Singkawang – Kontraversi Patung Naga

No comment 650 views

SINGKAWANG Appost. :Anggota DPRD Kalbar dapil Singkawang Awang Sofyan Razali mengatakan, polisi mestinya memanggil Walikota Singkawan Hasan Karman untuk menelusuri akar permasalah. Bukan malah sebaliknya menahan masyarakat yang melakukan aksi penolakan keberadaan Patung Naga. Jika persoalan ini tidak tuntas, kondisi Kota Singkawang akan terus tidak kondusif. Aksi-aksi serupa akan kembali terulang.“Sumber konflik masalah yang mesti polisi kejar, bukannya menahan masyarakat,” tegas Awang kepada Pontianak Post tadi malam. Menurut dia, persoalan yang timbul di Singkawang merupakan hal baru. Sebab sebelumnya Singkawang daerah paling aman. Selalu harmonis tata kehidupan masyarakatnya. Tetapi menjadi keruh karena kebijakan Patung Naga dan makalah Walikota Singkawang.

Awang mengatakan sebenarnya masyarakat Singkawang tidak anti naga. Tetapi kebijakan pembuatan naga yang cenderung tidak mengakomodir suara masyarakat. Hal itu yang menjadi masalah. Karena menimbulkan pro dan kontra ke tengah masyarakat. “Masyarakat Singkawang itu telah akrab dengan naga sejak lama. Tidak ada masalah dengan naga sebetulnya. Hanya soal letaknya. Maka pemimpin mesti mendengar dinamika masyarakat untuk mencari solusi. Bila tidak, motivasi pemimpin dipertanyakan. Sehinggas menimbulkan konflik,” kata Awang. Dia menilai gaya kepemimpinan Hasan Karman cenderung mengundang suasana tidak kondusif dan merusak keharmonisan di Singkawang. Selain masalah kebijakan patung naga, yang Awang turut sayangkan adalah makalah seminarnya.

“Sebagai Walikota harusnya berhati-hati mengeluarkan statmen. Konteksnya pemimpin itu mesti bijak. Sehingga apa yang diucapkan tidak menyebabkan ketersinggungan suatu kelompok etnis tertentu,” kata Awang. Karena itu, lanjutnya, pihak DPRD Singkawang mesti meminta Hasan Karman menjelaskan atas timbulnya masalah di Kota Tasbih itu. “Bila perlu buat Pansus,” katanya agar permasalahan tidak berlarut. Ia pun menyayangkan seolah yang berkonflik kini masyarakat dengan aparat yang berbenturan di lapangan. Sementara akar persoalan pemicu tidak disentuh. Lanjut Awang, bila komponen masyarakat di Singkawang tersinggung dengan isi makalah Hasan Karman wajar, sebab bagaimanapun antara Sambas dan Singkawang memiliki histories yang tidak bisa dilepaskan.

author
Bangfad - Bukan Blogger Profesional, hanya mencoba berbagi pengalaman dan cerita. Belajar, Belajar dan Belajar untuk menjadi seorang penulis profesional dengan hobi Menulis, Ngoprek dan Mancing.
No Response
  1. author

    Anti-FPI7 years ago

    Jadi orang2 yg bikin rusuh dibiarin berkeliaran gitu?? Mikir pake otak pak !

    Reply
  2. author

    bangfad7 years ago

    siapa yang pakai otak??? kamu atau admin situs ini, selama gak ada patung naga pernah gak terjadi perpecahan… loe nya aja yang mikir pakai rasis

    Reply
  3. author

    Anti Suku Asing5 years ago

    Kok bisa bangun Patung Naga Cina di tengah kota? Baru berkuasa di Singkawang aja udah berlagak anti orang Melayu. Pindahkan Patung Naga ke kelenteng. Kalo diberi kesempatan, Singkawang bisa kayak Singapura. Negara dalam negara. Segera bekukan pemerintah kota Singkawang. Ganti walikotanya dengan pejabat yang ditunjuk Pemerintah Pusat.

    @admin, kami akan menceritakan awalmula kejadiannya.di posting berikutnya

    Reply

Leave a reply "Singkawang – Kontraversi Patung Naga"