaki jantungku semakin tegap melangkah
Nafas qlbujiwaku semakin teratur
Mengiringi tetesdarah rindu menuju Arsy-Mu
Ohh, melayangkan jauh melebihi burung-brung itu
Bersautanlah rindu cinta dalam rulqalbu jiwaku
Keharibaan-Mu melebih sautan mega dalam pelataran langit biru.
Aku tertegun dalam aliran nada dzikir,
Tersungkur sujud dalam sajadah bumi-Mu.
Berlipattangan dalam dekapan rindu,
Tersenyum dalam lambaian wajah-Mu dihatiku
Satu kata,…. satu kalimah,….. satu rasa…..
Yang mengantarkan melayang jiwakurinduku pada-Mu
Laa Ilaaha Illa Allah.
Bsk, 160409,0951.
Tags: puisi islam, puisi rabbi, puisi dzikir, puisi zikir, puisi ruhqalbuku, puisi religius, puisi doa
Incoming search terms:
- puisi religi islam
- puisi pagi islami
- syair religi
- puisi religi islami
- contoh puisi religi islam
- kumpulan puisi religi islami
- puisi ultah islami
- puisi islami pagi
- kumpulan puisi religi islam
- puisi dzikir
Categories: Puisi Doa, Puisi Islami, Puisi Malam, Puisi Sahabat
Posted on 26 November 2009 by
admin
Judul: Pandangan Hati
Oleh: Toya
waktu berhenti, darah tak mengalir, jantung terdiam…
namun hati seolah menerima cahaya cinta..
begitu perasaanku melihat dia…
rambut lurus membelah alam sadarku…
hitam mata menghisap pandanganku padanya…
bibir manis bagai madu yang memberi rasa dilidahku…
gelap gulita seakan hilang saatku melihat wajahmu…
badan, hati, pikiran, jiwa
seakan mendorongku untuk mendekatinya
ingin mendekapnya lembut
memberi perlindungan dan kasih sayang seumur hidupku
ku ingin mencium bibirnya
menghidupkan suasana malam suci ini
di temani bulan yang menyinari dunia ini
sungguh
cinta datang dan pergi tanpa diduga
TAGS: puisi cinta, puisi pdkt, puisi awal, puisi mencintai
Incoming search terms:
- Puisi pdkt
- puisi pedekate
- mencium bibirnya
- puisi bulan yang suci
- puisi cinta ke pdkt
- puisi pdkte
- puitis pdkt
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat
Posted on 19 December 2008 by
admin
Tuhan…tolonglah aku
Cinta ini semakin sulit untuk aku lupakan
Rasa demi rasa yang erpendam takan mudah hati bicara
Akankah raga ini sanggup menompang
Semua derita hatiku
Mengapa kau hadirkan cinta ini untukku
Cinta diatas perbeddaan yang tak mampu ku raih
Sejenak, ketika diriku terdiam
Sepintas teringat diriku hanya bisa tersenyum
Saat kuingat kenangan bersamanya
Semakin lama rasa ini semakin menusuk hatiku
Bayang-bayang semu dirinya
Kerap kali dating dalam heningnya hatiku
Tapi…jika aku tersadar akan keadaanku
Perih yang datang begitu menyayat hatiku
Ingin kulupakan semuanya
Tapi hati tak pernah bisa
Jika dia hadir bersamaku
Semakin tak luput cinta ini untuknya
Kini entah sampai kapan
Diriku terbiasa untuk mengenangnya
Mengenang ddan hanya mengenang
Semua cerita hitam dan putih
Yang pernah aku alami
Puisi cinta dari : Pemanis_Cinta
Incoming search terms:
Categories: Puisi Cinta
Posted on 4 December 2008 by
admin
Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 30 Maret 2002, hari ulang tahun perkawinan kami yang ketiga. Dan untuk ketiga kalinya pula Aa’ lupa. Ulang tahun pertama, Aa’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan, Aa’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum. Persoalan saat itu memang lumayan pelik.
Ulang tahun kedua, Aa’ harus keluar kota untuk melakukan presentasi. Kesibukannya membuatnya lupa. Dan setelah minta maaf, waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menyahut,” Dik, toh aku sudah membuktikan cintaku sepanjang tahun. Hari itu tidak dirayakan kan tidak apa-apa. Cinta kan tidak butuh upacara…”
Incoming search terms:
- puisi aku ingin mencintaimu dengan sederhana
- aku ingin mencintaimu dengan sederhana
- puisi malam minggu sendiri
- aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana
- puisi kekesalan ku
- puisi aku mencintaimu dengan sederhana
- puisi kekesalan cinta
- puisi tentang hobi
- puisi sedang menunggu jawaban
- ucapan ultah puitis
Categories: Cerita Cinta, Cerita Dewasa, Cerita Pendek, Cerita Remaja