Orang Tua dan Pohon Jati

Posted on

Tema: Blogging for the Earth
Penulis: Abdul Ra`uf – al – Fadli

green-earth

Seorang Raja dari Kerajaan MajaManis hendak bepergian untuk mengetahui perkembangan diluar Istana, Raja dan pengawal kerajaan berhenti sejenak setelah sang raja melihat seorang tua renta dengan berjalan bongkok semangat mencangkul tanah dan membuat 7 lobang pada tanah tersebut, sang Raja itu berhenti dan menyuruh pengawal itu untuk melihat apa aktivitas orang tua itu, sang pengawal bergegas pergi dan melaporkan kepada raja bahwa orang tua itu hendak menanam pohon jati, Raja itu tersenyum melihat orang tua itu dan turun dari kereta kuda untuk menghampiri orang tua tersebut.

Raja: Hai orang tua, apa yang sedang anda kerjakan disini?

Orang tua: Saya sedang mencangkul untuk menanam 7 batang pohon yang saya punya baginda.

Raja: Pohon apa yang akan kau tanam?

Orang tua: Pohon Jati baginda Raja.

Raja: Hahaha… apa yang kau kerjakan sekarang ini akan sia-sia wahai orang tua.

Orang tua: Maksud baginda Raja? (orang tua dengan penuh heran)

Raja: Kamu tidak dapat menikmati hasil yang engkau tanam, karena Pohon itu akan tumbuh dan bisa di nikmati hasilnya 10 Tahun kemudian, apakah kamu yakin dengan usiamu sekarang kamu bisa bertahan untuk 10 tahun kemudian?

Orang tua: Tersenyum dan berkata “Wahai Baginda Raja, Apa yang kita nikmati hari ini, bukanlah hasil dari yang kita tanam, melainkan hasil yang ditanam oleh orang-orang sebelum kita. Kursi, Meja, Lemari yang sekarang Baginda gunakan di Istana itu adalah hasil dari nenek dan kakek kita, sehingga kita anak cucunya dapat menggunakannya.

Raja: Mengangguk

Orang tua: Sudah sepantasnya kita menanam sekarang agar anak cucu kita bisa menikmati hasilnya sama halnya dengan kita beberapa tahun silam.

Raja: Sungguh Hebat anda.

Orang tua: Terima kasih baginda Raja

Rajapun mengajak para pengawalnya untuk menanam sebatang pohon untuk masing-masing pengawalnya, Sang Raja sadar, bahwa apa yang dimiliki dan di makannya saat ini adalah hasil dari nenek moyangnya dan dia mengharapkan anak cucunya akan menikmati apa yang dinikmatinya sekarang.

Sejak itu Rakyat dari kerajaan MajaManis itu berlomba-lomba menanam pohon untuk kelangsungan hidup generasi penurusnya, anak cucu yang mereka cintai.

Kesimpulan dari sepenggal cerita diatas adalah sebuah pemahaman yang dapat membuat kita menjaga dan melestarikan kelangsungan hidup anak-cucu kita kelak, jangan biarkan pepohonan, hewan-hewan yang sekarang kita lihat ini menjadi cerita sejarah dan dongeng untuk menemani anak-cucu kita tidur, mari mulai dari yang terkecil, jaga dan lestarikan Lingkungan kita, mulai dari sekarang tanamlah benih untuk anak dan cucu kita.

Blogging for the Earth

12 thoughts on “Orang Tua dan Pohon Jati

  1. Andai tiap satu orang memaksa diri menanam sebatang pohon, hasilnya sungguh luar biasa. Mari friend kita mulai aja. Jangan biarkan anak cucu kita kelak hanya mengenal gambar saja.:)

    c kusnadi’s last blog post..Jaminan Keamanan

  2. Aku mulai menanam 2 biji leci. Mudah2an tumbuh ya.

    c kusnadi’s last blog post..Mengentaskan Kemiskinan

    @ardianz: maksih udah link back
    @angga: waalaykumsalam wr wb, makasih bibah, udah suport abib.
    @c kusnadi: Makasih udah berpartisipasi dalam menjaga lingkungan lewat jurnalisme dan moga lecinya tumbuh subur
    @Putri: Mari putri… duh makasih udah nyamperin ke sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.