Search Results   puisi untuk buah hati | Sastra Nusantara

Lelah Menantimu Kembali

Posted on 4 June 2011 by (0) Comment

Judul: Lelah Menantimu Kembali
Oleh: “isye kusnia”

Disetiap waktu aku melangkah
Disetiap detik aku menjalani semua
Disrtiap harapan aku pendam
Disetiap waktu kuberpikir

Walau hati ini tak pernah dirasakan dia
Tapi aku sudah lelah dengan pengorbananku ini
Biarlah ini menjadi sebuah kenangan
Yang akan ku ingat saat aku merindukanmu

Incoming search terms:

  • Puisi ilmu
  • kumpulan puisi lama
  • puisi tentang ilmu
  • puisi lelah
  • puisi rindu ibu
  • contoh puisi tentang ilmu
  • contoh kumpulan puisi terikat
  • puisi ilmu pendidikan
  • judul puisi lama
  • kumpulan puisi tentang ilmu

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Penantian



Puisi Kehidupan

Posted on 12 October 2009 by (3) Comment

Judul: Puisi Kehidupan
From: “Rahmat Halim

Guratan nasib terukir di dalam sebuah lembaran
Sunyi, senyap, sedih, silih bergantian
Menghiasi hari seperti mengolok
Membuka sisi kelam di sebuah kehidupan

Tak punya arti jiwa ini tercipta
Berkelumit dengan indahnya dunia fana
Tertawa terbahak melihatnya
Tangisan rintih jiwa menjalaninya

Kemanakah jiwa harus pergi
Meninggalkan hari-hari yang sepi
Menjalani hidup yang lebih berarti
Mengusir rasa sedih yang ada di hati
Tuk menjadi hamba yang lebih diberkati

Cinta datang membawa arti tenang
jiwa hilang telah kembali pulang
kenangan kelam tersibak oleh cahaya terang
seakan surga yang tiba-tiba datang

mimpi…
Apakah semua itu buah dari sebuah mimpi
apakah semua yang telah kulalui ini hanya sebuah ilusi
mimpikah jiwa yang ingin mempunyai arti

oh, sungguh pantaskah meratapi sebuah mimpi
Kekosongan yang belum sempat dijalani

Namun akhirnya satu hal yang hamba sadari
Jiwa dicipta bukan untuk bermimpi, jiwa dicipta untuk mengejar mimpi
Membuat sebuah ilusi mempunyai arti
Sampai datang panggilan ILLAHI

Incoming search terms:

  • puitis kehidupan
  • puisi untuk anakku tersayang
  • puisi untuk anak tersayang
  • puisi buat anak
  • syair kehidupan
  • puisi buat anak tersayang
  • puisi anak tema pendidikan
  • puisi kehidupan sedih
  • PUISI BUAT SEORANG ANAK
  • puisi anak nusantara

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum, Sajak Syair



Puisi Kehidupan

Posted on 12 October 2009 by (0) Comment

Judul: Puisi Kehidupan
From: “Rahmat Halim

Guratan nasib terukir di dalam sebuah lembaran
Sunyi, senyap, sedih, silih bergantian
Menghiasi hari seperti mengolok
Membuka sisi kelam di sebuah kehidupan

Tak punya arti jiwa ini tercipta
Berkelumit dengan indahnya dunia fana
Tertawa terbahak melihatnya
Tangisan rintih jiwa menjalaninya

Kemanakah jiwa harus pergi
Meninggalkan hari-hari yang sepi
Menjalani hidup yang lebih berarti
Mengusir rasa sedih yang ada di hati
Tuk menjadi hamba yang lebih diberkati

Cinta datang membawa arti tenang
jiwa hilang telah kembali pulang
kenangan kelam tersibak oleh cahaya terang
seakan surga yang tiba-tiba datang

mimpi…
Apakah semua itu buah dari sebuah mimpi
apakah semua yang telah kulalui ini hanya sebuah ilusi
mimpikah jiwa yang ingin mempunyai arti

oh, sungguh pantaskah meratapi sebuah mimpi
Kekosongan yang belum sempat dijalani

