Search Results   rindu ibu puisi | Sastra Nusantara

Lelah Menantimu Kembali

Posted on 4 June 2011 by (0) Comment

Judul: Lelah Menantimu Kembali
Oleh: “isye kusnia”

Disetiap waktu aku melangkah
Disetiap detik aku menjalani semua
Disrtiap harapan aku pendam
Disetiap waktu kuberpikir

Walau hati ini tak pernah dirasakan dia
Tapi aku sudah lelah dengan pengorbananku ini
Biarlah ini menjadi sebuah kenangan
Yang akan ku ingat saat aku merindukanmu

Incoming search terms:

  • Puisi ilmu
  • kumpulan puisi lama
  • puisi tentang ilmu
  • puisi lelah
  • puisi rindu ibu
  • contoh puisi tentang ilmu
  • contoh kumpulan puisi terikat
  • puisi ilmu pendidikan
  • judul puisi lama
  • kumpulan puisi tentang ilmu

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Penantian



puisi untuk ibu

Posted on 22 December 2010 by (0) Comment

Judul: Ibu
Oleh: Ahmad Sholihin

Ibu…..
ketika ku mengingatmu
ku terasa sepi
karna jauh dari tempat tinggalmu
jauhmu tak bisa menghapus atas jasamu
yang sungguh mulia

ku menerawang melalui sinar mentari
yang menerobos celah bilik yang sempit
anginpun menghantarkan rinduku pada ibu
rindu yang berisikan doa dan asa

Ibu….
maafkanlah
ku tak bisa bertemu
agar kau sehat selalu
asamu tak munkin terhutung

dau-daun dan lautanpun tak cukup dijadikan bahan baku tuk dijadikan bahan baku mencatat jasa-jasamu

aku selalu ingat dan merasakan
belaianmu yang masih hangat

Ibu…

ketika ku mengingatmu
ku terasa sepi
karna jauh dari tempat tinggalmu
jauhmu tak bisa menghapus atas jasamu
yang sungguh mulia

ku menerawang melalui sinar mentari
yang menerobos celah bilik yang sempit
anginpun menghantarkan rinduku pada ibu
rindu yang berisikan doa dan asa

Ibu….
maafkanlah
ku tak bisa bertemu
agar kau sehat selalu
asamu tak munkin terhutung

dau-daun dan lautanpun tak cukup dijadikan bahan baku tuk dijadikan bahan baku mencatat jasa-jasamu

aku selalu ingat dan merasakan
belaianmu yang masih hangat

Incoming search terms:

  • puisi pendek untuk ibu
  • puisi singkat tentang ibu
  • puisi pendek tentang ibu
  • puisi pendek ibu
  • puisi laut
  • puisi singkat ibu
  • puisi sederhana untuk ibu
  • puisi bersajak laut
  • puisi pendek
  • puisi singkat untuk ibu

Categories: Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Pahlawan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat



Dalam kegelapan malam..

Posted on 26 October 2009 by (1) Comment

Judul: Dalam kegelapan malam..
Oleh: Rahmat Halim

Dalam kegelapan malam..
Kumendengar gemericik air yang menenangkan jiwa
Membentuk sebuah simponi alam dalam kegelapan
Seperti memainkan lagu sendu
Diantara kekosongan hatiku

Dalam kegelapan malam ..
Kurindukan mentari dengan cahayanya yang sombong
Merasuk masuk kedalam jendela kaca
Mengirimkan sinyalnya akan datangnya pagi
Menghentikan alur dari mimpi indah tentangmu

Dalam kegelapan malam..
Kumainkan jemariku pada sebuah gitar tua
Diiringi angin yang bersiul diantara hamparan rumput kering
Bersama nyanyian jangkrik yang begitu sempurna
Lalu dari situ kubuat sebuah bait lagu indah tentangmu

Dalam kegelapan malam..
Kumenatap ribuan bintang
Dengan sinarnya yang begitu indah
Yang menari diantara cahaya bulan separuh purnama
Membuatku teringat akan senyumanmu
Yang terus membayangi di alam sadarku

Didalam kegelapan malam..
Kutermangu dibuai mimpi
Mimpi akan datangnya seorang bidadari
Lalu menyapaku dengan senyumannya yang suci
Dan membawaku terbang jauh ke dasar hati
Membebaskan diriku dari segala rasa sepi

puisi malam, syair malam, puisi cinta, syair cinta, sajak cinta, sajak malam, puisi malam

Incoming search terms:

  • puisi kegelapan
  • syair kegelapan
  • syair bebas
  • puisi kegelapan jiwa
  • puisi kegelapan malam
  • syair orang tua
  • syair untuk orang tua
  • puisi cahaya kecil di kegelapan pekat
  • puisi cahaya di kegelapan malam
  • dalam kegelapan

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Umum, Sajak Cinta, Sajak Syair



Dunia Penuh Beban (Rumi)

Posted on 22 December 2008 by (2) Comment

Dari langit setiap saat wahyu turun ke dalam kalbumu,
“Bagaikan sampah berapa lamakah usia hidupmu di atas bumi? Naiklah!”
Sesiapa yang beban jiwanya berat, pada akhirnya akan menjadi sampah.

