Posted on 9 January 2011 by
admin
Judul: goresan aksara luka
Oleh: boni syams
wahai bunga-bunga kesadaran
aku ajak engkau dengarkan nafas ringkih ini
yang ku hembuskan dari dalam relung sukma
ku kidungkan seruling jiwa dengan lirih berdarah
runcing sepucuk lesung tersayat sembilu
inikah wujud separuh ruhku
yang tersisih dari senyawa kekasih
aku terbuang kehilangan bentuk
ketika sebaris sya’ir merangkai ejaan terakhir
sepatah kata sepatah hati
tersirat makna tinggalku pergi
Incoming search terms:
- goresan patah hati
- curahan hati yang terluka
- puisi goresan luka
- puisi sahabat berima
- curahan hati yang sedih
- contoh puisi berantai persahabatan
- arti kata nornuceferine
- klasiikasi tungau (paratetranychus yothersi hemitarsonemus latus) termasuk famili
- Ukap kan perasaan cinta
- puisi curahan hati yg sedih
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat
Posted on 15 January 2010 by
admin
Judul: RINTIHAN HATI
Oleh: “TRI ULAN TAIPEI CITY”
kala sepi menyayat hati
kelelahan jiwa menemani
tertatih-tatih langkahkan kaki
pijak jalan kehidupan penuh duri
raih mimpi tak bertepi
gapai cinta tak pernah bermakna
senandungkan kidung asmara
urai dalam bait-bait derita
debur ombak kehidupan
hantam karang keteguhan hati
mencoba tegarkan jiwa
dari cerita cinta penuh luka
ku akui begitu banyak cinta
yang datang dan pergi
tapi tak satupun cinta yang mampu
menyemaikan segala rasa dikalbu
yang telah gersang dan mengering
walau bibir selalu tersenyum
tapi hati menangis pilu
dihimpit dilema yang membelenggu
jangan cintai………
karena tak pantas untuk dicintai
jangan sayangi……..
karena tak pantas untuk disayayangi
jangan berharap……..
karena tak pantas untuk diharap
biarlah semua berjalan
mengikuti alur roda kehidupan
biarlah semua berlalu mengikuti
kehendak yang MAHA TAHU
Incoming search terms:
- syair menyayat hati
- puisi tak pantas
- puisi menyayat hati
- puisi keteguhan hati
- bibir tersenyum hati menangis puisi
- Puisi tema keteguhan hati
- rintihan hati
- rintihan hati ku
- syair keteguhan hati
- puisi singkat tentang pahlawan
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Pahlawan, Puisi Penantian, Puisi Sedih, Puisi Umum
Posted on 2 October 2009 by
admin
JUDUL SENJA DIATAS KURSI
SAJAK-SAJAK ARI DWI PUSPITA
Di pantai
Pantai selatan begitu merdu senandungkan debur ombaknya
dua anak manusia larut dalam gemuruh rasa
senja memulas batas laut
malam pun menunjukkkan larut
Jogjakarta, 15 okt 2008
Pergilah
Pinggir pantai beratapkan langit yang cerah
cewek hitam manis berhiaskan lampu-lampu kecil
alunan lembut debur ombak dan sepoi angin menjelang senja
di sana dan di sini
Jogjakarta, 15 okt 2008
Sepi
Seindah bulan purnama
sesejuk embun pagi
tetapi kemudian berganti
gelap mulai menemani
Jogjakarta, 15 okt 2008
Incoming search terms:
- puisi bersajak abab
- puisi sahabat bersajak abab
- kumpulan puisi bersajak abab
- puisi persahabatan bersajak abab
- puisi persahabatan bersajak
- puisi keadaan alam
- puisi tentang keadaan alam
- puisi bersajak ab-ab
- puisi bersajak a-b-a-b
- puisi sajak abab
Categories: Alunan Sajak
Posted on 23 July 2009 by
admin
Judul: Senandung Hati
Oleh: Rizky Anggreini
Tahu kah kamu diam mu adalah duka bagi ku
lebih sakit daripada tamparan atau pahit nya kata-kata. Tapi apa mau di kata, aku juga tidak bisa memaksa, memaksamu untuk bicara. Aku hanya ingin jadi bagian yang bisa merasakan sakit dan pahit yang kau rasakan. Aku tau kau mencintai ku, tapi apakah ini cara mu mencintai ? Kau simpan segenap cinta mu dan kau alihkan dengan orang yang bisa menerima apakah itu cinta atau tidak. huh itu sakit buat ku, terlalu sakit untuk hidup dengan orang yang ntah mencintaiku ? Ku coba alihkan pada yang lain, rasanya seperti berada dibawah pengaruh obat bius, membuat ku tak bisa merasa apapun arti rasa.