Namun akhirnya satu hal yang hamba sadari
Jiwa dicipta bukan untuk bermimpi, jiwa dicipta untuk mengejar mimpi
Membuat sebuah ilusi mempunyai arti
Sampai datang panggilan ILLAHI

Incoming search terms:

  • contoh puisi balada kehidupan
  • puisi kehidupan sehari hari
  • contoh-contoh puisi laut
  • kumpulan puisi balada kehidupan
  • contoh2 puisi kehidupan
  • puisi kehidupan
  • puisi kehidupan sehari-hari
  • puisi tentang balada kehidupan
  • puisi tentang kehidupan sehari hari

Categories: Alunan Puisi



Senja Diatas Kursi

Posted on 2 October 2009 by (0) Comment

JUDUL SENJA DIATAS KURSI
SAJAK-SAJAK ARI DWI PUSPITA

Di pantai

Pantai selatan begitu merdu senandungkan debur ombaknya
dua anak manusia larut dalam gemuruh rasa
senja memulas batas laut
malam pun menunjukkkan larut
Jogjakarta, 15 okt 2008

Pergilah

Pinggir pantai beratapkan langit yang cerah
cewek hitam manis berhiaskan lampu-lampu kecil
alunan lembut debur ombak dan sepoi angin menjelang senja
di sana dan di sini
Jogjakarta, 15 okt 2008

Sepi

Seindah bulan purnama
sesejuk embun pagi
tetapi kemudian berganti
gelap mulai menemani
Jogjakarta, 15 okt 2008

Incoming search terms:

  • puisi bersajak abab
  • puisi sahabat bersajak abab
  • kumpulan puisi bersajak abab
  • puisi persahabatan bersajak abab
  • puisi persahabatan bersajak
  • puisi keadaan alam
  • puisi tentang keadaan alam
  • puisi bersajak ab-ab
  • puisi bersajak a-b-a-b
  • puisi sajak abab

Categories: Alunan Sajak



Sebuah Kejujuran Cinta

Posted on 19 December 2008 by (0) Comment

sungguh tak ku kira
semua yang ku ingin kini telah ada
bertemu bidadari pengisi hati penuh bahagia
saat inilah diriku akan bisa tertawa bahagia
di depan wanita sang pujaan hati penyembuh lara

ku ingin kau tau
aku sangat menyukaimu
dan sering orang menyebut ini adalah cinta
yang akan merubah dunia semakin berwarna
dengan beribu bahasa penuh makna

wahai kasihku…
jangan pernah kau lukai diriku
karena aku tak akan mampu
untuk menerima semua itu
aku percaya padamu
kaulah yang terbaik untukku
tak mungkin kau menyakitiku untuk yang kedua kali

bila memang suatu hari nanti
kau dapati makluk indah yang lebih baik dariku
jujurlah untuk mengatakanya padaku
diriku akan menyambutnya dengan senyuman pesona
dan menyadari bahwa diri ini bukanlah lagi yang terbaik
tapi semua aku tak kan sanggup membendung tangis ini
hanya sabar dan mengerti akan situasi saat kau pergi

Puisi cinta dari : win32

Incoming search terms:

  • puisi kejujuran
  • berapa lama jengkol cangkok panen
  • SYAIR UNTUK WANITA PUJAAN
  • Syair untuk sang pujaan
  • Puisipujaan hati
  • puisil kejujuran
  • puisi untuk sang pujaan
  • puisi pujaan hati
  • puisi ku ingin kejujuran
  • puisi kejujuran terbaik