Apabila sampah memenuhi tong, bersihkan!
Janganlah lumpur itu dibuat kewruh setiap kali,
Agar air kolammu jernih dan sampah mudah dibuang dan dukamu sembuh.

Demikian roh, bagaikan obor, asapnya lebih tebal dibanding cahayanya.
Apabila gumpalan asap lenyap, cahaya dalam rumah tak akan dipermainkan lagi.
Kau sentiasa bercermin ke dalam air keruh,
Kerana itu bukan bulan ataupun matahari kau lihat
Apabila kegelapan menutup langit, matahari dan bulan tak nampak.
Angin utara bertiup, udara segar.

Untuk membawa udara segar angin sepoi bertiup pada waktu subuh.
Angin roh bertiup membuat segar dada yang sesak disebabkan derita.
Nafas ringan terhela dan jiwa rasa hampa.

Di bumi roh ialah pengembara asing, negeri tanpa ruang itulah yang ia rindukan,
Mengapa nafsu amarah sentiasa gelisah?
Roh suci, berapa lamakah kau akan mengembara di bumi?
Kau elang raja, terbanglah kembali kepada siul Baginda!

Judul Ilustrasi by Fadlie
Puisi by Jalaluddin Rumi

Incoming search terms:

  • puisi beban hidup
  • artikel analisis reaksi bunga pagoda dicampur dengan larutan etanol
  • mengapa pada siang hari langit tampak biru dan pada sore hari langit tampak kemerah-merahaan
  • ptt bunga matahari( helianthus annuus)

Categories: Puisi Rumi



Ketika Derita Mengabadikan Cinta

Posted on 14 December 2008 by (0) Comment

Penulis : Habiburrahman El Shirazy

“Kini tiba saatnya kita semua mendengarkan nasihat pernikahan untuk kedua mempelai yang akan disampaikan oleh yang terhormat Prof. Dr. Mamduh Hasan Al-Ganzouri . Beliau adalah Ketua Ikatan Dokter Kairo dan Dikrektur Rumah Sakit Qashrul Aini, seorang pakar syaraf terkemuka di Timur Tengah, yang tak lain adalah juga dosen kedua mempelai. Kepada Professor dipersilahkan. …”

Suara pembawa acara walimatul urs itu menggema di seluruh ruangan resepsi pernikahan nan mewah di Hotel Hilton Ramses yang terletak di tepi sungai Nil, Kairo.

Seluruh hadirin menanti dengan penasaran, apa kiranya yang akan disampaikan pakar syaraf jebolan London itu. Hati mereka menanti-nanti mungkin akan ada kejutan baru mengenai hubungan pernikahan dengan kesehatan syaraf dari professor yang murah senyum dan sering nongol di televisi itu.

Sejurus kemudian, seorang laki-laki separuh baya berambut putih melangkah menuju podium. Langkahnya tegap. Air muka di wajahnya memancarkan wibawa. Kepalanya yang sedikit botak, meyakinkan bahwa ia memang seorang ilmuan berbobot. Sorot matanya yang tajam dan kuat, mengisyaratkan pribadi yang tegas. Begitu sampai di podium, kamera video dan lampu sorot langsung shoot ke arahnya. Sesaat sebelum bicara, seperti biasa, ia sentuh gagang kacamatanya, lalu…

Incoming search terms:

  • kumpulan puisi tentang pendidikan
  • puisi bahasa jawa tentang alam
  • puisi perjuangan wanita
  • puisi tentang perjuangan wanita
  • contoh puisi tentang pendidikan
  • puisi tentang pendidikan
  • puisi ulang tahun anak
  • Puisi tentang perjuangan perempuan
  • puisi perjuangan perempuan
  • Puisi tema pendidikan

Categories: Cerita Cinta



Aku Kini Matahari

Posted on 2 December 2008 by (0) Comment

Aku kini matahari yang menggaris
bumi, tertatih-tatih menaiki tangga langit
seiring hari-hari menempuh kerinduan abadi

Bangkit dini hari mengejar sang fajar
terkupasnya senyum pagi sisa impian semalam
yang cepat berganti tertindih kesibukan
bergerak bersama wangi keringat kering
tangan-tangan yang memegang peranan
melaju penuh debu yang akrab pergulatan
perjuangan demi kehidupan harus diperjuangkan

Aku kini matahari yang menggaris
bumi, tertatih-tatih menaiki tangga langit
sampai hari-hari menuju ke haribaan ilahi

Puisi-Puisi Akhmad Sekhu

Categories: Alunan Puisi



Sajak Akhir Perjalanan

Posted on 2 December 2008 by (0) Comment

Inikah akhir perjalananmu yang paling pilu
menempuh kesibukan seharian penuh, namun
sepatumu terantuk di batu-batu, betapa dirimu
ingin terus melangkah maju

Inikah akhir perjalananmu yang paling rindu
melewati impian dan harapan anak-istri
yang bersemi, senyummu meliuk-liuk lampaui
segala bahagia yang pecah duka melegenda

Inikah akhir perjalananmu yang paling mulus
menemukan kedamaian abadi pada dunia lain
ghaiblah anganmu menulis kesaksian, betapa
dunia yang kautinggalkan maya belaka

In memoriam Udin
Puisi-Puisi Akhmad Sekhu

Incoming search terms:

  • puisi tentang laut bersajak ab ab

Categories: Alunan Puisi