Aku mencintai mu, dan kau tau itu. Tapi mengapa kita selalu memilih jalan yang sama sekali tidak kita mengerti. kenapa selalu hanya sesaat kita bisa melewatinya, menjalaninya, dan setelah itu kita coba alih kan ? Apa masing-masing kita terlalu perfeksionis dalam mengartikan cinta, yang memilih tidak untuk menyakiti, padahal sama-sama sakit.
Incoming search terms:
- syair sedih
- senandung hati | sastra nusantara
- syair benci
- sajak marah
- senandung hati
- syair marah
- kata sair benci
- sajak syair dinding hati 2000
- syair sedih penantian
- sair benci
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sedih, Puisi Umum
Posted on 23 June 2009 by
admin
Judul: Balada Kapelaku
(bintang paling terang dalam susunan bintang auriga)
Karya: Mega Diza
Seperti Kemala, di kemit pekat
Rampas waktu sejenak,
Untuk melinangkan air mata.. .
Apakah harus menanti hujan ?
Agar bumi basah tuk sejenak saja.
Siasati kemauan rasa, rasa sakral yang tabu.
Lampion kecil terhempas ke pantai
Telacak pasir pantai, ombak menyapa perih.
“mengapa kau kejar sesuatu yang tak mungkin kau dapatkan?”
Lantunan harmoniku cukup mjenjawab smua teki2 alam.
Historisitas cinta dulu, hilang tanpa bukti
Intimasi karisma kusut masai
Keramat kasih maras sudah
Nostalgia itu amat pesam
Rasaku ramu jadi satu.
Daku dini tuk ditanya.
Incoming search terms:
- puisi balada
- puisi balada chairil anwar
- contoh puisi balada karya chairil anwar
- balada puisi
- puisi tentang balada
- puisi balada karya chairil anwar
- pengertian puisi balada
- puisi-puisi balada
- puisi bertema balada
- puisi penghijauan
Categories: Puisi Malam, Puisi Sahabat, Sajak Syair
Posted on 12 May 2009 by
admin
kala sepi menyayat hati
kelelahan jiwa menemami
tertatih-tatih langkahkan kaki
pijak jalan kehidupan penuh duri
raih mimpi tak bertepi
gapai cinta tak bermakna
senandungkan kidung asmara
urai dalam bait-bait derita
hembusan semilir angin
kuak tirai angan
terhempas dari hayalan
debur ombak dipantai
hantam karang keteguhan hati
mencoba tegarkan jiwa
dari cerita cinta penuh luka
dimanakah cinta yamg sebenarnya cinta
tanpa memandang
paras…derajat..setatus dan agama
menerima apa adanya
sampai kapan kan dapati cinta sejati
ato hanya ada dalam imajinasi
From: “TRI ULAN TAIPEI CITY”
Incoming search terms:
- puisi ombak dan cinta
- puisi pendek derita cinta
- puisi tentang ombak
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Umum
Posted on 6 February 2009 by
admin
ketika lelah kaki berpijak, ketika hati tak mampu menahan segala kesedihan, ku rebahkan tubuhku dalam alunan cinta nya yang begitu hangat mendekap. lama menanti mata ini terlelap, ku pandang biru nya langit bertabur bintang dan berhias langit, ku tatap wajahnya yang terukir dalam hatiku, yang tanpa terasa membawa ku kedalam sebuah impian dan angan-angan.