Categories: Puisi Cinta



Kepastian Bagiku

Posted on 19 December 2008 by (0) Comment

Dalam tiap hembusan malam, aku termenung
Teriang akan sesuatu yang tak lagi rahasia
Ketika aku tersadar bahwa itu hanya sebuah mimpi
Aku terkatung-katung mengingat semua yang telah lampau
Kau hadir untuk menemani sepi
Kau datang dengan segenggam harapan
Kemudian kaupun menghilang dengan sejuta sesak di dada
Aku ingin pergi dari sisimu, dari bayangmu dan dari hidupmu
Namun aku tak pernah bisa
Sungguh tak adil bagiku rasa ini aku pendam untuknya
Aku bersungguh mencintainya
Tapi bukan ingin sekedar memilikinya
Karena rasa ini adalah suci
Karena rasa ini pula adalah benci
Dengan harap dan doa aku meminta
Tepiskanlah segala resah, jika itu adalah semu
Maka kuatkanlah hati jika semua itu pasti

Puisi cinta dari : Pemanis_Cinta

Incoming search terms:

  • efektivitas trichogramma
  • pemanasan cekaman pada suhu tinggi tanaman kopi
  • Puisi Kau sentuh Qalbu ku

Categories: Puisi Cinta



Tanya Cinta Untuk Sang Pemuja

Posted on 19 December 2008 by (0) Comment

Cinta…?
Percayakah kamu dengan cinta…?
Cinta itu adalah pemuja alam nestapa, yang lahir dari sebuah kesucian
yang di ciptakan dari setetes air mata ketulusan
yang di dengarkan oleh seruan alam
yang di limpahkan untuk semua umat
yang di jadikan sebuah penantian bagi dirinya
Semua itu ada karena naluri
dan semua itu ada karena jelmaan rasa dari sebuah ke rinduan yang abadi

Dia hadir membawa perih
Dia hadir membawa luka
Dan dia hadir dengan membawa sejuta rasa yang terdalam
dari hati seorang pemuja
hati yang menginginkan rasa yang tak terberi oleh hasratnya
karena dia semua tercipta, karena dia semua berkuasa
karena dia pula semua bertahta di atas nama sang pemuja…

Puisi cinta dari : Pemanis_Cinta

Incoming search terms:

  • puisi ku merindukan kasih sayang yang tulus

Categories: Puisi Cinta



Madah Cinta Sebuah Tulisan

Posted on 18 December 2008 by (1) Comment

Wahai kawan2 ku…
Dengarlah bisikan kata2 ku ini.

Tulislah wahai kawan2 ku..!
Tulislah madah cinta mu
Tulislah puisi cinta mu
Tulislah apa2 yang telintas dihati mu!
Rasakan getaran suara hati naluri mu
Biarkan ia bersuara menjerit
Biarkan seisi dunia mendengarkannya luahannya
Luahan rasa hati seorang manusia!

Wahai kawan ku…!
Jangan engkau berdiam diri
Jangan engkau hanya menjenguk disana sini
Komentar sana komentar sini!
Bukankah engkau juga mempunyai rasa hati?
Sedikit naluri untuk berpuisi?

Wahai kawan ku…
Percayalah bahawa …
kita cuma insan biasa
cuba meneroka rahasia kehidupan
Sama-sama juga ada kekurangan
sama-sama ada sedikit kepahitan
Didalam merenangi lautan madah cinta ini
cuba membongkar rahasia hakikat puisi cinta!

Incoming search terms:

  • www puisi malam minggu
  • parafrase puisi senja di atas kursi
  • puisi bapakku tersayang

Categories: Sajak Syair



Ketika Derita Mengabadikan Cinta

Posted on 14 December 2008 by (0) Comment

Penulis : Habiburrahman El Shirazy

“Kini tiba saatnya kita semua mendengarkan nasihat pernikahan untuk kedua mempelai yang akan disampaikan oleh yang terhormat Prof. Dr. Mamduh Hasan Al-Ganzouri . Beliau adalah Ketua Ikatan Dokter Kairo dan Dikrektur Rumah Sakit Qashrul Aini, seorang pakar syaraf terkemuka di Timur Tengah, yang tak lain adalah juga dosen kedua mempelai. Kepada Professor dipersilahkan. …”

Suara pembawa acara walimatul urs itu menggema di seluruh ruangan resepsi pernikahan nan mewah di Hotel Hilton Ramses yang terletak di tepi sungai Nil, Kairo.

