Digital Entrepreneurship dan 4 tahapannya

Posted on
Digital Entrepeneurship
Digital Entrepeneurship

Transformasi secara digital dalam bisnis dan masyarakat dengan menumbuhkan pola pikir kewirausahaan, mengidentifikasi peluang yang baik, mengenal pelanggan, memenuhi ketenuan legal maupun berupaya meningkatkan modal.

Hal yang tepenting dalam membangun kewirausahaan digital ini dengan berupaya aktif dalam beraktifitas bisnis dan terkoneksi ke pelanggan yang paham dengan dunia digital.

Tidak hanya itu saja, Transformasi juga mencakup pembelajaran kepada masyarakat yang belum paham tentang digital untuk menerima dan melakukan perubahan ke arah digital.

Digital Entrepreneurship merupakan Kewirausahaan digital yang berfokus pada pemanfaatan teknologi digital dalam mengeksploitasi peluang-peluang kewirausahaan. Inti dari Kewirausahaan Digital adalah bagaimana teknologi digital dan proses digitalisasi merubah cara wirausahawan dalam menciptakan nilai-nilai baru dalam berwirausaha.

Menurut Joseph A. Schumpeter, Seorang Wirausaha (Entrepreneur) adalah orang yang bersedia dan mampu untuk mengembangkan ide atau penemuan baru menjadi sukses inovasi, sekaligus menciptakan produk dan model bisnis baru yang memberi sumbangan atas pertumbuhan dinamisme industri dan ekonomi jangka panjang

JELASKAN MENGENAI DIGITAL ENTREPRENEURSHIP

Digital entrepreneurship adalah kewirausahaan digital yang berfokus pada pemanfaatan Digital dan Teknologi yang dapat mengubah cara wirausahawan untuk menciptakan sumber Nilai baru dan kekayaan, Tonggak penting pertama dalam kewirausahaan digital adalah penciptaan desain bisnis digital. Kewirausahaan digital mencakup segala sesuatu yang baru dalam hal tentang kewirausahaan di dunia digital.Desain bisnis digital adalah gambaran tingkat tinggi dari aspek utama bisnis digital. Desain bisnis digital disusun berdasarkan proses tiga langkah sederhana, atau ABC: Akuisisi, Perilaku, dan Konversi

Contoh : Perusahan smartphone dalam memasarkan produk sudah harus memperhitungkan strategi untuk penciptaan nilai serta manfaat dari sebuah produk layanannya selain itu juga perusahaan harus mampu mengukur minat pelanggan dengan kinerja yang ada untuk melihat minat pada pasar guna untuk menentukan arah pasar lalu perusahaan bisa melakukan pemanfaatan media sosial seperti facebook dan instagram mengemas bisnis digital agar bisa menjangkau dan mempromosikan produk dan layanannya agar menarik minat pengunjung  menjadi konsumen dengan menyediakan promosi, iklan, konten untuk informasi  yang menampilkan spesifikasi serta keunggulan produk.

EMPAT TAHAPAN UNTUK MEMULAI PROSES KREATIVITAS

Seorang Entrepreneur mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya, Kemampuan KREATIF dan INOVATIF yang dijadikan dasar untuk mencari peluang menuju SUKSES. Presentasi masalah atau peluang yaitu Tahap dimana seseorang yang berniat untuk melakuan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang memungkin untuk membuka usaha baru. Untuk itu diperlukan Motivasi dari diri sendiri dan lingkungan.

Mindset

Ini yang disebut dengan Mindset atau melihat peluang bisnis dari berbagai macam model digital yang bisa dimanfaatkan untuk menciptakan wirausaha dan tidak hanya sebatas berjualan secara online.

Seorang entrepreneur harus mengetahui cara berpikir kreatif dan berkembang, Ketika bisnis sudah tidak bisa lagi berkembang akibat perubahan yang ada, kreativitas entrepreneur diperlukan untuk mengubah cara menjalankan bisnis dan menghasilkan produk atau jasa baru sesuai dengan perkembangan pasar. Untuk itu, seorang pebisnis harus kreatif, artinya menciptakan produk dan jasa yang diterima oleh pasar.

Dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif, pertama kali yang harus dilakukan adalah memperbaiki mental dan kemudian meningkatkan kemampuan teknik. Keduanya sangat penting. Jika hanya mempelajari masalah teknis, tetapi mental masih belum kreatif, maka kreativitas akan sulit muncul. Sebaliknya, orang yang sudah bermental kreatif, tidak mengetahui tekniknya, akan kurang optimal juga.

Know How

Persiapan atau tahapan melaksanakan usaha dengan katalain seorang enptrepreneur mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencangkup aspek-aspek: SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil resiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.

Tahapan ini juga disebut sebagai Know How: yaitu mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. Dengan kata lain, seorang wirausahawan harus mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannya dengan usaha atau bisnis yang akan dilakukan untuk itu harus mempunyai pengetahuan dasar pengelolaan bisnis, misalnya cara merancang usaha, mengorganisasi dan mengenalikan perusahaan, termasuk dapat memperhitungkan, memprediksi, mengadministrasikan, dan membukukan kegiatan-kegiatan usaha. Mengetahui manajemen bisnis berarti memahami kiat, cara, proses dan pengelolaan semua sumberdaya perusahaan secara efektif dan efisien.

Tahapan ini juga mengharuskan seorang wirausahawan untuk mengenali digital itu sendiri mulai dari pembuatan kontent, menentukan platform yang akan digunakan, mendesain website dan banner iklan digital, tidak hanya sampai disitu, wirausahawan juga harus memahami apa yang menjadi keinginan atau kemauan konsumen terhadap apa yang ditawarkan.

Yang terpenting dalam bisnis digital adalah pemahaman tentang Access yaitu Kolaborasi antara Perangkat Keras (hardware), Perangkat Lunak (Software) dan Jaringan Internet (Internet Network) untuk dapat membangun Wirausaha Digital.

 Business Model

Untuk mempersiapkan semuanya, entrepreneur juga harus melihat Business Model: Model Bisnis ini lebih ke strategi pasar baik itu karakteristik dari produk yang akan di rilis, kekuatan kompetitor dan pangsa pasar.

Tahapan mempertahankan usaha yaitu dimana entrepreneur berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis dan evaluasi perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang sedang dihadapi untuk meningkatkan income.

Mengembangkan usaha dengan ide-ide terbaru, Tahap dimana jika hasil yang diperoleh positif, mengalami perkembangan, dan dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.

PENJELASAN DAN CONTOH MENGENAI DESAIN BISNIS DENGAN ABC.

Acquisition

Akuisisi: Pemetaan Konsumen dalam hal Desain Bisnis Digital ini, menemukan pelanggan Online dapat perhatikan dari berapa banyak pengunjung yang ditargetkan, sumber atau saluran mana mereka akan datang. Desain bisnis digital mencakup platform media sosial dimana upaya akuisisi pelanggan akan terkonsentrasi.

Customer acquisition adalah proses menarik pelanggan atau pengunjung baru untuk bergabung ke bisnis yang kita bangun, proses ini terus dikembangkan mengiuti tren dan perubahan yang ada, agar sistem yang dijalankan selalu up to date.

terdapat banyak metode customer acquisition yang bisa dimanfaatkan perusahaan, mulai dari kategori seperti inbound dan outbound, gratis dan berbayar, dan lainnya.

Strategi metode ini contohnya, Content Marketing yaitu membuat kontent yang relevan dengan pelanggan secara tidak langsung akan menarik pelanggan untuk melihat brand yang kita tawarkan, selain itu konten-konten yang diciptakan biasanya juga bisa mendatangkan pengunjuk yang cukup banyak ke website, bajak jenis kontent yang bisa diproduksi seperti blog, ebook, katalog online, video dan masih banyak lagi.

Contoh yang kedua dengan Social media marketing yaitu strategi yang organik atau gratis biasanya digunakan untuk meningkatkan brand warness karena keunggulan sosial media adalah banyak digunakan dan mudah dioperasikan oleh masyarakat dan masih banyak lagi cara dalam menjaring calon custommer untuk diakuisisi

Behavior

Perilaku: memahami prilaku pelanggan dalam Wirausaha Digital merupakan desain bisnis selanjutnya. Kita harus mengetahui apa yang diinginkan pelanggan setelah mereka melihat produk kita di media Digital. Contohnya menggunakan platform yang userfriendly.

