Search Results   semua telah sirna | Sastra Nusantara

Sketsa Malu

Posted on 22 December 2010 by (0) Comment

Judul: Sketsa Malu
Oleh: Suhardi

Entah karena apa
Berjuta malu dalam jiwa telah sirna
Tak seorang pun tahu kenapa
Memang bodoh bertanya ada apa
Karena sudah nyata
Bukankah nafsu tak lebih dari ujung semua perkara
Menguasai hati manusia
Itulah sebabnya

Tak siang, tak sore, dan malam sama saja
Dia…..
Tetap saja angkuh dengan sombongnya
Seakan menang atas tuduhan perkara
Karena telah banyak merubah
Manusia jadi telanjang tanpa busana
Wanita
Pria
Tua renta
Hakim pemutus perkara
Polisi negara
Kepala desa
Telanjang tanpa malu tanpa busana
Di panggung sandiwara

Incoming search terms:

  • habsyah pertama dipimpin oleh
  • puisi cinta apa nafsu

Categories: Puisi Pahlawan, Puisi Presiden, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum



Di Hatiku

Posted on 8 September 2009 by (1) Comment

Judul: Di Hatiku
Oleh: Rizky Anggreini

Kau datang lagi
pencuri hati ku…
dan lagi-lagi ada maaf untuk mu

Mungkin kesekian kalinya kau datang setelah menghilang,
tapi tempat untukmu tak pernah hilang dari hati ku…

Apakah kamu adalah cinta mati ku ?
karena sekian luka yang kau beri
ku terima dengan senang hati.

Kau hadir lagi,
kata-kata dan ketawa yang selalu ku rindu dan ku nanti….

Semua luka dan sakit yang kau semai,
kau tuai dengan tawa dan kata-kata yang membuat semuanya sirna…

Begitu mudah kuterima kehadiranmu
semudah kau pergi meninggalkanku,
tanpa sepatah kata…

Hati ini butuh kamu sayangku…..
dan selalu ada ruang untukmu…
dihatiku..

Incoming search terms:

  • kata puisi gembira

Categories: Alunan Puisi



Jangan Salahkan Waktu

Posted on 2 June 2009 by (0) Comment

Judul: Jangan Salahkan Waktu
Oleh: Abdul Rauf / Fadli

Cinta inilah aku
Inilah kehidupanku
Saat terbesit cinta
Aku lupa siapa aku

Semua telah pergi
Semua telah tau
Cinta tak ada yang murni
Cinta tak ada yang abadi

Bukan waktu yang menemukan kita
Bukan waktu yang menuai cinta
Tapi kebutaan kita yang tak pernah sadar
Tapi nafsukita yang selalu menantang

Cinta biarkan aku pergi
Cinta biarkan dia datang untukmu
Maafkan waktu yang telah membuat hati ini sirna
Maafkan aku yang hampa tanpa cita

Incoming search terms:

  • puisi tentang kemiskinan
  • contoh puisi tentang kemiskinan
  • contoh puisi kemiskinan
  • puisi bertema kemiskinan
  • contoh puisi tema kemiskinan
  • puisi tema kemiskinan

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Semangat, Puisi Umum



Sirna Semua Harapan

Posted on 25 March 2009 by (2) Comment

Binasa..
Terkekang dalam jiwa..
Haru dalam duka..
Cinta telah tiada..

Rindu..
Dalam angan kelabu..
Terbenam belenggu..
Betapa mencintaimu..

Harapku telah sirna..
Impian pun telah binasa..
Hanya asa yang sia-sia..
Benamkan segala kenagan..

Cinta ku hanya sekali..
Tak pernah kembali..
Meski kunjung pergi..
Dirimu menghantui..

Kasih..
Percayalah..
Segalanya begitu indah..
Karna hatiku telah singgah..

Bukan aku juga dirinya..
Namun kau lah anugrah..

Kini semua telah hilang..
Badai menerjang..

Wednesday, March 25, 2009 9:10 AM

Incoming search terms:

  • puisi harapanku sirna
  • puisi keindahan alam 5 bait
  • puisi hilang harapan
  • puisi harapan yang semu
  • puisi harapan sirna
  • puisi harapanku hilang
  • puisi sirna harapan
  • puisi tentang harapan yang sirna
  • puisiharapanku sudah sirna
  • semua telah sirna

Categories: Alunan Puisi, Puisi Harapan, Puisi Sedih



Ketika Derita Mengabadikan Cinta

Posted on 14 December 2008 by (0) Comment

Penulis : Habiburrahman El Shirazy

“Kini tiba saatnya kita semua mendengarkan nasihat pernikahan untuk kedua mempelai yang akan disampaikan oleh yang terhormat Prof. Dr. Mamduh Hasan Al-Ganzouri . Beliau adalah Ketua Ikatan Dokter Kairo dan Dikrektur Rumah Sakit Qashrul Aini, seorang pakar syaraf terkemuka di Timur Tengah, yang tak lain adalah juga dosen kedua mempelai. Kepada Professor dipersilahkan. …”

Suara pembawa acara walimatul urs itu menggema di seluruh ruangan resepsi pernikahan nan mewah di Hotel Hilton Ramses yang terletak di tepi sungai Nil, Kairo.

Seluruh hadirin menanti dengan penasaran, apa kiranya yang akan disampaikan pakar syaraf jebolan London itu. Hati mereka menanti-nanti mungkin akan ada kejutan baru mengenai hubungan pernikahan dengan kesehatan syaraf dari professor yang murah senyum dan sering nongol di televisi itu.

Sejurus kemudian, seorang laki-laki separuh baya berambut putih melangkah menuju podium. Langkahnya tegap. Air muka di wajahnya memancarkan wibawa. Kepalanya yang sedikit botak, meyakinkan bahwa ia memang seorang ilmuan berbobot. Sorot matanya yang tajam dan kuat, mengisyaratkan pribadi yang tegas. Begitu sampai di podium, kamera video dan lampu sorot langsung shoot ke arahnya. Sesaat sebelum bicara, seperti biasa, ia sentuh gagang kacamatanya, lalu…

Incoming search terms:

  • kumpulan puisi tentang pendidikan
  • puisi bahasa jawa tentang alam
  • puisi perjuangan wanita
  • puisi tentang perjuangan wanita
  • contoh puisi tentang pendidikan
  • puisi tentang pendidikan
  • puisi ulang tahun anak
  • Puisi tentang perjuangan perempuan
  • puisi perjuangan perempuan
  • Puisi tema pendidikan

Categories: Cerita Cinta