Seluruh hadirin menanti dengan penasaran, apa kiranya yang akan disampaikan pakar syaraf jebolan London itu. Hati mereka menanti-nanti mungkin akan ada kejutan baru mengenai hubungan pernikahan dengan kesehatan syaraf dari professor yang murah senyum dan sering nongol di televisi itu.

Sejurus kemudian, seorang laki-laki separuh baya berambut putih melangkah menuju podium. Langkahnya tegap. Air muka di wajahnya memancarkan wibawa. Kepalanya yang sedikit botak, meyakinkan bahwa ia memang seorang ilmuan berbobot. Sorot matanya yang tajam dan kuat, mengisyaratkan pribadi yang tegas. Begitu sampai di podium, kamera video dan lampu sorot langsung shoot ke arahnya. Sesaat sebelum bicara, seperti biasa, ia sentuh gagang kacamatanya, lalu…

Incoming search terms:

  • kumpulan puisi tentang pendidikan
  • puisi bahasa jawa tentang alam
  • puisi perjuangan wanita
  • puisi tentang perjuangan wanita
  • contoh puisi tentang pendidikan
  • puisi tentang pendidikan
  • puisi ulang tahun anak
  • Puisi tentang perjuangan perempuan
  • puisi perjuangan perempuan
  • Puisi tema pendidikan

Categories: Cerita Cinta



Kasidah Kota Tua

Posted on 2 December 2008 by (0) Comment

Bersamamu menyusuri sebuah kota
Tua, betapa kita merasa semakin tua saja
Sepanjang jalan adalah usia yang berlepasan
Dari detik demi detik mengalir tiada henti
Satu demi satu mengelupas seperti rasa cemas
Menguakkan kesadaran yang telah lama karam

Ada yang terasa hilang saat kita tergelak
Tawa, kebahagiaan yang sulit diterjemahkan
Menjelajah malam penuh gemerlapan, tapi miris hati
Tercabik lirikan genit perempuan malam pinggir jalan
Senyumnya kaku betapa hampa membekukan suasana
Tak ada percakapan tentang baik-buruk, cantik-jelek,
Atau alim-pelacur, tapi ia akan tetap berhak menyandang
Sebutan ibu, keagungan sebuah martabat paling hakekat
Meski telah menelantarkan kesemua anak-anaknya
Terlunta-lunta di kolong kota tanpa ayah dan kasih sayang
Roda kehidupan yang semakin bergulir menuju jaman akhir
Dan kita pasrah, tak bisa menolak ataupun mungkir

Kota, apakah masih mampu menanggung beban zaman
Tak bisa mengulang kembali menjadi lautan api
Sekarang sudah terlalu uzur untuk kembali bertempur
Gedung-gedung telah menutup pintu-jendela
Juga orang-orang telah lelap dalam mimpi gemerlapnya
Tapi kita masih setia menjaga tanya
Hanya kata-kata yang bisa dijadikan teman
Lihatlah, ada bocah selalu gelisah tak mampu merubah
Nasibnya yang telah terjepit di antara kenyataan pahit
Tapi semangatnya tetap berapi-api menuangkan energi kreatif
Rangkaian kata-kata yang ditulisnya dijadikan senjata

Puisi-Puisi Akhmad Sekhu
Catatan bersama Nur Ikhsan Suryakusumah
Bandung, 24 Maret 2008

Incoming search terms:

  • penamaan dari struktur golongan flavonoid

Categories: Alunan Puisi