Telur dalam Syair

In Kumpulan Syair 558 views

ia lebih lengkung dari alismatamu
tempat menyimpan rahasia di balik makna
lebih berwarna dari bianglala
yang menyimpan cahaya dari semesta
ia lebih putih dari gugusan sedih
yang menyelimputi rerumputan
lebih embun dari hujan airmata
bunga kamboja di kuburan
pedih ia melintasi sungai yang memanjang
sebelum terdampar di sebuah telaga
ia bukan biru seperti lautan menyimpan ombak
tempat duka burung-burung camar
ia lebih muda dari usia tangis bayi
saat dilahirkan dan mengenal warna dunia
ia lebih suka sendirian di dalam sepi
di dalam cangkang matahari
sebelum panasnya memecah kabut musim gugur
sebelum ia disebut api tempat samadi kaum lapar
sebelum hijau daun lebih hijau
dari riwayat kematian sang bunga
di mana kematian merupakan sekarat
yang nikmat
ketika berguguran ke bumi dihempas angin senja
lebih senja dari sayap burung mengibaskan waktu
lebih rindu dari batu yang tergelincir ke sungai
adalah dirimu yang tampak dalam diam
di mana kerinduan adalah waktu yang diuji duka
ia hanya sebuah telur yang tak mengenal lingkarannya
yang sepanjang hidupnya memandang kekosongan

Situbondo, 2008

Tags: #sajak #Sajak Melayu #syair #syair melayu

author
Author: 

Bangfad – Bukan Blogger Profesional, hanya mencoba berbagi pengalaman dan cerita. Belajar, Belajar dan Belajar untuk menjadi seorang penulis profesional dengan hobi Menulis, Ngoprek dan Mancing.

Pantun Melayu
Shares/Shares on facebookTweet on twitterAnak ayam turun
Sajak Kala Hujan
Shares/Shares on facebookTweet on twitterJudul: Sajak Kala
Penerimaan
Shares/Shares on facebookTweet on twitterJudul: Penerimaan Oleh:
Kucing Kecil ditepi kota
Shares/Shares on facebookTweet on twitterJudul: Kucing Kecil

Leave a reply "Telur dalam Syair"

 

Must read×

Top