Posted on 28 April 2011 by
admin
Lekaslah bergegas,
Malam ganas menyentuh panas api tubuh kita bertindih di sepanjang reka adegan yang sama, beberapa hari silam. Hasrat pada setiap jeda detik ke menit menuju jam yang akhirnya berpulang pada gerai rambutmu terurai. napas tersengal memburu lekuk jemari dan erangan kecil dengan telingaku ketika sepotong lagu tercipta dari sajak –sajak ungu
Menarilah pada ujung pena
mencatat langkah gemulai musim yang sempat terencana sebagai hari perkawinan subuh dan tahajud tubuh. Meneletantarkan pasrah saat itu seperti menitip maut di sekujur darah. Dan desir menjadi saksi ketika rintih percobaan pada mula pertama kita membaca: malam sebagai laknat yang nikmat
Dan kamar itu, kuresahkan rebah ingatan tentang sekumpulan anak riang berwajah rembulan, semburat yang menitik di sela remang kelambu jendela kecoklatan dan derit-derit irama ranjang tengah menangis memperjuangkan nasibnya kepada masa, lajang yang jalang
Sumenep, Februari 2011
by AMIN BASHIRI
Incoming search terms:
- contoh puisi bersajak abab
- geguritan bersajak a-b-a-b
- contoh gegurit rembulan
- contoh puisi berima a-b-a-b
- contoh puisi yang bersajak abab
- puisi bertema koruptor bersajak abab
- puisi bersajak abab tema korupsi
- puisi a b ab
- kumpulan puisi sajak ab
- kumpulan puisi puisi ab ab
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Malam
Posted on 26 October 2009 by
admin
Judul: Dalam kegelapan malam..
Oleh: Rahmat Halim
Dalam kegelapan malam..
Kumendengar gemericik air yang menenangkan jiwa
Membentuk sebuah simponi alam dalam kegelapan
Seperti memainkan lagu sendu
Diantara kekosongan hatiku
Dalam kegelapan malam ..
Kurindukan mentari dengan cahayanya yang sombong
Merasuk masuk kedalam jendela kaca
Mengirimkan sinyalnya akan datangnya pagi
Menghentikan alur dari mimpi indah tentangmu
Dalam kegelapan malam..
Kumainkan jemariku pada sebuah gitar tua
Diiringi angin yang bersiul diantara hamparan rumput kering
Bersama nyanyian jangkrik yang begitu sempurna
Lalu dari situ kubuat sebuah bait lagu indah tentangmu
Dalam kegelapan malam..
Kumenatap ribuan bintang
Dengan sinarnya yang begitu indah
Yang menari diantara cahaya bulan separuh purnama
Membuatku teringat akan senyumanmu
Yang terus membayangi di alam sadarku
Didalam kegelapan malam..
Kutermangu dibuai mimpi
Mimpi akan datangnya seorang bidadari
Lalu menyapaku dengan senyumannya yang suci
Dan membawaku terbang jauh ke dasar hati
Membebaskan diriku dari segala rasa sepi
puisi malam, syair malam, puisi cinta, syair cinta, sajak cinta, sajak malam, puisi malam
Incoming search terms:
- puisi kegelapan
- syair kegelapan
- syair bebas
- puisi kegelapan jiwa
- puisi kegelapan malam
- syair orang tua
- syair untuk orang tua
- puisi cahaya kecil di kegelapan pekat
- puisi cahaya di kegelapan malam
- dalam kegelapan
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Umum, Sajak Cinta, Sajak Syair
Posted on 15 October 2009 by
admin
Judul: Saat yang kita lewati, menjadi kenangan
Oleh: “Rizky Anggreini”
Ingatkah kamu setiap sudut yang pernah kita lewati,
dengan canda, dengan tawa, kebersamaan yang selalu kurindukan…
setiap sudut itu jugalah yang selalu mengingatkan ku padamu…
tempat kita menghabiskan waktu dengan cerita, dengan sedikit tawa, bahkan obrolan serius tentang masa depan….
ooow aku merindukan semuanya…
Setiap kali ku lewati jalan itu, pagi dan sore,
saat itulah rinduku begitu menyesak…
setiap hari ku lewati tempat kita makan waktu itu,
tempat paling pojok dibawah pohon itu,
tempat itu juga lah yang mengingatkan ku padamu…
cerita, ketawa, saling mengejek, tiba-tiba diam, melanjutkan cerita…
kini semuanya jadi begitu berarti, tak seperti saat itu, tak pernah berpikir kalau aku bakal merindukan saat-saat itu…
Senyum mu yang menggoda, tawa mu yang renyah, candaan mu yang buat ku kesal, dan banyak hal yang kita sukai hampir sama…….
hooooo betapa berarti kenangan itu, sekarang…saat semua itu tlah menjadi kenangan
sajak, sajak rindu, sajak kangen, sajak gembira, sajak canda, sajak cinta, sajak menunggu
Incoming search terms:
- puisi pendek kangen
- puisi sajak pagi tiba
- sajak pagi hari
- sajak kangen
- sajak pagi hari tiba
- sajak kesal
- sajak gembira
- candaan yg ga bikin garing
- puisi pendek pagi
- puisi pendek canda
Categories: Sajak Cinta, Sajak Syair
Posted on 16 May 2009 by
admin
Judul: Surat Kepada Ran 1 & 2
Oleh: “TAUFIK WALHIDAYAT”
SURAT KEPADA RAN 1
pagi ran, mungkin saja baru pagi ini sempat kau baca suara kalbu ini
sebab semalam engkau tidur dengan pulas sekali
setelah seharian bergulat dengan gemerlap pijar lampu yang menyilaukan
ran aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa peracakapan kita
di perlehatan sakral itu penuh makna bagiku
meski kau hanya ucap sepintas lalu
ucapmu adalah anugerh bagiku
tapi tahukah kau ran saat itu hatiku laksana terhempas gletser
dingin sedingin beku
sejuk sesejuk embun yang jatuh didedaunan
ran , adakah bahasa yang sanggup ungkap bahagia ini
saat kutahu kau baca setiap sajak
yang kukirim padamu disetiap titik dua belas
dan yakinlah ran, aku pasti datang padamu bukan hanya sajak
seperti janjiku padamu saat itu
tak lupa kubawa serta segala kejujuran yang pernah kumiliki
itupun jika ada sepatah kata kepastian darimu
ran, dibawah kegamangan dan keraguan mungkin
aku menggigil diam seribu bahasa
tersiksa waktu yang tersenyum beku disudut sunyi.
Banyuwangi, 02 Desember 2008
Incoming search terms:
- puisi pahlawanku
- tujuan induksi pupuk KNO3 terhadap perangsangan pembungaan mangga
Categories: Cerita Cinta, Cerita Pendek, Cerita Remaja