kulihat sekeliling ku yang kini kian gelap nan sepi, ku rasakan aroma yang tak pernah ku rasakan slama ini, ku pandang cahaya yang tak pernah redup dalam hatiku, aku bermimpi. ketika kain tebal yang membalut sekujur tubuhku tak mampu lagi menahan dinginnya malam ini, ku hanya mampu bersenandung tuk mengingat nya, serasa ia hadir tuk menemani ku malam ini. tanpa kusadari ia tlah membawa ku ke sebuah singgasana yang nan jauh di sana.
sambutan yang begitu hangat dari para bidadari dan malaikat, yang seakan memberi jalan bagi ku dan nya. belum lama aku merasakan indahnya sebuah kebahagiaan bersamanya, kini ia menghilang dan pergi entah kemana dan bersama siapa. lelehku kian menderu dan tak dapat terbelenggu, hatiku terbakar padam cemburu, fikiranku melayang bersama hilangnya angan dan harapan. aku tenggelam dalam celaan dan tertawaan sang bintang, jeritan hewan malam memekakan gendang telingaku. yang hingga akhirya mentari menyambutku dengan cemooh, celaan, serta hinaan yang membuatku termenung dan terus bertanya
“pantaskah aku bersanding bersamanya?”
“haruskah dia pergi meninggalkanku?”
“mampukah hati ini untuk terus menantinya?”.
lamunan ku mulai terganggu dengan ocehan parkit yang sedang bertengger di sebuah ranting “dasar pria bodoh, malang, dirimu bukan ikan yang haus akan kebahagiaan, dirimu juga bukan burung yang mampu terbang mengejar impian”.
kicauan yang terus terulang hingga datang sebuah keyakinan dari bisikan hembus angin bahwa aku bukan untuk dirinya, aku bukan air yang mampu menghilangkan dahaganya dengan cinta, aku bukan sesuap nasi yang mampu mengenyangkannya dengan kerinduan, dan aku bukan sebuah pakaian yang mampu bersamanya dalam kesetiaan.
Sending by Noor M.A
Thursday, February 5, 2009 1:31 PM
Incoming search terms:
- mimpi arti puisi
- puisi malam buat PdKt
Categories: Cerita Cinta, Cerita Pendek
Posted on 7 December 2008 by
admin
Angin syahdu mendendang senandung merdu
bait demi bait terlantun,
mekarkan kembang hidupkan taman.
Ini kisah gembira, tentang kembalinya sang Bayu nan
teduh;
Sang kawan sejati,
Sang teman sehati,
kala menatap Cinta.
Dinda, mengapa pergi demikian lama?
Tak tahukah engkau rindu tlah menggunung?
Kini engkau kembali, wahai putri jelita
Kini kerinduan tlah terobati,
Berganti gejolak yang tak kalah merisaukan;
Penantian akan Senyum yang kau tebar,
Senyum termanis dari jiwa yang Indah.
Dan,
Tanganpun terulur sambut semerbak kembang setaman;
“Mari dinda, warnai samudra dengan goresan pena.”
***”Karena itu, ajaklah perasaan menjunjung tinggi akal budi, meraih puncak-puncak getaran kebenaran sejati, keduanya mewujudkan sebuah simfony.”***[Kahlil Gibran]
~ Khalil Gibran ~
Incoming search terms:
- kumpulan puisi bergambar dan berwarna
- puisi rindu pada ayah yang sudah terobati
- puisi tentang bencana alam bersajak ab-ab
Categories: Alunan Puisi, Puisi Kahlil Gibran