Posted on 4 December 2010 by
admin
Judul: Suara Jantung
Oleh: Aprinol Zikri
Bergema suara jantung di tempat ini,
Di ruangan kecil ini,
Seram dan menakutkan,
serba merinding bulu bulu roma ku,
Di sini pula sajak sajak tertuliskan,
Menikmati setiap abjad yang terjalin,
Maaf , aku hanya menyuarakan isi jantung
Lewat kata kata yang sepi,
Dan beginilah jadinya………….
Incoming search terms:
- kata kata seram
- puisi seram
- kata2 seram
- kata seram
- kata-kata seram
- syair seram
- kumpulan kata pendek maaf
- kata2 serem
- kata kata seram menakutkan
- kupulan kata sombong bangat cii
Categories: Puisi Malam, Puisi Umum
Posted on 6 November 2009 by
admin
Judul: Kucing Kecil ditepi Kota
Oleh: Innayah
Lemah terkulai tanpa tunutan
Perpeluh cacat luka tak terhiraukan
Pedih dengan luka pada tubuhnya
Disekitar keramaian
Lalu lalang kesibukan
Entah tak melihat
atau tanpa iba tuk melirik tatap kecil nan nanar
Kucing kecil memanggil sang tuannya
Tak kenal hanya andal membujuk lewat lugu paras
Kota ini bukan untukmu
Kota ini tak butuh mahluk kecil sepertimu
Terkulai belang dengan warni warna membalut kecil
Tak berwarna seperti pengikat itu
Incoming search terms:
- puisi kucing
- puisi pendek kucing
- puisa tentang pahlawan
- jaringan perpipaan instalasi pengolahan limbha cair 150m3
- sajak kucing pendek
- sajak kucing
- puisi tentang kucing
- Puisi sedih tentang kucing
- puisi dengan judul kucingku
- syair tentang kematian
Categories: Sajak Cinta, Sajak Syair
Posted on 26 December 2008 by
admin
Melayu itu orang yang bijaksana
Nakalnya bersulam jenaka
Budi bahasanya tidak terkira
Kurang ajarnya tetap santun
Jika menipu pun masih bersopan
Bila mengampu bijak beralas tangan
Melayu itu berani jika bersalah
Kecut takut kerana benar
Janji simpan di perut
Selalu pecah di mulut
Biar mati adat
Jangan mati anak
Dalam sejarahnya
Incoming search terms:
- puisi melayu
- sajak usman awang
- koleksi sajak usman awang
- sajak melayu cinta
- sajak usman awang melayu
- sajak melayu oleh usman awang
- usman awang - melayu
- syair cinta melayu
- usman awang sajak
- Usman Awang Sajak melayu
Categories: Sajak Melayu
Posted on 18 December 2008 by
admin
Ku ucapkan selamat tinggal kepada semua
Dan juga sedikit luahan rasa duka…
kepada penyair PUISI CINTA
pengarang PUISI CINTA
penulis PUISI CINTA
penyajak SAJAK CINTA
Peminat PUISI CINTA
Pemgumpul MADAH CINTA…
dimana sahaja mereka berada.
Yang sedang tidur
Yang sedang lelah
Yang sedang sakit
Yang sedang coma
Atau yang sudah mati!
Mati kerana ketakutan
Mati kerana kesibukan
Mati kerana menyembunyikan diri
Mati kerana melarikan diri
Dari kemanusian….
kejujuran dan keluhuran
dan…
dari PUISI CINTA!
Incoming search terms:
- puisi kemanusian
- contoh puisi kemanusian
Categories: Puisi Cinta, Puisi Umum
Posted on 7 December 2008 by
admin
Panggilan
Biarkan aku terbaring dalam lelapku,
kerana jiwa ini telah dirasuki cinta,
dan biarkan daku istirahat,
kerana batin ini memiliki segala kekayaan malam dan siang.
Nyalakan lilin-lilin dan bakarlah dupa nan mewangi di sekeliling ranjang ini,
dan taburi tubuh ini dengan wangian melati serta mawar.
Minyakilah rambut ini dengan puspa dupa dan olesi kaki-kaki ini dengan wangian,
dan bacalah isyarat kematian yang telah tertulis jelas di dahi ini.
Biarku istirahat di ranjang ini,
kerana kedua bola mata ini telah teramat lelahnya;
Biar sajak-sajak bersalut perak bergetaran dan menyejukkan jiwaku;
Terbangkan dawai-dawai harpa dan singkapkan tabir lara hatiku.
Nyanyikanlah masa-masa lalu seperti engkau memandang fajar harapan dalam mataku,
kerana makna ghaibnya begitu lembut bagai ranjang kapas tempat hatiku berbaring.
Hapuslah air matamu, saudaraku,
dan tegakkanlah kepalamu seperti bunga-bunga menyemai jari-jemarinya menyambut mahkota fajar pagi.
Lihatlah Kematian berdiri bagai kolom-kolom cahaya antara ranjangku dengan jarak infiniti;
Tahanlah nafasmu dan dengarkan kibaran kepak sayap-sayapnya.
Dekatilah aku, dan ucapkanlah selamat tinggal buatku.
Ciumlah mataku dengan seulas senyummu.
Biarkan anak-anak merentang tangan-tangan mungilnya buatku dengan kelembutan jemari merah jambu mereka;
Biarkanlah Masa meletakkan tangan lembutnya di dahiku dan memberkatiku;
Biarkanlah perawan-perawan mendekati dan melihat bayangan Tuhan dalam mataku,
dan mendengar Gema Iradat-Nya berlarian dengan nafasku….
~ Khalil Gibran ~
Incoming search terms:
Categories: Puisi Kahlil Gibran