Merasakan sensasi SSD di Asus A456U

Posted on
Merasakan sensasi SSD di Asus A456U
Merasakan sensasi SSD di Asus A456U

Awal tahun 2015 aku berkenalan dengan laptop besutan ASUS, saat itu banyak toko komputer yang mempromosikan laptop merek ASUS hingga akhirnya ditahun itu aku memilih ASUS sebagai sarana dan prasarana di Kantor, aku kebagian 1 unit Asus dengan prosessor Core i5, dari segi pemakaian normal diarasa tidak jauh berbeda dengan laptop merek lain sebagai kompetitornya Asus.

Pada tahun 2017 awal, aku masih memilih Asus sebagai pengganti laptop-laptop usang  yang segera dihapuskan dikantor, 7 unit pada tahun itu aku masih memilih Asus, ada 3 pilihan spak yang aku pilih karena disesuaikan dengan kebutuahan pegawai, untuk yang bekerja hanya untuk menjalankan Aplikasi berbasis webbase aku pilihkan prosessor Core i3, untuk mereka yang bekerja dengan Aplikasi Desktop entah itu aplikasi Keuangan seperti RKAKL, Aplikasi SAS dan lain sebagainya, aku pilih Core i5, dan 1 unit Core i7 untuk aku pakai sendiri.

Upgrade Hardisk ke SSD

Hari ini aku coba mengupgrade Hardisk ke SSD (Solid State Disk), Merasakan sensasi SSD di Asus A456U karena dari berbagai review yang aku baca, SSD ini membuat kinerja komputer menjadi lebih cepat, terutama saat booting Windows 10 karena SSD tidak menggunakan disk (piring data) yang bergerak, atau lebih mudah dianalogikan SSD sama dengan Memory Flashdisk.

SSD menghadirkan performa terbaik untuk menjalankan boot dan performa baca/tulis yang tinggi guna mendukung komputasi yang memerlukan kemampuan multitugas lebih baik. SSHD dapat menghadirkan performa serupa SSD saat menjalankan boot, pengaktifan, dan pemuatan. Hard disk biasanya menghadirkan performa yang memadai untuk sebagian besar platform PC yang dipasarkan dewasa ini

SSD lebih ramah dan Tidak Berisik

Karena tidak adanya komponen yang bergerak didalam SSD, itu juga yang menjadikan SSD tidak berisik dan hemat energi. Solid state drive paling hemat daya. Solid state hybrid drive menempati posisi kedua dengan perbedaan tipis karena lebih sering berputar dibandingkan hard disk. Secara umum, penyimpanan tidak akan memengaruhi daya tahan baterai di komputer laptop lebih dari 10%. Daya prosesor dan layar LCD paling banyak berperan menghabiskan daya baterai.

Tingkat kegagalan pada teknologi SSD, HDD, dan SSHD memiliki peringkat yang sangat serupa. SSHD menggunakan bagian flash dan HDD secara lebih efisien daripada saat dipisahkan, jadi keduanya dianggap sangat andal.

Ketahanan solid state drive dianggap lebih tinggi karena desainnya. Tanpa komponen bergerak, SSD tahan benturan, terjatuh, dan suhu ekstrem yang lebih tinggi dari 0 derajat celsius hingga 70 derajat celsius.

Kekurangan SSD

Terlepas dari semua kelebihannya sebuah teknologi juga memiliki kekurangan yaitu, dari segi Biaya dikira cukup mahal karena SSD dihitung berdasarkan kapasitas per Gigabyte-nya, Harganya yang lebih mahal dibandingkan HDD. SSD berukuran 120GB saja bisa dijual dengan harga dikisaran 600 – 800 ribuan. Sedangkan dengan uang segitu Anda bisa mendapatkan HDD 1TB. Umur pakai SSD jauh lebih pendek dibandingkan HDD karena siklus read and write SSD lebih pendek dibandingkan HDD

Kesimpulan

Untuk saat ini aku menambah SSD untuk system operasi, untuk media penyimpanan data tetap menggunakan hardisk aslinya dan sekedar informasi, aku harus melepas DVD Laptop dan menggantinya dengan Second HDD Caddy untuk menyimpan SSD agar slot hardisk masih bisa dipakai didalam Asus A456U saat ini.

2 thoughts on “Merasakan sensasi SSD di Asus A456U

  1. Nah, benar apa kata dugaan saya bahwa Hardisk jenis HDD sangat kurang ramah terhadapa laptop jaman sekarang. Dan yang sekarang menggunakan hardisk SDD yang sangat cepat dan aman. Walaupun agak mahal tapi saya suka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.