Memahami perilaku konsumen (consumer behavior) tentunya merupakan hal krusial bagi perusahaan manapun sebelum menjual atau menawarkan suatu produk. Jika suatu perusahaan gagal dalam menganalisis bagaimana pelanggan akan merespons produk tertentu, perusahaan ini pasti akan menghadapi kerugian.

Consumer Behavior ini adalah studi tentang konsumen, bagaimana konsumen berperilaku saat memutuskan untuk membeli, menggunakan, dan juga membuang suatu produk untuk memuaskan kebutuhan mereka.

Studi tentang consumer behavior ini sangat membantu untuk memahami bagaimana keputusan pembelian dibuat dan bagaimana mereka mencari suatu produk. Selain itu, pemahaman perilaku ini membantu pemasar untuk mengetahui apa, di mana, kapan, bagaimana dan mengapa konsumsi konsumsi produk.

Hal ini dilakukan oleh perusahaan untuk membantu marketer atau perusahaan untuk mengetahui alasan di balik pembelian produk oleh konsumen dan bagaimana hal itu memuaskan calon pelanggan.

Ada beberapa faktor yang salah satunya adalah faktor psikologi pengunjung. Faktor ini merupakan faktor dari dalam diri konsumen sendiri untuk menentukan tindakan apa yang akan ia lakukan. Faktor ini susah untuk di measure, namun ini adalah faktor terkuat yang memutuskan pembelian seseorang, berikut beberapa faktor psikologi yang bisa diterapkan dalam DIGITAL ENTREPRENEURSHIP:

Motivasi: Yang pertama adalah motivasi. Motivasi ini adalah keadaan diri seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan tertentu untuk mencapai satu tujuan. Ketika seseorang cukup termotivasi, ini tentunya akan mempengaruhi perilaku pembelian orang tersebut.

Persepsi

Persepsi konsumen adalah faktor utama dan pengaruhnya kuat untuk mempengaruhi consumer behavior. Persepsi pelanggan adalah proses dimana konsumen mengumpulkan informasi tentang suatu produk dan menginterpretasikan informasi tersebut dan membuat gambaran sendiri di dalam pikiran si konsumen tentang produk tertentu. Ketika seorang konsumen melihat iklan, promosi, review, di sosial media, mereka akan mengembangkan kesan dan persepsi sendiri tentang produk atau brand tersebut. Karenanya persepsi konsumen menjadi pengaruh besar keputusan pembelian konsumen.

Sikap dan Keyakinan

Konsumen memiliki sikap dan keyakinan tertentu yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Berdasarkan sikap ini, konsumen berperilaku dengan cara tertentu terhadap suatu produk. Sikap ini memainkan peran penting dalam mendefinisikan citra merek suatu produk, bagaimana sikap seseorang terhadap produk atau merek mempengaruhi tindakan membeli atau menggunakan produk atau merek tersebut. Oleh karena itu, perusahaan akan berusaha keras untuk memahami sikap konsumen untuk merancang kampanye pemasaran mereka.

Conversion

Konversi: Tujuan dari sebuah sistem wirausaha digital adalah mengajak untuk membeli produk yang kita pasarkan dan sebagai cotoh mengajak pengunjuk untuk mengklik tombol atau subscribe terhadap produk yang kita pasarkan.

Konversi ini merupakan tindakan yang dilakukan oleh pengunjung website yang dianggap menguntungkan bagi pemilik website tersebut dan didorong melalui ajakan untuk melakukan tindakan, ada beberapa jenis tindakan yang dapat diklasifikasikan sebagai konversi, misalnya seperti membeli produk, mengunduh e-book atau materi gratis, menonton video atau mendengarkan audio, subscribe dan lain sebagainya.

Contoh Conversion (Konversi) Dalam e-commerce, konversi yang paling umum adalah berlangganan buletin, mengklik CTA (ajakan bertindak) dalam e-mail, atau mengirimkan formulir kontak dari situs web Anda, tentu saja, konversi pamungkas dan terbaik adalah tempat pengguna membeli sesuatu dari situs web yang kita kelola. (bangfad)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.